
Generator industri besar dengan panjang hampir 15 meter dan lebar 15 meter, dengan tinggi 6 meter itu tampak menakutkan berderet di ruangan silo besar itu.
“Aku perlu mempelajari sistem kerjanya sebentar.” Hendry menemukan manual pengoperasiannya. Sementara yang lain mengawasi sekeliling mereka. Memeriksa ruangan itu dengan teliti untuk mengeliminasi bahaya tersembunyi.
“Seseorang mengatakan ada suara dentuman tadi, kalian baik.” Andrew mengecek di radio komunikasi mereka.
“Kami menerobos pintu dengan peledak, Hendry sedang belajar menyalakan turbinnya. Semua baik.” Laporan itu terlihat baik bagi semuanya. Andrew dan yang lain sedang mengecek dan mencoba membajak truck yang terparkir disana.
Rupanya kepala geng bernama John Griffle itu cukup terampil melakukan pekerjaan bongkar membongkar pintu dan menyalakan mobil tanpa kunci.
“Kali ini ketrrampilanmu itu digunakan pada tempatnya.” Andrew menyindir John yang hidungnya pernah dipatahkan De Angelo itu sambil tersenyum.
__ADS_1
“Senang bisa membantu Pak.” John nampaknya senang bisa berguna diantara para pasukan elite itu. Satu orang lain yang termasuk bawahan Griffle juga ternyata melakukannya dengan baik.
“Kalian coba nyalakan empat unit, bawa ke pintu masuk sana. Pastikan bensinnya penuh. Kami mengawasi keadaan. Kau atur pekerjaan mereka” Andrew memerintahkan ke John Griffle.
Dengan tiga orang prajurit khusus mengawasi, sementara sipil dibawah pengarahan John, nampaknya semua berjalan dengan lancar.
“Aku melihat sesuatu bergerak tadi. Aku tak yakin apa, tapi pergerakannya cepat. Dia menghilang di samping bangunan sebelah barat tempat generator berada, lebih dekat kalian kurasa” Paul melapor melalui radio komunikasi mereka.
Zombie bergerak selangkah demi selangkah bahkan diam jika mereka sedang tidak berburu, jika berlari mengejar mangsa pun mereka tidak terlalu cepat, mereka hanya punya levelenergi yang rendah, jika kau tidak terluka atau cukup tenang kau bisa menghindar dari mereka, kecuali mereka baru makan daging mentah. Mereka punya cukup energi untuk bergerak cepat.
“Oke boss!” Alan adalah penempak jitu, dia membawa senapan laras panjang andalannya ikut berburu bersamanya.
Keadaan masih tenang selain bunyi salah satu mesin mobil dihidupkan. Generator masih menunggu Hendry selesai mempelajari manualnya. Sementara Alan sudah menempati posisinya di menara pengawas. Dalam lima belas menit kemudian dia sudah melapor.
__ADS_1
“Ada infected di sebelah utara, tapi dia berdiri mengawasi ditempat tersembunyi. Kenapa dia mengawasi aku tak tahu. Biasanya infected yang kita temui langsung mengejar yang ini mengawasi ke arah rumah generator, dia mengawasi arah Paul.”
“Apa yang ini bisa berpikir karena kelebihan gizi, jadi seperti binatang predator mengikuti insting berburu dan mengenal rasa takut?” Itu penjelasan soal mutasi yang dipikirkan Andrew.
“Aku ingin kalian melakukan pengetesan. Paul kau bisa maju keposisi yang ditunjukkan Alan. Kita lihat apa dia menghindar atau malah menyerangmu. De Angelo satu orang gantikan posisi Paul. Kalau dia bisa menghindar , kita perlu melapor ke pusat. ” Zombie yang bisa berpikir dan pintar jelas sebuah bencana. Tak ada yang menginginkan diintai oleh pemangsa cerdas yang menjadikan dagingmu tujuan hidupnya.
“Copy. Luc, gantikan Paul didepan.” De Angelo sang wakil kapten menjawab perintah.
“Oke maju ke 100 meter arah jam 9 Paul. Dia ada dibelakang sebuah kontainer putih bertulis A6.” Alan memandu Paul sementara yang lain menunggu perkembangan.
Alan mengikuti pergerakan mahluk itu, gerak geriknya seperti manusia. Dia bisa mengamati mangsanya, melihat mangsanya dalam mode bersenjata, mahluk ini punya kesadaran bukan insting saja, apa mereka juga punya kesadaran bahasa, atau mungkin yang ini masih sadar?
“Boss dia menghindar mundur bersembunyi di belakang container. Dia sepertinya tahu dia tak akan menang melawan Paul.” Alan di ketinggian melapor.
__ADS_1
“Aku perlu sambungan ke kontrol operasi.” Andrew langsung memutuskan melapor.