BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 178. It's Me 1


__ADS_3

Kami kembali ke El Paso setelah penugasan singkat itu. Gilbert juga kembali ke kesatuannya di Florida.


Hari-hari berlalu sibuk tapi terasa normal, tapi semua berjalan dengan baik bulan-bulan belakangan.


"Mereka sudah mulai membersihkan interstate road. Katanya sekarang sudah 70% rampung, pemindahan barang interstate sudah berjal


an lagi, kita bisa mendapatkan barang yang ada di Interstate lain. Kita akan bisa mendapat gaji kurasa walau tak besar tak lama lagi. Pemerintah sudah menjalankan lagi perdagangan antar negara sekarang." Noah mengatakan itu saat kami makan siang.


"Nampaknya semua akan menjadi baik." Susan menanggapi. "Hmm... kapan kita bisa jalan-jalan ke pantai lagi."


"Iya lama sekali kita tidak melihat pantai, kemarin kami pikir di Florida bisa melihat pantai, tapi kemudian ternyata kami hanya sebentar di sana."


Akan menyenangkan bisa naik mobil dan pergi ke bagian lain US di bagian tengah yang kering ini kau hanya menemukan tanah dan pegunungan. Tapi apapun itu, aku senang dengan keadaaan sekarang yang jauh lebih membaik.


Kali ini James bersamaku ke rumah melihat Mom. Dia menjadi calon menantu yang baik yang sering melihat Mom dan mengajaknya mengobrol.


"Sepertinya ada tamu, siapa malam-malam begini."


"Entahlah mungkin teman Mom." Terdengar Mom bicara dengan seorang wanita. Aku masuk ke dalam rumah.


Yang kulihat pertama adalah Mom dan dua orang yang membelakangi pintu.


"Mom ada tamu ... " Dan dua orang itu berbalik.

__ADS_1


Dalam mimpiku aku belum pernah membayangkan ini. Pria itu adalah Fred.... dan Ibunya. Aku pikir aku bermimpi, ini tidak mungkin.


"Jen..." Dua tahun aku berpikir dia sudah meninggal dan tiba-tiba dia muncul di depanku. Dua setengah tahun dia menghilang, dan sekarang dia tiba-tiba muncul. Aku masih berpikir aku bermimpi. Aku diam tak bisa bergerak hanya melihatnya lama.


"Aku minta maaf baru bisa kembali sekarang." Tapi dia bicara. Jadi ini kenyataan.


"Fred?"


"Ini aku..." Aku merabanya dan tahu dia nyata. Air mataku menetes begitu saja. Dia memelukku begitu saja. Pelukan ini. Ini benar-benar dia.


"Kenapa... Kenapa kau tidak memberi kabar sedikitpun? Kenapa?"


"Aku baru memperoleh ingatanku. Maafkan aku -maafkan aku..." Baru memperoleh ingatannya! Aku berjuang menerima kalimat itu.


Fred melihat James, dia memang tak pernah melihatnya.


"Ini kekasihmu..." Aku melihat kepada James. "Brother, terima kasih sudah menjaga Jen." Dia mengatakan itu pada James. Mereka berjabat tangan, itu sangat canggung.


"Kau sudah kembali. Dia dulu menangisimu siang dan malam karena kehilanganmu." Fred melihatku. Entah bagaimana aku menghadapi kenyataan ini sekarang, di saat sudah ada James di sampingku. "Kurasa, sekarang dia lega..." Dan James mundur begitu saja.


"James..." Seperti tanpa beban James tersenyum padaku.


"Tidak... bukan begitu. Aku di sini mungkin tak bisa lama. Aku ingin membawa Ibu ke Dallas. Aku punya istri dan calon bayi ..."

__ADS_1


Dan aku dihadapkan pada kata-kata baru lagi. Istri dan calon bayi...


"Itu...bagus." Aku berkata pelan.


Jika dipikir-pikir dia selalu ingin punya bayi dari dulu, memintaku segera menjadi istrinya saat aku belum siap melepas hidupku.


"Bisakah kita duduk." Ibu melihat kami semua begitu tegang.


Dia duduk bersama Ibunya di depanku, sementara aku duduk bersama James. Semua orang diam, tak tahu bagaimana memulai pembicaraan ini.


"Bisakah kau cerita pada kami kau dimana beberapa tahun ini." Ibu akhirnya memulai pembicaraan.


"Aku saat itu kecelakaan di daerah pedalaman Dallas, menurut Ayah istriku yang menemukan aku, mungkin 8 hari setelah Dallas ditutup, aku ditemukan di sebuah mobil terbalik di dekat ranch mereka, sampai sekarang aku tak tahu kenapa aku bisa sampai disana, aku ingat aku dirampok sebelum itu tapi kenapa aku ada di mobil itu aku benar-benar tak tahu, saat itu aku hanya membawa baju di badanku, mereka tak menemukan indentitasku, kepalaku luka parah dan di rawat dokter lokal yang berlindung di ranch terpencil itu, disana ada perkebunan dan perternakan, dunia tambah chaos, mereka memasang pagar pembatas kuat sehingga kami bisa bertahan selama bertahun-tahun, kami baru tahu dallas sudah aman tìga bulan lalu, aku tak pernah ingat siapa aku sampai beberapa minggu lalu... Lalu aku mendengar Interstate sudah bisa digunakan... dan aku kembali."


Aku diam, tak bisa bicara soal kenyataan ini. Mungkin takdir aku dan Fred tak bisa bersama sampai kapanpun. Kami dipisahkan dan memang tak berjodoh.


"Bagaimana kabarmu..." Dia bertanya padaku sekarang. Aku mencoba tersenyum.


"Aku baik-baik saja, dua tahun ini aku bersama militer pergi ke berbagai tempat di US, kemarin kami baru kembali dari Kanada, aku sangat senang kau baik-baik saja..." Apa yang bisa kukatakan lagi. Dia ternyata selamat, aku senang, tapi kami bukan yang dulu lagi. Semuanya sudah berbeda. Keadaan tak lagi sama.


"Selamat kau akan punya bayi." Aku tersenyum padanya. Setidaknya itu yang selalu dia harapkan dari dulu, punya keluarga, istri dan anak-anak. Dia memang Fred yang punya mimpi sama.


"Aku senang kau terlihat sehat, punya seseorang yang menjagamu. Dokter James, dia kadang keras kepala bukan."

__ADS_1


"Sangat menyusahkan,... Tak usah dikatakan dan diragukan lagi lagi. Tapi mungkin aku sudah terbiasa menghadapinya dari lama. Selamat atas calon bayinya semoga dia lahir dengan sehat nanti." James tersenyum pada Fred. Nampaknya dia lega karena Fred sudah punya keluarganya sendiri. Dan mungkin bisa dibilang James mengenalku lebih dulu dari Fred


__ADS_2