BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 9. Partners


__ADS_3

Sekarang aku berada di sebuah makan malam untuk kolega dan donatur partai, ini adalah kesempatan bagus berkenalan dengan banyak orang. Terlebih aku sudah menyelesaikan masalahku dengan Elizabeth Dugard.


Aku ke sini mencari kolega dan kesempatan bisnis tentu saja. Donatur partai kebanyakan adalah pengusaha dan banyak kesempatan bisnis yang ada di sini. Dan sekarang aku melihat Svetluny dan kakaknya Eliza bersama Tuan Perdana Menteri David dan bendaraha partai Tuan Bessette.


"Boss, kau ingin menyapa Svetluny-mu, aku tak ikut nanti dia cemburu denganku." Anna langsung paham begitu mataku menangkap bayangan gadis itu.


"Iya baiklah." Aku melangkah ke arah mereka sementara Anna pergi melakukan pekerjaan lain.


"Selamat malam, Tuan David, Tuan Bessette. Senang bisa diundang ke sini. Saya sangat menikmati berkenalan dengan banyak orang baru." Aku bersalaman dan berbicara dulu dengan mereka, baru melihat ke arah Monica. "Nona Eliza, dan Nona Monica, senang melihat Ànda berdua." Gadis cantik itu memakai gaun terusan hitam yang elegan, rambut coklat gelapnya bergelombang sempurna. Dia menang cantik seperti dewi bulan. Tak kusangka gadis kecil cantik itu akan jadi secantik ini saat dewasa. Moonlight jelas nama yang cocok untuknya.

__ADS_1



"Selamat malam, Tuan Mashkov, Anda nampaknya sangat pintar melihat kesempatan." Eliza yang menjawabku, sementara Svetluny mengabaikanku. Aku tahu Monica menyindirku, walaupun aku sudah memenuhi persyaratannya untuk berdamai, jelas hubungan kami masih perlu diusahakan ke depannya. Dia jelas juga tidak berniat menganggapku teman untuk sekarang ini.


"Nona Eliza, saya hanya berusaha melakukan pekerjaan saya dengan baik. Maafkan saya harus menunjukkan wajah saya lagi di depan Anda."


"Saya sangat menghargainya jika begitu. Terima kasih Nona Eliza." Aku mengarahkan pandangannya ke Monica yang masih tidak mau menjawab sapaanku, aku tak bisa bertahan untuk tidak mengajaknya bicara walaupun dia sama sekali tak tertarik bicara padaku.


"Nona Monica, saya sudah melakukan janji saya. Anda bahkan tidak mau membalas sapaan saya." Aku berusaha menyapanya, terlepas dia membenciku.

__ADS_1


"Itu hakku tak suka denganmu. Kau pikir kau bisa mengaturku." Aku tersenyum dengan tanggapan ketusnya, dia memang Svetluny yang tegas. Empat orang pria saja dia tak takut, apalagi menghadapiku orang yang dia anggap musuhnya. Aku mengagumi pendirian dan keketusan Svetluny, sebenarnya aku rasa aku tak perduli dia membenciku asal aku bisa melihatnya.


"Aku tak bisa tentu saja. Yang kulakukan hanya menyapamu. Jangan terlalu marah padaku." Aku sedikit meminta belas kasihan, dia membuang muka padaku. Dan kemudian mukanya cerah setelah dia melihat seseorang.


"Ada Jenderal Gillian." Aku juga langsung menoleh. Gillian?! Gilbert Gillian yang menutup CSL Technology?! Kenapa dia bisa ada di sini. Apa hubungannya dengan Svetluny-ku. "Jenderal Gillian!" Monica memanggilnya, membuatnya menoleh dan dalam sekejab melambai balik ke Monica dan pandangannya beralih padaku. Dia dengan celat menghampiri kami. Orang ini Jenderal? Aku baru tahu dia punya pangkat sampai bintang tiga. Dan dia nampaknya dekat dengan Monica?


"Monica, Eliza, kalian juga di sini rupanya." Pandangannya kami bertemu sekarang. "Alexie Mashkov?" Dia menatapku dengan tidak suka, kami sama-sama saling tidak menyukai.


"Gilbert Gillian..." Kusebutkan namanya. Untungnya belakangan dia tidak ada lagi di sana. Jadi aku bisa melobi orang lain untuk memindahkan peralatan produksiku yang nilainya puluhan juta dollar itu.

__ADS_1


__ADS_2