BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 102. Decision 8


__ADS_3

"Tak bisakah..." Aku menggeleng dengan apapun yang akan dikatakannya.


"Kita tidak akan berpisah, aku tak mau berpisah." Dia berkeras.


"Baiklah kau telepon Ayahmu sekarang, bicara padanya kau akan menyerahkan posisi CEO."


"Tidak begitu caranya."


"Lalu kau mau bagaimana?! Katakan padaku!"


"Aku akan menemukan caranya, semuanya belum berjalan dua tahun lagi baru Ayah akan memulai proses pemindahan, kau pikir aku bisa mengatur itu tanpa transfer secara resmi. Mungkin aku harus mengatur itu setahun dua tahun di sana. Tapi itu tidak berarti kita akan berpisah! Kau tidak akan tinggal di Moscow, aku tak akan menbawa keluarga kita ke sana, hanya berikan aku waktu untuk mengaturnya!"


"Aku memintamu melepas CEO, melepas perselisihan kalian! Bukan cuma masalah aku tidak mau kita tinggal di Moskow, lain kali saudara gilamu itu akan mengirim pembunuh untuk membunuh anak kita!"


"Itu pendapatmu. Kau pikir setelah aku punya CEO utama aku tak punya kekuatan mengancam keluarga Jovovich. Hidup mereka tergantung bantuan Ayahku dan itu masih sama bertahun-tahun ke depan."

__ADS_1


"Kau memang selalu ingin membalas mereka. Aku lelah kau masih memegang dendam itu ditanganmu dan membuang kehidupan tenang kita di sini!"


Aku menjauh darinya, pertengkaran besar saat batas waktuku berakhir. Dia tak bisa melepaskan dendam yang ada di hatinya. Aku juga tidak bisa bertahan lagi dengan keadaan ini. Sudahlah semuanya sudah hancur...


"Kita tak akan bisa bersama ke depan."


"Kita akan bersama."


"Aku harus maju ke depan dan kau juga. Kau akan baik-baik saja Oomnitsa... Kau tahu itu." Dan dia memelukku begitu erat, aku tak berdaya. Satu atau dua tahun lagi dia akan kembali ke Moskow, dia punya tujuan hidup dan aku juga. Perbedaan prinsip seperti ini tidak mungkin didamaikan.


"Kenapa harus begini, kita bisa mencari cara. Kenapa kau terlalu keras kepala. Aku sudah katakan kau akan tetap di Montreal, ..."


"Kau yang keras kepala, jika tidak ada cara, lebih baik kita tidak bertemu. Kenapa harus dipaksakan. Kau ingin mengambil jabatan CEO kau harus disana, tak ada cara lain, kau pikir CEO itu nama kosong, itu jabatan eksklusif menuntut kehadiran. Perusahaanmu akan jatuh di tanganmu dan kau dihujat para pemegang saham, kecuali kau dengan rela hanya mengambil saham. Tapi sejak awal posisi itu yang kau inginkan bukan."


"Kau menginginkan perpisahan ini Moon, kenapa kau setega ini?"

__ADS_1


Aku menatapnya dengan putus asa.


"Kau tahu apa jawabannya, karena kita menang tak bisa bersama. Kenapa kau mempersulit ini. Kau besok akan ke NY, jadi ini mungkin pertemuan terakhir kita." Aku harus mengeraskan hatiku, aku menolak menatapnya.


"Kita tidak akan berpisah."


Aku menghela napas panjang, mungkin aku harus tinggal di LA atay NY sementara waktu, untuk setidaknya setahun ke depan. Aku akan coba mengambil runway fashion week di Paris dan Milan, menjadi sibuk akan membuatku lebih baik. Lebih baik aku menghilang dari Montreal.


"Kau dengar aku, kita tak akan berpisah." Dia menangkupkan wajahnya padaku, menciumku dengan putus asa, masih tetap berharap seiring waktu dia akan bisa merubah pendirianku.


Tapi setelah ini aku hanya akan menghilang dari depannya sehingga dia tidak bisa menemukanku. Itu cara satu-satunya untuk berpisah dengannya.


"Aku mencintaimu Tuan Mafia."


"Kita tidak akan berpisah. Aku akan mencarimu lagi. Kau tak akan bisa mengatakan perpisahan. Kau dengar aku, kau dan aku, sampai kapanpun kita akan tetap bersama." Aku akan merindukan pelukan ini. Akan sangat merindukannya. Aku tersenyum padanya, anggap saja dia memang berjuang sampai akhir untuk mempertahankan segalanya. Dan itu cukup membuatku tersanjung.

__ADS_1


"Kau sangat manis, aku menginginkanmu Tuan Mafia." Aku menciumnya dengan perasaan kacau. Berharap aku tak akan melakukan ini tapi inilah yang harus terjadi.


__ADS_2