
Gilbert Gillian memandangku dengan wajah datar. US dan Rusia akan selalu punya hubungan anjin*g dan kucing di pandangan siapapun. Dan awalnya kamipun kurasa begitu apalagi dia berasal dari latar belakang militer.
Kami sudah tak menyukai begitu mendengar nama satu sama lain
"Jadi kalian kekasih sekarang, kau rela kehilangan labmu karena Monica." Dia memulai dengan pertanyaan meragukan. "Kau baik hati sekali, kau tak punya dendam denganku yang menutup perusahaanmu?"
"Apa yang dilakuan Monica untukku di masa lalu lebih berharga untukku, lagipula cara yang dilakukan oleh CEO ku itu memang salah. Aku menerima itu tanpa masalah, kebodohan besar yang dilakukan oleh CEOku dan partner bisnisnya, dan aku yang tidak memperhatikan detail metode yang mereka gunanakan."
Bagaimana jika dia tahu aku sudah mendapatkan obat itu. Untungnya untuk sementara walaupun pengumuman obat itu nanti keluar tidak akan ada namanya atau CSL Group disana, setidaknya dalam beberapa saat ini Gillian tak akan tahu bahwa dia yang menemukannya. Mungkin di tahun-tahun mendatang aku akan memberitahunya dan saat itu hubungan kami mungkin sudah lebih baik.
"Kau nampaknya sangat menghargai Monica. Kenapa? Apa masuk lingkungan ini sangat menguntungkan buatmu?" Nadanya masih menyelidikiku.
"Kakak ipar, Mafia Rusia ini bisa dipercaya. Aku percaya padanya. Hubungan kami murni dari apa yang terjadi di masa lalu. Bukan soal keuntungan. Jika dilihat sekarang aku lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya." Monica membelaku di depan Gillian.
"Aku serius dengan Monica, mungkin sebelumnya aku banyak melakukan kesalahan tapi aku di sini berani bertemu kalian adalah bukti keseriusanku."
"Kata Monic kau memiliki masalah dengan keluargamu, bisa kau ceritakan lengkap kepada kami?" Eliza bertanya dan sekarang aku bercerita lengkap tentang apa yang kuhadapi saat ini, mungkin kenyataan bahwa aku sedang menjadi calon utama pimpinan CSL Group nampaknya menarik minat Gillian.
"Benarkah, kau calon utama pimpinan. Aku tahu CSL Group."
"Kansku besar, itu sebabnya Ibu tiriku kemarin ingin menbu*nuhku."
"Membun*uhmu?!" Baik Gillian dan Monica bertanya bersamaan. Sekarang giliran Monica yang menceritakan peristiwa penabrakanku dan kenyataan bahwa aku telah bersiap untuk itu.
"Jadi sekarang para penabrakmu itu dipenjara."
"Tadinya aku mau mendapatkan pengakuan dari mereka, tapi ternyata mereka tidak diperintah secara langsung, ada calo kasus yang memberi mereka perintah, dari US, dan namanya Snake. Bahkan hanya nomor telepon yang tidak aktif yang menjadi penghubungnya."
"Snake..."
"Iya, Snake..." Entah kenapa kurasa Gillian mungkin tahu sesuatu begitu aku menyebutkan nama itu.
"Apa kau pernah mendengar nama Snake?" Gillian mempertimbangkan sesuatu sebelum dia bicara. "Aku hanya ingin meminta bukti siapa yang menyuruh mereka, itu setidaknya cukup untuk melempar Ibu tiriku keluar dari rumah."
"Kau hanya ingin bukti siapa yang menyuruhmu, tidak berniat melibas semuanya?"
"Melibas semua orang adalah pekerjaan berat, banyak yang harus kuseret dan diurus, aku tak punya waktu untuk kasus antar negara. Yang penting bagiku adalah Ibu tiriku tidak berani menyentu*hku dan orang-orang di dekatku lagi. Aku masih punya banyak pekerjaan untuk dilakukan. Jika kau bisa membantuku ini akan sangat kuhargai, jika informasi ini mempunyai harga aku juga akan membayarnya."
Gillian menatapku dalam diam sebelum memutuskan.
"Baiklah, berikan aku nama-nama orangnya, aku akan menelepon seseorang dulu. Jika dia bisa membantu aku akan memberitahumu."
Ternyata Gillian tahu siapa Snake ini. Aku cukup penasaran apa latar belakang Snake ini sampai Gillian mengenalnya, apa mereka sama-sama orang militer.
Untuk saat ini aku merasa cukup beruntung.
"Kata Monica kau memberinya pengawal? Apa bahaya juga menyasar Monica." Eliza bertanya.
"Sebelumnya tidak karena kupikir Ibu tiriku tidak tahu siapa orang dekatku di sini, tapi kemarin aku bertemu keponakannya yang adalah teman Monica, aku tak bisa menebak pikirannya, dia tak segan mengirim orang untuk mencelakaiku jadi kupikir mempersiapkan semuanya akan lebih baik."
