
"Kakak? Kakak, bangunlah ..." Aku terperanjat ketika mendengar suara Monica. Dia duduk di sofa yang sama, aku melihatnya tersenyum lebar sambil memakan sarapannya. Tapi infus obat masih terpasang di tangannya.
"Kau sudah sehat? Kau sudah makan? Ini jam berapa?"
"Ini jam delapan pagi, katanya Kakak tiba tadi jam empat, kakak mengemudi dari Ottawa dari semalam? Aku sudah bangun dari jam 6, kau nampak begitu pulas aku tak tega membangunkanmu. Aku menelepon Albert tadi dan dia menceritakan semua yang terjadi."
"Ohh kau sudah tahu baguslah. Kau merasa sehat, saat aku kembali ke Ottawa aku akan mematahkan gigi Dave Thomas itu. Berani sekali dia menjebakmu."
"Aku mendengar ceritanya dari Albert, rupanya pesta itu dibuat sebagai persiapan menjebakku."
"Iya itu yang mereka lakukan."
"Dan aku di selamatkan oleh Jenderal tampanmu itu sekali lagi. Dia benar-benar juru selamatmu bukan, penolongku dua kali. Kau harus mengajaknya makan malam secara pribadi Kakak." Aku meringis sekarang mendengar Gilbert disebut.
__ADS_1
"Iya dia penyelamat kita, aku belum menemukan cara untuk berterima kasih padanya secara pantas. Mungkin nanti. Aku tak tahu apa dia akan kesini, dia sibuk mengurus CSL Technologies, tapi dia bilang kalau dia bisa dia akan kesini." Dia memang bilang kalau dia bisa, dia punya banyak yang harus di urus.
"Kalau dia tidak bisa ke sini, kau harus menemuinya." Aku tersenyum saja.
"Kita pikirkan itu nanti saja, kau sudah merasa baik? Bagaimana mereka menangkapmu, sayang sekali Harrold menjadi korban." Wajah Monica dengan cepat menjadi muram.
"Mereka menghentikan kami dengan berpura-pura menjadi patroli polisi di sebuah tempat sepi. Kemudian aku dibawa dengan mobil lain dan mereka membawa Harrold dengan mobil kita, aku baru tahu dia tewas dari Albert. Sungguh mereka kejam. Harrold sudah lama bekerja untuk kita..." Kami sesaat berkabung untuk Harrold, setelah ini aku berjanji memberi keluarganya kunjungan untuk menyatakan perkabungan kami. Walaupun Charles dan Albert sudah pasti mengurusnya dengan baik.
"Mereka tak memukulmu bukan?"
"Baguslah."
Pintu terbuka kemudian. Seseorang masuk.
__ADS_1
"Pasien kita sudah makan dengan baik rupanya." Seorang dokter yang tampan masuk, rupanya itu dokter James, bagaimana kau bisa melupakan dokter tampan ini.
"Dokter gantengku. Senang bertemu denganmu lagi." Monica dengan terang-terangan mengatakan dia tampan, aku tersenyum melihatnya.
"Hallo cantik, kau tambah cantik sekarang." Dokter James membalas pujian Monica dengan santai membuat Monica tersenyum lebar ... Dia melihat kami duduk bersama di sofa dan ikut duduk bersama di depan kami.
"Dokter James, maaf kami menggangumu lagi. Aku tidak senang harus terpaksa bertemu denganmu lagi, tapi mendapatkan bantuanmu di saat seperti ini membuat kami tenang." Sekarang giliran aku menyapanya sendiri, dia tersenyum mendengar kata-kataku.
"Nona Dugard, tidak apa, dia sudah kebal sebenarnya, dia tidak demam sama sekali, ini bagus, tubuhnya tidak punya masalah bahkan setelah 12 jam dibiarkan begitu saja. Kami hanya memakai dosis kecil obat agar tak membebani tubuh dan mungkin aku akan memperpendek opnamenya. Dia survivor, karena itu dia dijadikan bahan percobaan."
"Tak apa Dok, opname di periode normal asal dia bersih."
"Dia tak apa pada dasarnya. Tapi baiklah, kita akan menunggu hasil tesnya pada hari ketiga saja. Jadi terpaksa rumah sakit ini jadi hotelmu sekarang cantik."
__ADS_1
"Iya Dok, aku menurut pada Kakak saja. Dia sudah berusaha keras untuk menemukanku."