
Tiga hari kemudian
4.30PM CST
Berita tentang Dallas semangkin mengkhawatirkan. Di kota berpenduduk 1.4 juta orang itu mangkin banyak serangan sporadis terjadi.
Aku tak bisa tidur tenang. Fred bilang kemarin mereka sudah menjalani pengambilan darah. Hasilnya maksimal tiga hari mereka sudah bisa keluar dari Dallas. James juga mengatakan hal yang sama, tes mulai dijalankan.
Apakah ada cukup waktu? Aku sangat kuatir. Kami semua yang menjalani latihan kombat menjalankannya tiap hari dengan bersungguh-sungguh. Sekarang tak perduli akan rasa letih yang kami rasakan seusai bertugas. Kami dibayangi ketakutan, suatu saat kami akan berhadapan dengan infected tanpa persiapan.
"Ada berita darurat tentang Dallas!"
Kami melihat berita yang tiba-tiba tayang di stasiun televisi. Ada kekacauan orang berlari kesana kemari si tayangan gambar aerial yang diambil entah dari heli atau drone.
"Ini adalah komplek pendidikan dan perumahan Pleasant Grove, kekacauan terjadi disini. Gelombang infected yang nampaknya berasal dari salah satu komplek pemukiman membuat kekacauan di komplek ini. Tentara baru saja masuk, tapi kalian lihat kita menghadapi ribuan infected yang menyerang siapa saja memaksa masuk ke rumah penduduk lainnya. Sampai menyerang para tentara dan polisi..." Penyiar berita mengambarkan tayangan yang kami lihat.
Aku merinding, gambar memperlihatkan orang-orang berlarian dari atas sementara tentara menembaki para infected yang terlihat . Drone aerial itu kemudian memperlihatkan gelombang ratusan infected berlari mengejar sekelompok orang.
Dan kemudian sekelompok mungkin terdiri dari dua puluh tentara berusaha menghentikan mereka tapi jumlah mereka tidak cukup. Mereka di terkam oleh kelompok infected didepan mereka.
"Semoga Tuhan melindungi mereka..."
"Itu area dekat rumahku dulu di Dallas..." Kebanyakan dari kami tak mampu bicara. Itu sekolahku, banyak sekolah disana, sekarang berubah menjadi medan perang. Ada penuh komplek pemukiman penduduk di lingkungan itu. Dan beberapa ledakan kemudian ledakan terlihat di sisi yang lebih jauh. Mereka sudah menggunakan granat.
Area Pleasant Grove Dallas TX
------------
Aku tak bisa membayangkan berapa banyak orang yang terkurung disana dan menjadi korban.
__ADS_1
Dan itu hanya setengah jam dari International Airport Dallas, tempat Fred berada.
Aku langsung keluar dan menelepon Fred. Bagaimanapun dia harus segera keluar dari Dallas! Dengan cara apapun!
Lama sambunganku baru terangkat! Saat terangkat aku langsung bicara.
"Fred! Keluar dari sana, ada kekacauan di Pleasant Grove itu hanya setengah jam dari tempatmu."
"Aku akan keluar dengan mobil, kami akan mencari rute aman! Aku dan sepuluh orang temanku akan mencari cara ke El Paso! Disini kacau! Jika bisa aku akan mengabarimu! Aku mencintaimu..." Sambungan itu terputus kemudian.
Oh Tuhan! Dia keluar dengan mobil? Dengan situasai kacau seperti ini? Bagaimana dia melakukannya?
Aku kembali ke layar televisi yang masih menayangkan gambar ledakan-ledakan sporadis dari kamera aerial. Bagaimana mereka bisa bertahan jika keadaannya sudah seperti medan perang. Dengan mungkin ribuan infected siap memangsa.
Tunggu dulu! Pleasant Grove bukankah itu juga tempat rumah bibi Jane?! James?
Dimana dia?
Aku keluar ke selasar luar. James berdiri menyender di salah satu dinding membelakangiku sambil menatap ponselnya.
"Dok, kau tahu ada berita darurat tentang Pleasant Groove..." Aku berhati-hati mendekatinya. Dia masih membelakangiku.
