BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 49. Lover 1


__ADS_3

"Jelaskan apa maksudmu? Kenapa kau tak bisa menjadi kekasihku?" Punggungku mendingin karena dia bilang dia tak bisa jadi kekasihku. Tapi jemarinya yang menggengam tanganku membuatku yakin pasti ini bisa diselesaikan.


"Begini." Dia menggengam tanganku dengan erat. "Kau ingat aku pernah bilang padamu Ibu tiriku mengirimku ke Kanada, ..." Aku menganguk.


"Seperti yang kubilang, aku sedang berusaha kembali ke Moskow, mengklaim kedudukanku sebagai putra sulung Ayahku."


"Dulu Ibu tiriku berhasil membuangku ke Kanada, sehingga anaknya sekarang, adik tiriku Sergei, ditempatkan di cabang terbesar CSL Group Rusia, yaitu Eropa Barat."


"Sedangkan aku setelah di usia 21 aku berhasil dengan bisnis pubku, Ayah mempercayaiku masuk ke bisnisnya di US, sampai sekarang aku mengawasi semua bisnis CSL Group di daratan US, saat aku masuk kapitalisasinya dari seluruh group hanya kurang daeri 5%, tapi sekarang itu sudah 24%, aku mengacau dengan kasusmu menyebabkan semua pabrik di USA hilang sehingga hanya tersisa 18%. Dari Bibi aku baru tahu Ayahku tahun-tahun belakangan mempercayaiku sebagai calon utama untuk menduduki kursi pimpinan CSL Group Rusia, walau begitu dia ingin anaknya bisa bersaing, jadi Ayah mengumumkan jika yang terbaik yang mengelola perusahaan akan menang. Ibu tiriku tak menerimanya, dia berpikir dia sudah berhasil menyingkirkanku, tapi ternyata aku bisa menjadi calon kuat mengancam posisi putranya."


"Lalu hubungannya dengan kau tak bisa menjadi pacarmu? Apa kau harus menikah dengan seseorang yang dipilih Ayahmu?" Tebakan paling dekatku kerena dia semacam keluarga dengan banyak pengaturan.


"Bukan, tapi karena Ibu tiriku mengancam akan melakukan apapun untuk menjegalku. Mungkin itu termasuk membunuhku, mengancam atau apapun yang dia bisa lakukan. Keluarga Ibu tiriku punya akses ke agen pembunuh terbaik di KGB. Jadi untuk sementara saat aku masih mengurus ini, kau tidak bisa ada di sampingku. Terlalu berbahaya bagimu dan akan jadi taruhan besar untukku jika mereka melihatmu sebagai kartu ancaman."


Agen pembunuh terbaik di KGB. Keluarga yang sangat mengerikan.


"Jadi semua pengawal yang mengikutimu karena itu."


"Beberapa minggu yang lalu ada orang mengikutiku, tapi kemudian mereka menghilang sampai hari ini, kami tak bisa melacaknya atau mengetahui motivasi mereka dan tidak terdapat gerakan apapun lagi. Aku tak tahu apa yang direncanakan Ibu tiriku. Shasha Jovanovich adalah keponakan jauh Ibu tiriku yang tadinya berusaha di jodohkan denganku sebelum kutolak mentah-mentah. Aku tak yakin apa tujuannya ke depan mungkin dia ingin membuat Shasha menjadi mata-mata. Secara kebetulan kau juga kenal dengannya, itu sebabnya kemarin aku bilang padamu jangan mengatakan kau kenal padaku kepada Shasha. Jika dia mengirim pembunuh ke sini, atau memakai cara lain, aku tak bisa menjamin keselamatanmu."


"Begitu..." Jadi sampai ada kekhawatiran aku akan digunakan untuk menekan Alexsey.

__ADS_1


"Kau tak bisa menjadi kekasihku, atau berada di dekatku terlalu sering sekarang karena aku tak ingin kau menjadi titik lemahku. Apa kau mengerti?"


"Iya aku mengerti alasanmu." Aku mengerti apa kekhawatirannya. "Apa pengawalmu bisa diandalkan."


