
Akhirnya aku menuruti ajakan Alexsey untuk pergi bersamanya. Tapi saat ini, aku menyadari ada dua pengawal yang menemaninya. Tapi kali ini mereka berpakaian bebas.
"Kau dikawal kemana-mana? Apa hidupmu dalam bahaya, ada orang yang mengincarmu?" Dia berurusan dengan apa, kenapa ada pengawal yang selalu menemaninya. Aku penasaran. Aku tak mau juga hidupku dalam bahaya, nampaknya peringatannya soal jangan mengatakan kami berteman kepada Shasha harus di turuti.
"Tidak, hanya untuk keamanan saja. Tak usah khawatir. Ayo masuk mobil." Kali ini dia mengemudi sendiri, pengawalnya mengikuti di belakangnya, jika dia tidak punya hutang budi denganku, aku tak akan mau menanggapnya teman dan semobil sendiri seperti ini dengannya.
"Kau di sini tanpa keluarga, atau Ibumu disini? Kau jauh sekali dikirim sekolah asrama ke sini dari Moskow? Kenapa tidak ke negara Eropa lebih dekat?" Aku akhirnya tak bisa menahan pertanyaan yang sudah lama ada di pikiranku.
"Ibuku sudah meninggal saat aku masih bayi, aku sebenarnya diasingkan oleh Ibu tiriku ke Montreal, jadi aku awalnya cukup sulit untuk menerima kenyataan itu..." Sekarang aku mengangga dengan perkataan terus terangnya. Ohh aku ingat dia pernah mengatakan dia diasingkan oleh Ibu tirinya.
"Kau diasingkan oleh Ibu tirimu?"
__ADS_1
"Iya, diasingkan. Ibu tiriku ingin putra kembarnya lebih diperhatikan oleh Ayahku, adik tiri kembarku berbeda dua tahun dariku, karena aku sudah menguasai bahasa asing sejak dini, dia punya alasan agar pendidikanku lebih baik ke Ayahku, tapi sebenarnya aku di asingkan, aku dikirim ke sini sejak umur 13 tahun."
"Astaga..." Tak heran jika saat itu Alexsey sepertinya ringkih sekali. Umur 13 tahun diasingkan di benua lain. Yang dia alami pasti tidak mudah. Tanpa keluarga dan merasa dibuang.
"Ibu tirimu itu jahat sekali."
"Tak apa, itu sudah cerita masa lalu. Pasti ada satu bagian dalam hidup kita yang berat. Saat itu, masalah itu tidak membunuhku, aku bertahan sampai saat ini, dan sudah berjanji satu hari saat aku akan kembali, aku akan mengambil lagi apa yang jadi milikku."
"Sekarang Ibu tirimu masih hidup?"
"Tentu saja, orang jahat hidup lebih lama dari orang baik." Sekarang dia malah bisa menertawakan keadaannya. Aku diam melihat ketenangan bicaranya. Melihatnya yang dengan tenang mengemudikan mobilnya seakan pembicaraan ini tidak ada pengaruhnya apapun.
__ADS_1
Ya dia sudah menjalaninya sejak dua puluh tahun yang lalu. Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu bertambah kuat.
"Ibu tirimu tidak terpengaruh kau punya bisnis di sini."
"Hmm... tidak, anaknya menguasai Eropa Barat dan Eropa Timur, dia tak perduli bagian kue kecil yang kupegang. Yang dia perdulikan adalah anaknya memegang perusahaan yang jauh lebih besar dariku."
"Kue kecil..." Dia memegang sebuah perusahaan farmasi besar dan kukiran dia punya bisnis bidang finansial juga, jadi bagi mereka itu kecil? Nampaknya Mafia Rusia ini benar-benar oligarki yang makmur di Rusia sana, mereka punya tiga cabang besar.
"Ya perusahaanku dibanding dengan valuasi yang mereka pegang tidak sebanding, makanya dia membiarkanku hidup dengan aman di sini."
"Lalu kenapa kau butuh pengawalan, apa Ibu tirimu masih menganggumu?" Aku benar-benar penasaran ke Ibu tiri kejam itu sekarang, dia benar-benar tak punya hati mengirim anak umur 13 tahun ke seberang benua.
__ADS_1
"Kau sangat cerewet, ..." Dia tertawa, tak menjawab pertanyaanku. "Kau nampaknya kebalikan dariku, kau terlahir di keluarga yang stabil, kakak-kakakmu memperlalukanmu bagai permata." Malah mengalihkan pembicaraan ke hal lain.