"Aku tahu..." Dia menjawabku dengan suara tercekik. Aku bergerak ke sampingnya. Matanya merah.
"Aku tidak bisa menghubungi mereka, bahkan semua orang di Dallas termasuk Arnold..." Aku langsung memeluknya. Bibi Jane sudah 70 tahun bagaimana dia bisa bertahan jika ada serangan seperti itu.
Dia balas memelukku erat.
"Aku harusnya langsung meminta mereka meninggalkan Dallas saat pertama ada kasus. Aku terlambat melakukannya..." Itu sebuah penyesalan, aku juga berharap aku bisa membujuk Fred meninggalkan Dallas lebih dahulu.
__ADS_1
"Mungkin mereka bisa keluar. Fred bilang banyak dari mereka akan meninggalkan Dallas dengan rute darat, ..." Aku mencoba memberi harapan walaupun aku tahu kemungkinan Bibi bisa bertahan di perjalanan darat adalah kecil.
"Itu tidak mungkin, bahkan untuk berlaripun Ibu akan kesulitan. Semalam dia masih di Pleasant Groove dengan beberapa pelayan... Arnold tidak disana, dia bersama keluarganya. Mereka semua menunggu pengesahan hasil test." Dia sudah kehilangan harapan pada bibi Jane.
Tadi memang gambarnya cukup menguncang, gambar ribuan infected berlarian akan membuatmu tidak punya harapan.Satu yang berlari ke depanmu saja sudah cukup membuatmu gemetar.
"Mungkin militer bisa menemukan mereka, jangan putus harapan oke...Kita belum tahu apa yang terjadi." Aku berpikir mungkin seseorang di dalam sistem kami bisa memberitahu kami apa yang terjadi di Pleasant Grove.
"Mungkin militer bisa memberitahumu apa yang terjadi. Kita tanya apa Kapten Andrew apa dia punya berita soal ini..." Aku juga ingin tahu perkembangan di Dallas.
Kami mencari Andrew di tempat latihan kemudian. Dia dan teman-temannya juga sedang melihat televisi yang masih menayangkan berita tentang Dallas.
"Andrew, ... hi Guys..." Kami menyapa mereka.
"Jen, Dokter James.Apa yang bisa kami bantu."
"Apa kalian tahu apa yang terjadi di Dallas, Ibuku terjebak di Pleasant Grove, dia sudah renta. Apa ada berita di jaringan kalian soal ini." Mereka tampak terdiam. Mungkin ini bukan kabar baik sama sekali.
"Kurasa dengan keadaan seperti ini mereka akan melalukan operasi militer skala besar. Mungkin akan seperti Norman, mereka akan mengungsikan banyak orang. Jika rumahmu tak diterobos mungkin militer bisa menyelamatkan mereka." Andrew menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi.
"Aku mendengar dari teman-teman mereka banyak mendapat permintaan untuk evakuasi di Dallas. Dan lebih banyak lagi brigade akan masuk ke Dallas." DeAngelo menambahkan.
"Tenanglah mungkin masih ada harapan, prajurit tak akan meninggalkan penduduk sipil.... Kalian tak bisa menghubungi mereka?" Andrew dan teman-teman yang lainnya menepuk bahu James dan memberikan dukungan.
"Tidak bisa, ..." James menghela napas. Aku juga sangat kuatir, semoga Fred bisa keluar dari Dallas.
"Jika kami tahu perkembangan apapun soal Dallas kami akan memberitahumu. Tapi memang itu sudah seperti area perang sekarang jika melihat di televisi. Entah darimana infected itu datang, kenapa bisa bertambah secara signifikan..."
Kami melihat kamera aerial masih beroperasi di televisi sebelum kemudian kurasa yang membawakan berita punya masalah.
Orang yang melapor ini harusnya berada di Pleasant Groove juga untuk mengendalikan dronenya.
__ADS_1
"Dean?! Kau baik-baik saja?" Suara orang yang dilatar terpotong-potong sebelum kemudian terdengar teriakan keras yang membuat kami mundur.