BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 64. Margarita Jovovich 14


__ADS_3

"Ahh ternyata Alexsey, bagaimana kabarmu?" Seorang wanita yang bermuka manis menyapaku. Aku mendengus kesal.


"Masih hidup tentu saja, sehat, makmur, bahagia seperti blini ini." Aku sengaja mengejek kegagalannya melenyapkanku. "Kenapa kau terlihat tertekan belakangan, apa ada hal-hal yang tak berjalan lancat." Dia melihatku dengan wajah datar, tapi kemudian tersenyum lagi seperti biasa.


"Semuanya berjalan lancar tentu saja. Aku tidak tertekan apapun, bagaimana aku bisa tertekan, ini malesnitsa semua orang bergembira." Ular tua itu berakting seperti biasa, mengabaikan pertanyaanku, wajahnya dipenuhi senyum seakan matahari musim semi terbit di sana.


Itu sikap normalnya jika ada Ayah disini, aku pernah beberapa kali mengatakan dia memperlakukanku buruk di masa kecilku dan Ayah tak percaya, berkali-kali mencoba untuk mengatakan sesuatu pada Ayah ahwa aku diperlakukan dengan buruk selama waktu Ayah pergi dan dia akhirnya sukses menyingkirlanku ke sekolah asrama Kanada.


Sejak itu aku tak pernah bisa mencoba lagi.


Ruangan keluarga besar ini, dengan pilar-pilar dinginnya tak pernah menjadi rumah untukku. Ayah yang terlalu sibuk dan jarang berada di rumah, Ibu tiri yang membenciku dan ingin membuangku ke sudut tergelap.

__ADS_1


Setelah beberapa setelah aku bertemu Svetluny akhirnya aku menerima aku dibuang ke Canada, aku mulai menyadari ada baiknya aku tak menjadi duri di sana, dan dengan cepat bisa belajar berjalan sendiri di dunia luar, saat aku kembali bertahun-tahun kemudian.


Aku bisa bangga bahwa sudah ada sen yang kuhasilkan sendiri saat belum berusia delapan belas tahun. Saat bisa mengembalikan uang Bibi lima tahun kemudian, aku sudah punya bisnis yang berkembang dan assetku sendiri.


Dan saat itu aku bisa memamerkan sayapku yang sudah tumbuh.


"Kalian semua sudah pulang bersamaan, Ibu senang sekali." Dia duduk di meja makan besar itu, mengedarkan senyumannya. Bersikap aku adalah anak-anak yang mencintainya tanpa dibedakan. Drama yang dimainkannya setiap aku pulang, karena aku tak bisa dibully lagi sekarang.b


"Aku benar-benar tak tahu apa yang kau bicarakan Alexsey. Aku turut prihatin dengan apa yang menimpamu. Tapi menuduh seperti itu membuat Ibu merasa sedih. Bagaimana kau bisa membuat tuduhan semacam itu." Aku menatapnya dengan muak, penyihir tua ini membuatku ingin menunjuk wajahnya dan meluapkan semua perkataan kotor.


"Ohhh kau sedih, ... Kurasa sedih karena rencanamu kacau. Kau mau mengatakan hal seperti itu bukan?" Sementara aku mencercanya terang-terangan Sergie dan Victor tak berani bersuara. Sekarang dia berdiri.

__ADS_1


"Apa kau punya bukti dengan semua tuduhanmu itu?!" Rupanya dia melayani tantanganku. Dia berpikir Ayah masih akan membelanya dan tak percaya padaku.


"Bukti?" Aku menyilangkan tanganku ke depan dada. Menghela napas. "Kau rupanya merasa menang aku tak punya bukti?" Mengangkat alis dan tersenyum padanya.


"Kau..!"


"Kau apa?" Aku mendengus melihat dia tak bisa membalik tuduhanku.


Snake yang menjadi 'calo' pekerjaan mengatakan padaku, sejak awal orang yang menghubunginya sangat berhati-hati untuk tak mengungkapkan indentitasnya. Orang yang menghubunginya jelas tahu cara melakukan pekerjaan kotor.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2