
"Akhirnya aku bisa punya kekasih lagi dan mengumumkan ke semua orang,..." dia tersenyum lebar." Aku senang melihatnya tersenyum bwgitu bahagia. Dia memelukku dengan wajah penuh cinta dan aku senang bisa berjumpa lagi dengannya.
"Aku memang kekasihmu." Sekarang ciumanku mengapainya. Senang bisa mendapatkannya dalam pelukanku lagi sekarang. Setelah hampir dua minggu ini aku rasa jauh lebih baik kami tak bertemu karena aku sadar aku sedang diawasi.
"Apa yang akan kau lakukan pada orang-orang itu?" Dia bertanya sambil menatap dengan prihatin ke lukaku.
"Aku menangkap mereka hanya untuk menunjukkan kepada Ayahku bagaimana kelakuan istrinya itu. Istri yang berpura-pura menyayangi anak-anaknya tapi di belakang Ayahku dia mengirim pembunuh untuk membunuh salah satunya."
"Jadi kau segera akan ke Moskow." Mungkin dia takut aku tak kembali lagi, padahal aku tak akan pernah meninggalkannya.
"Iya, segera setelah aku bisa mengumpulkan semua bukti, menerima pengakuan, aku akan kembali ke Moskow. Mungkin dalam tigĂ atau lima hari lagi." Kujelaskan tujuan kepergianku padanya. Yang jelas aku akan kembali lagi.v
"Ibu tirimu itu sangat jahat." Dia memang jahat padahal seumur hidupku aku tak pernah melakukan sesuatu untuk mengusiknya. Tapi dia memperlakukanku seperti musuh yang harus dibasmi keberadaannya.
"Dia memang jahat, tapi aku selalu punya pembela luar biasa yang membuatku selalu merasa kuat." Jika tak ada Svetluny-ku aku tak akan pernah belajar membela diriku, ini adalah hasil belajar dan bertahan selama 20 tahun. Dia memelukku dengan erat, aku juga memeluknya. Lega aku bisa melewati jam-jam kritis di bawah todongan senjata dan kembali ke pelukannnya.
"Tapi kekasihku sedang terluka, aku akan merawatnya baik-baik sekarang." Perkataannya itu memiliki arti ambigu untukku. Pandangannya menyusuri kulitku yang terbuka dibawah bath robe. Svetluny-ku ini sedang mengambil kesempatan untuk menggodaku sekarang. Dan aku senang dia melakukannya.
"Baiklah, bagaimana kau akan merawatku." Sekarang jarinya mengambil tindakan.
"Hmm pertama aku harus memeriksa apa ada luka lain dulu selain di kepalamu yang terbentur." Aku meringis ketika dia membuka bath robe-ku. Dan tangannya masuk dan menyusuri kulit tubuhku. "Nampaknya semua baik-baik saja kecuali ada satu yang tidak baik..." Aku menyisipkan tangan ke pinggan*gnya dan memberinya ciuman yang dia inginkan. Tub*uhku memempel ke hoodie yang dipakainya, tanganku menyisip ke pinggulnya, mengirimkan tekanan ke inti tubuhnya yang masih terbalut leggi*ng ket*at, sambil memang*ut lehernya.
__ADS_1
"Apa yang tidak baik Svetluny." Kali ini dia kubawa ke dinding dan terpojok di sana. Jarinya masih bermain di kulit le*mbabku.
"Ada sesuatu yang membengkak, apa ini perlu ke dokter." Aku tersenyum, tapi hilang karena berusaha menahan perasaan ingin melepaskan sesuatu yang tertahan ketika jemari itu bekerja. "Sayang kenapa ini tambah bengkak." Tangannya semangkin menjadi-jadi sekarang. Kuci*um dia dengan napas memburu sekarang.
"Bagaimana, kalau kau yang jadi dokternya malam ini. Dokter langgananku sudah beristirahat semalam ini. Kau bisa menyembuhkan penyakit ini bukan." Dan pembicaraan ini adalah untuk memulai diagnosa penyembuhan penyakit yang kuderita.
"Ehm, kata temanku kalau bengkak harus di kompres hangat. Apa itu benar."
"Sangat benar, di mana kita bisa menemukan kompres hangat?"
"Aku tak tahu. Kau punya ide dimana kita bisa temukan kompres hangat sayang." Tanganku menggapai yang kuinginkan. Menggòdanya sehingga napas Svetluny-ku memburu dengan cepat.
"Sekarang kau memang dalam tugas untuk menggobati sesuatu yang bengkak." Dan dia nampaknya sangat menyukai tugasnya itu, dia meminta pekerjaan lagi dan lagi.
"Tuan Mafia Rusia, kau jahat ...apa bengkaknya masih bertahan. Aku sudah berkali-kali lemas karenamu..." Laki-laki mana tak senang mendapat pengakuan seperti itu.
"Ini bengkak akut Svetluny, kau tak merawatnya dengan baik sehingga jadi begini akut. Aku selalu suka bagaimana kau terlihat sepenuh hati merawatnya." Dia cekikikan dibawahku, ketika harus menerima konsekuensi membuat sesuatu membengkak agar mengempis kembali.
"Pasienku bengkak akut dan selalu mencariku. Kau membayarku dengan apa?" Dia protes dengan cara yang lucu.
"Dengan karangan bunga setiap akhir pekan." Sekarang dia tertawa.
__ADS_1
"Kau pasien yang murah hati, aku suka bunganya."
"Dan kau perawat yang terampil sayang. Sebentar lagi bengkaknya akan sembuh." Lenguhan senangnya membuat pekerjaan perawatan rutin itu jadi selesai dengan banyak pujian setelahnya.v
"Kau kesini untuk jadi dokterku bukan. Tinggallah beberapa hari ini, aku perlu perawatanmu. Dalam tiga empat hari aku harus ke Moskow. Aku akan sangat merindukanmu di sana."
"Ehm begitu. Kau harus pergi begini cepat? Kau akan kembali lagi bukan? Kau belum akan menetap di sana bukan?
"Nanti aku akan kembali lagi. Secepatnya setelah aku membereskan ular itu. Belum, masih lama sebelum kita membicarakan menetap di Moskow."
"Jadi begitu."
"Kita akan punya masa depan Svetluny, aku tak akan mengingkari janjiku. Akan kuusahakan apapun untuk membuatmu bahagia." Dia menatapku dengan mata berbinarnya pagi itu.
"Aku menunggu janjimu jika begitu, aku percaya padamu. Kau akan kembali ke sini, dan kita akan menemukan cara untuk tetap bersama."
"Aku akan kembali untukmu, Moonlight."
Sekarang saatnya kita ke Moskow dan menghukum penyihir jahat itu. Anak kecil yang terusir dari tanah kelahirannya sendiri ini akan menuntut haknya kembali.
Janji 20 tahun lalu, akan segera digenapi sekarang.
__ADS_1