"Ibu tiri yang mengerikan. Kau menduga dia yang mengirim pembun*uh itu padamu."
"Hampir pasti dia. Tak ada orang yang mengancamku lagi selain dia."
__ADS_1
"Jika misalnya kau bisa memenangkan calon pimpinan, apa kau yakin Ibu tersayangmu itu tidak coba mengacau?" Sekarang Gillian yang bertanya.
"Itu sebabnya pergantian pimpinan dilakukan saat Ayahku masih hidup dan semua pemegang saham utama terutama Bibi dan Paman dari Pihak Ayah juga masih hidup, mereka akan memastikan pengalihan pimpinan berjalan dengan lancar."
"Hmm ternyata begitu." Dia mengangguk.
"Jika kali ini aku berhasil membuktikan bahwa Ibu tiriku menggunakan cara kotor. Ini pasti akan semangkin memperlemah posisi adikku juga." Kupikir aku perlu menunjukkan padanya aku tidak akan kalah dalam perebutan posisi pewaris ini.
"Kurasa hal yang dilakukan Ibumu adalah satu hal, tapi kemampuan bisnis jelas hal yang berbeda." Gillian menjadi kritis dengan perkataanku.
"Tentu saja kau benar, tapi aku sudah punya kartu As yang menjamin aku menang, aku hanya disuruh menang tanpa mengeluarkan kartu As. Sekarang aku CEO CSL Technology America, target yang diberikan Ayah padaku adalah mengembalikan nilai perusahaan secepatnya, perusahaan yang merugi besar karena aku tidak fokus pada detail pekerjaan."
"Ohh, benarkah?"
"Kau bisa menyaksikannya sendiri nanti, kenapa aku minta bantuanmu, karena aku tak bisa menuduh ular tua itu tanpa bukti, jika aku melakukan itu, akan berakhir aku yang dipojokkan. Ini juga akan menjaga Monica dari ancaman di masa depan."
"Hmm..." Gillian menggumam mendengarku, nampaknya dia perlu bicara ke Eliza lagi untuk menentukan apakah perkataanku bisa dipercaya atau tidak.
Pertemuan makan malam itu berakhir dan aku sangat berharap Gillian bisa membantuku dalam mendapatkan buktinya.
"Tenang saja, aku akan menelepon kakak nanti meminta bantuan agar kau bisa dibantu."
"Semoga dia mau membantu, dia tahu dengan jelas siapa itu Snake."
"Kurasa dia pasti bisa membantu, jangan terlalu khawatir." Dia diam sebentar. "Sayang karena aku sudah boleh memamerkanmu, boleh aku mengajakmu ke pesta teman-temanku besok malam, kau dulu sering terlihat di sana juga." Dia memasang puppy eyes padaku.
"Pesta? Pesta apa, apa isinya."
"Teman-teman sesama model, kau ingat Stereo Club, mereka mengadakan acara setiap Jumat malam. Aku pernah melihatmu dulu di sana."
"Aku mau pamer aku sudah punya kekasih pada seseorang yang menyebalkan." Dia tersenyum kecil padaku.
"Apa itu perlu?"
"Ya terlihat remeh, hanya aku merasa membawamu itu prestasi yang bisa dibanggakan untuk membungkam mulutnya. Hanya satu kali ini, lain kali aku tak akan ke sana lagi."
"Baiklah. Malam akhir pekan bukan, walaupun aku berpikir itu tak ada gunanya, untuk apa kau membuktikan diri ke orang seperti itu."
"Aku hanya ingin memberinya pelajaran. Dia pikir dia bisa seenaknya berkomentar soal aku dan survivor infected yang tak bisa di sent*uh. Dan kau cukup punya reputasi dengan Anna, orang-orang tahu siapa kau." Dia terlihat terganggu dengan ini.
"Hmm...sebenarnya dulu aku kesana hanya untuk menemani salah satu kolega yang suka sekali melihat wanita cantik. Klub itu memfasilitasi banyak wanita cantik bergabung. Anna jelas ada di sana. Aku tak akan terlibat dengan orang yang jelas mencari perhatian seperti mereka."
"Dulu aku juga mengenalmu. Kau terlihat menyebalkan dengan Anna yang selalu berada di sampingmu." Monica mencibir padaku.
"Bukankah aku keren. Anna juga keren, tipe-tipe yang terlalu tipis jatuh mental melihat dia." Monica tertawa ketika aku mengatakan teman-temannya yang terlalu tipis.
"Aku akui Anna itu sangat mengintimidasi. Dulu aku membenci blondemu itu. Tapi setelah kenal Anna itu punya mental baja. Dia mengagumkan..."
"Dia sudah menghadapi banyak orang, sepertiku hidupnya awalnya juga tidak mudah."
"Sayang hidupku juga tidak mudah." Aku tersenyum pada Monica.
"Aku tak pernah menganggapmu mudah, siapa yang membuatku harus bersabar tiga bulan, cuma kau, kau pikir aku menggangapmu mudah."
