
Aku beralih ke sampingnya, tadi aku hanya menggodanya, selanjutnya aku hanya membantunya tanpa ingin menggodanya lagi.
"Ku wash lap supaya kau lebih nyaman oke? Besok pagi kuminta perban anti air biar kau bisa mandi. Tapi berhati-hatilah supaya tidak bergerak terlalu banyak."
"Iya, besok aku bisa sendiri."
"Tak apa jika kau ingin aku membantu, kau terluka karena aku." James membiarkanku melakukan semuanya tanpa menginterupsi, dan akupun tidak bersikap genit lagi padanya. Walau dalam hati aku senang bisa merawatnya tapi aku tidak menunjukkannya.
"Tanganmu." Aku membantunya memakai kemeja bersih, menarik baju pasien itu dari bukaan sampingnya dengan mudah. Dan sekarang bagian boxernya.
"Aku bisa sendiri." Dia langsung menyetopku.
"Kenapa kau takut sekali padaku." Aku malah tertawa melihatnya. Dia kembali tak menjawabku. "Tarik selimutnya ke atas sedikit, aku akan menaikkannya aku membantumu menarik satu sisi kiri, kau dari dalam oke." Aku berkompromi karena dia tidak ingin aku melihatnya.
James bergerak dengan canggung ketika aku membantunya.
Kenapa, dia begitu canggung? Kau tak tahu pikirannya. Mungkin kami sudah mengenal satu sama lain terlalu lama atau karena embel-embel aku adik sahabatnya. Entahlah, aku tak tahu. Mungkin kedekatan seperti itu terlalu banyak untuk ditanganinya sekarang. Tidak di sini, tidak sekarang.
Akhirnya acara penukaran baju itu berhasil dilewati tanpa insiden apapun.
"Sudah, ini obatmu." Kuberikan obat ke tangannya.
"Thanks." Dan tersenyum untuk kata terima kasihnya.
"Kau perlu bantuan yang lain."
__ADS_1
"Tidak, ini sudah. Kau juga perlu istirahat."
"Ya baiklah. Kau lapar? Aku akan mencari sesuatu di dapur untukmu."
"Tidak, obat ini masih membuatku mengantuk. Ini cuma tergores kau tak perlu khawatir. Aku usahakan bekerja besok. Walau aku tak bisa masuk ruang operasi, besok ada kadatangan pengungsi, pasti klinik umum mengantri." Dia selalu serius soal pekerjaan seperti biasa.
"Baiklah, aku akan mengecekmu besok pagi oke. Istirahatlah."
\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari aku mengeceknya. Dia benar-benar ingin bekerja. Aku membantunya memakai baju kemeja kerjanya setelah membantunya menganti perban bersih. Lainnya dia tak membiarkanku membantunya.
"James kau yakin bisa bekerja?" Gerakannya masih terbatas harusnya.
"Bisa, jika hanya memeriksa di klinik umum, atau melakukan pekerjaan administrasi tak memerlukan gerakan yang banyak. Aku tahu batasnya." Dia tersenyum padaku. "Sekarang aku punya perawat pribadi nampaknya. Kau cerewet sekali."
"Bukan karenamu, tapi orang gila emosional yang memegang pistol. Ayo, shitf pagi sudah mulai."
Dia tampak biasa saja berjalan. Michelle melihatnya berjalan bersamaku menghampirinya.
"Dokter James. Kau bekerja?"
"Iya, aku baik-baik saja. Tak betah di kamar."
"Kau yakin Dok. Padahal baru kemarin kau tertembak."
__ADS_1
"Iya aku tak apa."
"Kudengar ini karena menyelamatkan Jen, rupanya kalian memang sangat dekat." Apa hubungannya menyelamatkan seseorang dengan kedekatan.
Kurasa ini sindiran, apa gadis ini punya masalah denganku? Cemburu aku diselamatkan oleh James mungkin.
"Apa hubungan menyelamatkan seseorang dengan dekat dengan seseorang." Sekarang aku bertamya padanya.
"Tidak, kudengar Jen jadi perawat pribadi dokter James sekarang. Pasti menyenangkan Jen." Aku belum sempat menjawabnya. Sekarang James berhenti di depannya dan melihat Michelle.
"Sebenarnya kau mau apa bicara begitu?" Nada tidak senang ada di pertanyaan James.
"Tidak, aku hanya bilang nampaknya Jen sudah berubah status.Aku hanya merasa bodoh selama ini. Jen ini yang katanya hanya teman, satu-satunya orang yang mengikutimu dari kota sebelumnya. Kalian bilang kalian tak ada apa-apa, dan aku seperti orang bodoh yang percaya itu."
"Memang kami teman dekat karena aku sudah kenal Jen bahkan sejak dia lahir. Dan aku tak perlu menjelaskan hubungan pribadiku padamu. Kau menghabiskan waktuku."
James berbalik pergi setelah mengatakan itu. Aku mengikutinya. Aku juga tidak ingin membahasnya. Kurasa kami memang tak perlu membahas hubungan kami karena orang luar tak penting seperti Michelle.
"James, aku ke Emergency dulu."
"Iya."
Dan kurasa kami menganggap kejadian itu tidak ada kemudian.
Martha datang padaku sorenya.
__ADS_1
"Jen, Michelle itu sedang bermasalah denganmu?"