
"Tuan Mitchell, jumlahnya mungkin lebih dari gaji Anda 10 tahun. Anda pasti ingin pensiun dengan nyaman atau membeli sesuatu yang Anda inginkan. Pikirkan itu, atau Anda ingin berlibur ke sebuah tempat tanpa memikirkan uang yang Anda habiskan. Anda dan tim tidak mungkin menyesal dengan penawaran kami."
"Luar biasa... Penawaran yang sangat luar biasa."
"Memang sangat luar biasa." Aku yang sekarang tak punya pertimbangan lain selain memecat dengan tidak hormat pria ini dari kursi kepala cabang.
Sekarang kulangkahkan kakiku dan duduk di kursi kepala cabang. Nampaknya aku dan Mitchell harus tinggal lebih lama di sini dan menjadi kepala cabang sementara.
"Kenapa kau malah duduk di kursiku." Donald melihatku dengan heran. "Tuan Mitchel, bawahan Anda ini tidak sopan sekali."
"Karena aku yang membeli kursi ini untukmu." Dia dan yang lainnya bingung dengan perkataanku. Mitchell hanya tersenyum atas kekagetan mereka, dia yang bicara dan memperkenalkanku.
"Kenalkan Nona Elizabeth Dugard, sekarang kalian mencoba menyuap pemilik perusahaan sendiri, kalian memang sudah tamat." Mitchell yang memperkenalkan siapa aku. Mereka melihatku dengan ekspresi terkejut dan kemudian pucat.
"Nona Dugard..."
"Sungguh mengecewakan Tuan Donald, saya berharap tidak menemukan hal-hal seperti ini saat turun kebawah, Anda membuat saya harus menemukan pengganti dan nampaknya saya harus menggantikan posisi Kepala Cabang. Sungguh mengecewakan..."
"Saya..." Sampai di sini aku sudah cukup mendengar.
__ADS_1
"Wakilmu akan mengantikanmu mulai hari ini untuk semua tugas. Jika kau tidak bekerja sama aku akan menuntutmu dengan rekaman pembicaraan ini. Aku punya banyak cara untuk membuat kalian masuk penjara jika kalian tidak bekerja sama percayalah. Mitchell urus penggantiannya semua..."
"Baik Nona."
"Nona, tolong maafkan saya, pabrik ini sudah seperti runah kedua bagi saya. Saya tak tahu kemana lagi saya bekerja jika Anda memecat saya."
"Jika ini seperti rumah kedua bagimu aku heran kenapa kau berusaha menghancurkannya. Bahkan mengorbankan orang lain, terutama pemilik kapal dan crewnya."
"Nona Dugard, kami semua berjanji ini tidak akan terulang lagi. Tolong beri kesempatan kedua."
"Tidak ada kesempatan kedua bagi kalian, serah terimakan semua pekerjaan kalian, atau kalian akan kukirim ke penjara seperti yang ku katakan barusan. Kalian boleh keluar, aku harus bicara dengan Mitchell."
"Keluar sekarang. Tunggu di ruang meeting keputusanku tidak bisa dirubah lagi!"
"Mitchell panggil wakil dan semua assisten manager. Kita harus mulai mengalihkan pekerjaan ke mereka. Aku akan melapor ke pusat dulu mungkin mereka bisa menemukan seseorang dengan segera yang lebih berpengalaman di pabrik kita yang lain."
Kuputuskan semua masalah sampai disini. Hari ketiga aku disini aku punya timbunan masalah yang harus diselesaikan. Kutelepon Kakak sekarang.
"Kakak, kirimkan aku kepala pabrik yang baru."
__ADS_1
"Apa? Kepala Cabang?" Sekarang dia mendengar apa yang terjadi dengan kepala pabriknya."
"Kau akan dapat kiriman pengantinya segera...Tapi sementara karena musim penangkapan akan segera di mulai kalian harus memastikan semua berjalan. Ini mungkin tak bisa cepat, pengantian tiga orang bukan hal yang mudah, posisi kepala pabrik harus menyaring kandidat berpengalaman. Akan dipertimbangkan secepatnya, tapi tidak mungkin dalam 3-4 hari, minimal paling cepat 2 minggu."
"Aku tahu, aku dan Mitchell akan berusaha menjalankan semuanya di musim ini, jika mereka tak mau kerjasama aku tak akan membayar pesangon mereka. Aku punya cara untuk membuat mereka bekerja dulu."
Aku harus tinggal beberapa saat di Sitka. Kota ini punya pemandangan yang luar biasa di musim semi dan panas. Tapi aku merindukan Gillian dia jauh di DC, jarak kami lebih jauh lagi sekarang.
"Kau lama di Alaska sayang?" Dia meneleponku seminggu setelah aku di sini.
"Iya, menunggu Kakakku mendapat kepala pabrik baru. Entahlah mungkin dua minggu atau paling lama tiga minggu, sedang musim panen herring di sini. Pabrik dalam kondisi tersibuknya."
"Aku akan merindukanmu." Aku tersenyum.
"Jika aku sudah di Montreal kau ke sana oke. Apa ada gadis cantik mengejarmu di sana."
"Banyak ..." Jawabannya membuatku tertawa. "Sebanyak pengemar yang mengejarmu."
Dia manis tentu saja. Walaupun kami terpaut jarak, tak ada yang meragukan satu sama lain.
__ADS_1