
Mereka baru melaju memasuki jalur ke arah Highyway 412 masih di Sunset Avenue ketika mereka dari 300 meter Andrew melihat ratusan infected terlihat berkumpul di kejauhan.
“Boss?!” De Angelo juga melihatnya.
“Mereka tidak terkonsentrasi, tabrak saja, naikkan kecepatan John.” John Griffle menaikkan kecepatan mereka. “Semuanya ada ratusan infected didepan, tapi tidak berkumpul. Naikkan kecepatan kalian ikuti kami. Kita akan menabrak mereka.” Pedan gas diinjak, raungan konvoi triller 40 feet itu menarik langsung perhatian infected itu, speedometer kecepatan mereka sudah melewati 60 mil per jam atau diatas 100km per jamnya dan membabat menabrak hingga terpelanting infected yang ada di jalan dengan kepala trailer mereka.
“Eww...” Beberapa yang tertabrak kedepan tetap terlindas oleh ban-ban trailler yang melaju kencang itu.
“Ini lebih baik daripada kita kehilangan amunisi.” Andrew sebenarnya khawatir ada halangan lebih besar didepan. Mereka masih ada didalam epicenter zona hitam. Sunset Avenue ini masih panjang. Dan ternyata tak menunggu lama untuk masalah itu muncul. Disebuah pom Bensin yng bertuliskan Murphy Express di Sunset Avenue, tempat yang juga ada restoran pizza dan McDonald, penumpukan kendaraan terjadi. Beberapa saling bersengolan, terbalik, puluhan kendaraan bertabrakan beruntun dan berserakan disana. Entah bagaimana pasti ada serangan disini, di tempat itu banyak kendaraan yang masih terparkir.
__ADS_1
“Semuanya kita ada blokade mobil didepan. Alan dan Luc, kalian mengawasi 2 arah, tembak yang mendekat ,naik ke trailer segera, saat ini berhenti dan yang lain bantu membersihkan jalan. Kita lakukan dengan cepat. Sebelum infected berdatangan.”
“Mengerti Capt.” Jawaban datang dari masing-masing yang memegang radio. Trailer berhenti dan semua orang melihat kekacauan yang terjadi didepan mereka.
“John tetap ditempatmu.Aku akan perlu bantuan membuka jalan.” Jika diperlukan mereka akan menabrak saja halangan agar halangan bisa kelar.
Semua orang bekerja cepat dibawah komando Andrew. Ada berlapis-lapis mobil di jalanan berserakan, ada 100 meter kekacauan didepan nampaknya terjadi kecelakaan beruntun karena ada banyak mayat bergelimpangan, menebarkan perasaan itu adalah semacam jebakan maut, karena orang-orang panik dikejar infected dan menyebarkan ketakutan bahwa mereka juga akan bernasib sama. Mobil-mobil terbalik dan bertabrakan juga berada di posisi depan. Mereka mulai memecahkan kaca, memindahkan dan mendorong mobil dalam posisi netral, sebagian yang berada dalam posisi pintu tidak terkunci bisa dibereskan dengan mudah.
“Alan, Luc, bicara padaku.” Andrew berusaha tidak berteriak memberi order di jalanan lebar itu. Berharap suaranya hilang ditelan angin. Tapi suara konvoi trailer itu pasti cukup kencang di jalanan kota mati itu.
__ADS_1
“Ada sekitar 10 target mendekat, aku akan membereskannya.” Alan menjawab duluan.
“Aku ada 6 target.” Luc sebagai sniper kedua dalam tim juga melaksanakan tugasnya. Mereka berdua memakai peredam untuk meninimalisasi suara, sementara trailer yang lain dimatikan hanya satu yang berjalan di pegang oleh John Griffle. Semua yang lain turun ke jalan dan menyingkirkan mobil-mobil penghalang jalan itu.
“ Jika perlu back up beritahu.” Andrew dan yang lainnya konsentrasi berlomba dengan waktu menyingkirkan semua halangan sebelum pesta datang.
“Backup barat, diatas 50 target.” Tepat sudah setengah jalan ketika Alan harus meminta backup melihat puluhan target infected muncul didepannya.
“Usahakan kalian mengunakan senapan serbu disaat terakhir, beri kita waktu. ” Suara rentetan senapan akan membawa lebih banyak lagi. Mereka semua membawa silincer (peredam) di M4 Riffle gun mereka. Tapi memiliki peredam, bukan berarti tidak memiliki suara tapi hanya diredam. Dan semuanya beralih ke metode single shoot.
“John maju dorong yang ini!” Mereka berusaha secepatnya. Dan Andrew mengutamakan mereka bisa lewat dulu, karena keadaan jadi berbahaya bagi mereka sekarang. Sama sekali mereka tidak tahu berapa yang akan datang.
__ADS_1
“Aku butuh bantuan 30 terlihat...”
“Hendry!” Andrew menugaskan satu orang lagi. Sekarang Hendry bersiap mengambil alih yang akan muncul. Tinggal 7 orang yang ada di jalan sekarang. Berjibaku dengan waktu yang hampir tidak ada lagi.