BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 113. Javier Help


__ADS_3

"Javier, aku mau konsultasi." Sore itu aku masuk dan duduk di ruangan Javier yang nyaman itu dengan muka kacau.


Dia tersenyum kecil padaku.


Sofa yang ada di ruangannya itu memang nyaman. Aku belum pernah kesini. Baru sekarang kusadari ruangannya memang enak untuk mengobrol. Wanginya menenangkan, dia bahkan menambahkan bunga liar yang dipetiknya sendiri entah dari mana. Aku memperhatikan itu hellebore dan cabang cabang winter berry yang disusunnya sedemikian rupa dalam sebuah pot besar. Cantik sekali. Bahkan entah bagaimana dia bisa membawa hellebore itu dengan akar-akarnya.



"Kau punya banyak bakat. Kau yang merangkai ini." Hellebore memang bisa mekar di musim dingin. Tapi usaha membawanya ke dalam ruangan ini pastinya ekstra.


"Itu sebuah bukti walau di musim dingin tetap ada kehidupan yang bisa berbunga dan berwarna, alam memberikan contoh. Kau hanya perlu sedikit usaha menemukan keindahannya."


"Ini memang indah. Aku biasanya hanya melihatnya sebagai tumbuhan liar."


"Ohh ada hybrid varieties yang punya warna. Tapi tentu saja cuma ada yang liar disini." Dia ternyata suka tanaman dan berkebun.

__ADS_1


"Aku baru tahu. Kau semacam tukang kebun profesional juga."


"Aku hanya suka memperhatikan tanaman, itu sederhana, dan membantu pikiranmu agar tetap sederhana melihat segala sesuatu."


"Mukamu kacau sekali, lihat mata sembabmu itu." Dia duduk didepanku, mengeluarkan sesuatu dalam lacinya. Coklat! Mataku membulat. Darimana dia mendapatkannya.


"Itu coklat." Dia memberikannya padaku yang kuterima dengan senyum lebar."Untukku?"


"Tentu saja untukmu."


"Tidak, kau cuma dapat jatah satu." Aku mencebik.


"Pelit, kau bilang aku kekasihmu."


"Kau kekasih yang menyusahkan. Jangan banyak protes."

__ADS_1


"Aku boleh duduk di sini bukan? Pasienmu masih ada? Kata perawat junior di depan sudah tak ada." Aku membuka bungkusan coklat yang diberikannya dengan baik hati itu.


"Tidak, sudah terakhir tadi, kau bebas stay di sini." Dia duduk di depanku. "Ada apa? Kutebak Andrew bicara padamu panjang lebar semalam. Dan kau sekarang bimbang antara mau kembali atau menolaknya.


"Iya." Aku mengakuinya langsung tanpa bertele-tele.


"Kau mau kembali padanya bukan. Tapi semua orang bilang itu perbuatan bodoh dan kau juga tahu setengahnya itu benar."


"Iya begitulah, apa yang harus kulakukan? Apa aku bodoh? Sebelum Bella datang kami baik-baik saja. Tapi aku merasa aku tidak menahannya untuk bersamaku karena aku menyamakannya jika aku bertemu Fred kekasihku yang menjadi korban. Sementara yang lain menyalahkannya karena memyingkirkanku. Aku terjebak di sini dan butuh sudut pandang orang lain?"


"Teman-temanmu mengatakan yang terbaik untukmu, mereka keluargamu, tapi sekali lagi yang menjalaninya kau. Jika kau mau menerimanya, kau mungkin kau bisa mengujinya sampai ke titik di mana teman-temanmu bisa menerimanya, benturkan dia pada masalahmu, benturkan dia pada Susan, pada James terutama, lihat bagaimana dia menyelesaikannya, apa dia mau menghadapi teman-temanmu. Karena kalau tidak dia memang quitter, dia hanya pengecut yang berani memanfaatkan kelemahan perasaaan wanita dan daya tariknya. Lagipula kalian berpisah karena kesalahan di pihaknya." Javier langsung pada inti persoalan tanpa bertele-tele.


Aku merasa benar datang ke sini. Apa yang dia katakan benar, dia harus membayar harga kesalahan yang dibuatnya, bukan hanya padaku tapi pada semua orang yang kuanggap keluargaku. Itu membuktikan apa dia quitter atau berani menghadapi masalah bersamaku. Aku juga tak ingin kehilangan keluargaku karena membela kesalahannya.


"Itu saran yang bagus. Terima kasih."

__ADS_1


"Kau harus menguatkan hatimu sendiri jika dia mencari alasan untuk menghindari masalah. Artinya dia juga quitter. Jika kau tetap maju, tanggung sendiri resiko untuk keputusan berdasarkan perasaanmu."


__ADS_2