"Pengawalku bukan hanya yang terlihat, Bibi mengirim pengawal khusus yang bekerja mengawasi sekelilingku. Aku harus bergantung pada kemampuan mereka, sementara aku mengurus bisnis."


"Apa kau tak bisa mengatakan ini kepada Ayahmu."


"Ibu tiriku tak sebodoh itu. Kenyataan dia bisa mengirimku dengan mulus ke Kanada adalah bukti dia pemain drama yang baik. Di depan Ayahmu dia sepertu malaikat baik hati. Jika aku menuduhnya sembarangan tanpa bukti apapun, semua tuduhan akan berbalik padaku."


"Keluargamu sepertinya agak mengerikan. Ibu tirimu itu sepertinya sangat berbahaya."


"Iya begitulah keadaan keluargaku, jika kau mau mundur aku bisa memahaminya, aku juga tak ingin kau terlibat dengan semua ini."


"Itu dihitung rayuan, cukup baik?"


"Itu bukan rayuan tapi kenyataan." Tatapannya padaku, dan tangannya yang menggengam tanganku dengan erat membuatku tahu bahwa apa yang dia katakan bisa dipercaya sebuah kebenaran. Aku tersenyum lega. Mungkin kami banyak masalah, tapi perasaan kami sama. "Apa aku mengecewakanmu dan membuatmu takut Svetluny? Jika iya kau bebas pergi?"


"Sejak kapan aku takut pada pembully." Dia tersenyum dan kali ini menarikku dalam pelukan eratnya. Kali pertama pelukan kami yang membuatku terdiam begitu saja.


"Kau memang terlalu berani, tapi aku yang takut kehilangan sumber keberanianku untuk melawan, jika kau terluka karena aku aku tak akan memaafkan diriku sendiri. Kau tahu betapa aku ingin memelukmu." Pelukan erat ini membuatku membalas memeluknya, ternyata ada orang yang mencintaiku begitu besar.

__ADS_1


"Kita hanya bisa bertemu sembunyi-sembunyi setelah ini. Maaf aku tak bisa mengakui hubungan kiya sekarang, ini demi keselamatanmu." Dia berbisik di telingaku, lengan kekarnya masih memelukku dengan erat.


"Iya baiklah. Tak apa..." Dia melepas pelukannya sehingga aku bisa memandang matanya dan dia bisa menatapku dari dekat.


"Tahukah kau, kau sangat cantik, saat dulu kau kecil kau terlihat seperti peri kecil di pikiranku, saat kita bertemu lagi, aku pikir aku bertemu malaikat bulan. Kupikir kau memang malaikat bulan sekarang, namamu itu tidak salah.." Dia membuatku tersipu.


"Berhentilah merayuku Mafia Rusia.." Sekarang aku mendorong keningnya yang terlalu dekat dan jantungku yang berdebar terlalu cepat di pelukannya.


"Itu yang ada dalam pikiranku. Kau gadis tercantik yang pernah kulihat dan sekarang kau bilang kau ingin jadi kekasihku. Kau boleh minta apapun padaku, bahkan bulan jika aku bisa akan kuambilkan..." Dia membuatku tertawa. Aku menyentuh wajahnya dengan telapak tanganku.


"Aku boleh minta apapun?"


"Apa yang kau inginkan? Katakan padaku..." Matanya bersungguh sungguh memandangku. Pinggangku terkunci dalam pelukan hangatnya dan jemariku bermain di rambut gelapnya.


"Ciumanmu..." Aku tak menunggu dia yang menciumku, aku yang menciumnya. Dia kaget aku menyerbu bibirnya, mencuri ciumannya, aku tertawa kecil karena aku berhasil dan wajah kagetnya masih tersisa karena ciuman yang tiba-tiba itu. Dia memeluk pinggangku erat dan membuat tubuh kami begitu dekat.


"Pencuri ciuman." Senyumannya timbul kemudian.


"Mafia Rusia yang bisa memasak." Aku tertawa tapi berdebar-debar, dia tak akan membiarkanku lolos tanpa mengembalikan ciumannya yang sudah kucuri.


__ADS_1


"Itu tak di hitung ciuman." Bibirnya memburuku, wangi strawberry membuatku mengulum bibirnya. Dan pelukannya terlalu erat pada tubuhku.


__ADS_2