
Kulihat Andrew mengobrol dengan banyak orang seperti biasa. Aku maju mundur ingin menyapanya tapi takut dia merasa terganggu.
Jangan jadi pengecut Monica! Dimana rasa percaya dirimu yang selalu kau banggakan. Jika meminta menjadi partnernya di acara ini saja kau tak bisa kau lebih baik pulang dan tidue saja di rumah.
Kuberanikan diriku maju ke depannya.
"Andrew,..." Dia melihatku seperti biasa.
"Monic. Kau mengantikan Eliza. Aku sudah mendapat telepon darinya tadi."
"Ehm iya, aku agak kurang familiar dengan tamu-tamu di sini. Boleh aku ikut denganmu."
"Tentu saja." Penerimaan mudahnya membuatku tersenyum sekarang.
__ADS_1
Aku berdandan dengan cantik hari ini, bahkan aku meminjam baju formal Eliza untuk ini. Gaya Eliza selalu dengan garis-garis rapi elegan, warna-warna gelap, monokrom jika tidak dia memakai putih atau biru. Dia sangat anti warna peach yang kucintai dengan segenap hati atau motif ramai penuh warna. Aku merasa pucat dengan baju warna monokrom ini.
"Kau kelihatan berbeda hari ini?"
"Ehm maksudmu." Aku sudah besar kepala dia ingin memujiku cantik, tapi ternyata bukan itu yang terjadi.
"Kau biasa memakai warna-warni, sesuatu yang berwarna bagus, memakai abu-abu dan hitam hari ini?" Ternyata dia menyadarinya. Aku mau tak mau meringis lebar.
"Aku meminjam baju Eliza, aku takut bajuku dianggap tidak sesuai dengan acara ini." Aku berlaku jujur saja padanya, warna-warna favoritku mungkin bukan warna yang pantas dipakai di acara resmi seperti ini.
"Iya baiklah." Aku mengikutinya menyapa orang-orang, biasanya Eliza yang melakukan hal ini sekarang aku. Dan senang mendapatkan pujian dari orang-orang tentang kecantikanku tentu saja saat aku dikenalkan sebagai adik Eliza, tapi sekali lagi, Andrew sendiri tidak pernah melihatku secara luar biasa. Mungkin dia sudah biasa melihatku dari aku kecil, tak ada lagi yang istimewa atau mengejutkan.
"Kali ini aku merasa berjalan di samping tuan putri kerajaan atau semacam misa universe. Banyak sekali yang terpesona padamu." Dia tersenyum padaku sekarang. Aku jadi takut itu sindiran bahwa aku mengambil sorotan darinya.
__ADS_1
"Apa kehadiranku agak menganggu?"
"Tidak. Hanya aku tak terbiasa banyak mendapat banyak perhatian dan pertanyaan hari ini ketika membawa tuan putri sepertimu." Aku tertawa kecil.
"Eliza mungkin akan mulai menyerahkan acara-acara ini padaku. Dia akan fokus ke bisnis kami di DC."
"Iya aku mendengarnya, tak apa aku akan selalu di sini. Tugas kita ini adalah menyatukan orang-orang, membuat mereka merasa diterima. Kita belum bisa mengambil keputusan seperti senior-senior, tapi jika ada permintaan kita akan mendengar dan menyampaikan. Karena kau seorang pebisnis nanti Albert akan menyampaikan padamu jika dia ingin misal kau mengundang seseorang atau mencari tahu tentang sesuatu."
Aku mengangguk dan mendengarkan ketika dia menjelaskan ini. Eliza juga menjelaskan hal yang kurang lebih hampir sama dengan yang kudengar dari Andrew.
"Iya aku mengerti, jika aku salah bicara beritahu aku oke."
"Tentu saja." Sembari menatap mataku matanya tertuju kepada seseorang. "Ternyata dia datang. Tadi aku tak melihatnya." Aku mengikuti pandangan matanya. Dan segera aku tahu siapa yang dia maksud.
__ADS_1
"Anna Winslow?" Gadis blonde assisten Alexsey itu nampaknya mengantikan Tuannya yang tidak datang. Lipstick merah menyala dan gaun merah itu, dia membuat orang yang mencarinya bisa mengenalinya dari jarak ratusan meter.
"Aku ingin bicara dengannya. Kau tunggu di sini oke." Dia terbang secepat kata-katanya pergi.