BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 161. Love Gambling 5


__ADS_3

Aku harus terlibat dengan Gilbert sebulan ini, berpura-pura menjadi 'teman dekatnya'. Beberapa kali aku harus makan malam semeja dengannya. Walaupun tak harus mengobrol di kamarnya lagi.


"Kau baik-baik saja?" Dia bertanya padaku di akhir malam ketika kami semeja. Akhir bulan ini sudah 50% target area kami selesai, ini nampaknya lebih cepat dari jadwal.


"Baik."


"James masih tidak berubah sikapnya?"


"Dia seperti biasa. Tidak ada yang berubah."


"Rosie masih berharap padamu?" Aku ganti bertanya padanya.


"Entahlah kurasa dia sudah tahu dia harus mundur sesuai perjanjian kami."


"Berarti tugasku selesai?"


"Ya, batas waktu perjanjian kita juga sudah selesai." Aku mengangguk.


"Kudengar kau melampaui target. Selamat untuk itu. Kau pasti senang bisa melampaui target yang diberikan.


"Iya, banyak dukungan, semuanya bekerjasama, termasuk bagian kalian juga. Dan kau juga..."

__ADS_1


"Aku hanya menulis sebaris pidato. Yang harus dipuji tentu saja yang menulis seluruh skenario dan membuat orang bisa bekerja sama." Dia hanya tersenyum.


"Bagaimanapun harapan yang kau katakan membuat banyak hal lebih mudah. Aku sangat terbantu. Terima kasih untuk semuanya."


"Apa kau sedang mengusahakan sesuatu?" Dia langsung tertawa. Kupikir sekarang dia sedang merayuku dengan cara halus.


"Kau memang mengecapku sangat buruk. Mengucapkan terima kasih saja kau anggap aku mengusahakan sesuatu."


"Kau memang seperti itu. Jangan menyangkalnya, setiap pujianmu itu tidak gratis." Aku menunjuknya dengan jariku.


"Aku hanya membuatmu senang, jangan terlalu mencurigaiku. Aku tahu kau tidak akan terperangkap dengan orang sepertiku. Jika aku tidak yakin aku tak akan mengajakmu bekerjasama."


"Ya...ya, kau memperhitungkan semuanya." Aku jadi penasaran dengan orang seperti ini. "Jadi kau punya seseorang? Atau kau menunggu seorang putri senator atau putri jenderal mungkin?"


"Aku meragukan itu. Mungkin dia hanya merasa bersalah padaku. Apa dia mendapat promosi dari Hot Spring?"


"Setahuku belum. Ya mungkin dia merasa bersalah."


"Jangan bicarakan Andrew lagi, ..."


"Baiklah."

__ADS_1


Seseorang duduk di sampingku. Kupikir salah seorang Komandan atau staff Gilbert. Tapi ternyata itu James.


"Dokter James, kebetulan kau bergabung." Kenapa dia bergabung di sini. Dulu dia tak pernah mau ikut campur ketika aku bersama Gilbert.


"Apa aku menggangu?" James langsung bertanya, tapi dengan nada biasa.


"Tidak, tentu saja tidak. Mari makan bersama." Aku menunggu kenapa dia bisa bergabung bersama kami, apa yang ingin dia bicarakan.


"Ehm... kalian tak pacaran bukan. Dia hanya membantumu mengenyahkan Rosie yang mengejarmu?" Pertanyaan langsung yang tepat menembak di sasarannya.


Sebuah pertanyaan membuat aku dan Gilbert berpandangan. Jadi selama ini dia sudah tahu. Bagaimana dia bisa tahu?! Tapi kemudian Gilbert tersenyum padaku.


"Sebenarnya tidak. Dia hanya membantuku menyingkirkan Rosie. Tak kusangka kau tahu, nampaknya kau memang seorang kakak yang perhatian dan mengenal siapa adikmu."


"Dia tidak akan terlalu bodoh menjebak dirinya sendiri dengan dua kali kasus yang sama. Jika dia terjebak, aku akan memarahinya habis-habisan." Apa artinya inì? James tahu, dan dia membiarkanku. Apa ini artinya masih ada kesempatan untuk kami.


"Apa kau tahu kenapa dia melakukan itu?" Sekarang Gilbert bertanya ke Andrew. "Yang didepanku ini sudah banyak menghabiskan air mata." Gilbert tertawa.


"Aku tahu...Tapi kita tak akan membicarakan itu dulu. Kita bicara di tempat lain boleh Komandan?"


"Kenapa begitu? Kenapa aku tak boleh mendengar pembicaraan kalian." Aku langsung memotong James.

__ADS_1


"Ini pembicaraan laki-laki. Wanita tak boleh ikut.


\=\=\=\=\=\= bersambung besok


__ADS_2