__ADS_1
"Perayu, mulutmu itu sangat manis." Dia mencubit hidungku dengan gemas. Aku hanya tertawa.
"Aku hanya manis padamu Svetluny. Baiklah, setelah ini orang seperti itu tak usah kau lihat lagi oke. Sekali saja kita kesana, jangan terlalu lama, tak usah memicu keributan tak berguna. Kau janji."
"Siapa yang ingin membuat keributan, aku hanya ingi pamer, iya ya hanya kali ini, lain kali kita tak akan lagi terlibat hal-hal seperti ini. Terima kasih Tuan Mafia, kau memang manis."
"Dan kau memang tahu bagaimana mamanfaatkan orang." Sekarang dia tertawa senang.
Keesokan harinya kemudian aku menerima beberapa screenshot dari Gilbert. Ini adalah perintah yang 'Snake' terima dari orang yang menginginkan aku celaka.
Sebuah telepon datang padaku kemudian.
"Ini Snake, aku menerima permintaan khusus dari jenderal Gillian soal kasus ini."
"Tuan Snake, terima kasih sudah menghubungiku. Aku sangat perlu informasi ini. Aku tak akan menyent*uhmu, yang aku inginkan hanya siapa yang memberi perintah."
"Perintahnya di pesan itu jelas, mereka ingin kau tewa*s, cacat berat yang menghalangi kemampuan untuk bekerja. Kukira Gillian sudah memberikan padamu screenshot beberapa percakapan yang dikirimkan padaku."
"Memang nomor Rusia, tapi nomor siapa ini sihlakan kau cari sendiri. Aku sendiri tidak repot mengetahui siapa yang memberiku perintah, aku bekerja atas dasar uang."
"Aku mengerti akan kuurus sendiri."
"Ada satu lagi. Info ini hanya terbatas pada korban, artinya kau tidak diperbolehkan menyebutkan aku membantumu di depan orang yang menyuruhku, tapi aku bersedia bicara sendiri ke Ayahmu, kudengar kau punya masalah internal keluarga. Aku tak minta uang atas bantuan ini, tapi anggaplah kali lainnya mungkin aku punya permintaan padamu."
"Ohh begitu. Baiklah. Aku mengerti syaratmu."
"Itu saja. Jika kau ingin memakai jasaku kau bisa bertanya kepada Gillian. Seperti yang kubilang aku dan bossku memilih bekerja berdasarkan uang dan kepentingan orang yang lebih menguntungkan."
"Bossmu?" Snake tertawa.
"Mungkin soal siapa bossku, nanti kau akan tahu."
"Aku mengerti." Snake ini ternyata punya atasan lagi. Sangat menarik. Setidaknya aku punya orang yang bisa melakukan pekerjaan kotor sekarang.
Aku segera menelepon Bibi Irina.
"Bibi, aku mendapat nomor orang yang menyuruh membun*uhku, sangat luar biasa perintahnya adalah tew*as atau cacat berat, ini sangat hebat, nomor Russia, aku harus merepotkanmu memeriksannya."
"Kau mendapatkannya? Hebat sekali? Bagaimana kau mendapatkannya?" Bibi langsung penasaran.
"Aku bertemu orang yang tepat..." Kuceritakan keberuntunganku bertemu dengan Gilbert Gillian dan bagaimana akhirnya aku bisa berbicara dengan Snake.
"Hmm... Baiklah, Bibi akan coba minta seseorang menyelusurinya, ini tak akan mudah Bibi rasa, tapi Ayahmu sudah tahu percobaan pembu*n*uhan yang kau dapatkan. Sebenarnya cukup mudah ditebak, siapa yang mendapatkan keuntungan jika kau dibu*nuh, yang sulit adalah menentukan siapa yang terlibat, karena kalau keluaga Jovovich yang terlibat, akan ada efek yang mereka harus tanggung. Tapi kita lihat saja ini pekerjaan satu orang atau keluarga mereka."
"Kau punya orang untuk membantumu Bibi? Jovovich itu punya jaringan yang cukup mengerikan. Kau yakin bisa menghadapi mereka? Jangan sampai kau membahayakan dirimu menyelidikinya."
"Tenanglah kau pikir selama ini aku pernah mengandalkan mereka, aku hanya pura-pura bergantung pada mereka. Aku punya teman-temanku sendiri."
"Bagaimana pendapat Ayah soal ini?"
"Dia memintaku mengabari perkembangan penyelidikannya, ini sesuatu yang harus dia tahu juga."
"Jika sudah ada hasilnya kau pikir aku harus ke sana."
"Saat Maslenitsa kau harus kesini,itu dua minggu lagi. Bibi rasa sudah ada hasilnya, terserah Ayahmu apa yang ingin dilakukannya."
"Baik, kabarkan aku jika Bibi sudah mendapatkan nama."
__ADS_1
"Bibi akan kabarkan."
Kita akan lihat siapa yang bertanggung jawab.