
Lanjutttt lagiii zombie, vote dan hadiahnya ke Cold Revenge yaa makasih semua.
\=\=\=\=\=\=\=
Aku tertawa menerima strawberry dan blueberry manis itu.
"Ini kelihatannya enak terima kasih sudah berbagi. Ayo makan, ini hadiah penggemar bukan. Tidak di El Paso atau dimanapun penggemarmu selalu sangat banyak ********." Dia tertawa entah karena aku menyindir penggemarnya atau karena aku memanggilnya ******** seperti masa lalu, senang bisa melihatnya tertawa lagi. Dia memang tampan, tak heran dimanapun dia berada penggemarnya selalu ada.
"Aku mau tracking ke atas besok, katanya perjalanan ke atas sekitar 2 sampai 2.5 jam. Mata air panas terbaik ada diatas sana."
"Aku ikut. Sudah lama aku tak libur sebentar. Kau tahu sepertinya banyak blueberry dan blackberries liar diatas."
"Iya, kita punya pai belakangan, mereka pasti mengumpulkannya di hutan, kurasa kita bisa mencari berry liar di perjalanan."
__ADS_1
"Aku ingat itu pekerjaan kita dulu, kita sangat senang mengumpulkan berry saat musim panas, walaupun setenahnya jadi dimarahi Ibumu karena kau lebih banyak tergores duri blackberries. Tapi setengahnya aku ingat dihadiahi pai dan cake. Aku sangat suka kue buatan Ibumu. Dia masih membuat kue?"
"Semenjak Pighead pergi tidak,... tapi mungkin jika kau memintanya dia akan membuatkanmu." Agak sedih memang, sejak kakakku pergi aku seperti sama saja tidak punya Ibu, tapi mungkin setelah ini selesai Ibu berubah. Hubungan kami sudah membaik. Mungkin jika aku memintanya dia akan membuatkannya.
"Bukankah kalian sudah baik?"
"Hmm iya, kurasa jika aku pulang dia akan membuatkanku." Aku sekarang teringat Mama, mungkin aku masih bisa makan pie blueberrynya. Apa dia di El Paso baik-baik saja. Sekarang aku merindukannya. Aku ingin segera pulang dan bertemu dengannya. Kapan ini selesai.
"Keluargamu yang lain apa baik?" Aku mengalihkan pembicaraan tentangnya.
"Tapi nampaknya kau tak begitu patah hati."
"Apa kelihatannya begitu." Aku malah tertawa.
__ADS_1
"Iya dibanding dengan Fred, kau menangisinya siang malam."
"Fred berbeda, dia dan aku punya sejarah yang panjang. Aku pernah meninggalkannya saat dia melamarku, aku memilih mengejar beasiswaku, aku menghancurkannya begitu jauh, tapi kemudian dia memilih berkompromi bertahun-tahun kemudian asal bersamaku. Banyak hal lagi yang membuat aku mangatakan dia terlalu baik buatku. Tapi takdir mengatakan hal yang lain."
"Aku sangat mengerti perasaanmu. Takdir mengatakan kebersamaan kita dengan mereka cuma sampai di sini. Kita tak berdaya." Kami tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, duduk berdua meratapi nasip kami. Aneh, tapi kesedihan itu menjadi bagian yang manis sebagian walaupun bagian lain tetap pahit, seperti kau sudah terbiasa dengannya dan merasa kau bisa melaluinya. Mungkin perkabunganku mencapai titik akhirnya. Aku sudah puas berkabung untuk Fred dan akhirnya menerima takdir kami.
"Besok kita ke atas oke, hiking dan mencari berries. Aku harus bilang ke wakilku dulu kalau aku juga manusia yang perlu liburan."
Aku tertawa.
"Ya besok ayo keatas."
Sementara hari semangkin petang. Warna merah langit di barat tak begitu menakutkan lagi. Mungkin aku sudah terbiasa dengan penderitaan, semua dari kami yang bertahan sampai sekarang sudah terbiasa.
__ADS_1
Hanya patah hati tak akan membunuh kami.
\=\=\=\=\=