
Hari ini aku menerima pemberitahuan yang dikirimkan langsung bahwa group Mashkov membuat permintaan maaf resmi di media nasional.
"Kakak, bangsat itu sudah membayar keluarga Harrold?" Monica datang ke kantor sore ini.
"Aku tak tahu, tapi dia sudah membuat permintaan maaf secara resmi hari ini. Sepertinya dia serius, dia bahkan mengumumkan dia akan memberi santunan. Tapi jumlahnya jelas tidak diumumkan. Kita tunggu saja beberapa hari kedepan."
"Begitu. Hmm baguslah. Jika tidak aku sendiri yang akan pergi memarahinya." Aku tersenyum pada Monica. Nampaknya Monica sangat mendendam dengan Alexsey ini. "Apa dia mengancammu Kakak? Kenapa kau tak menghajarnya seperti kau menghajar Dave Thomas?" Aku meringis.
"Dave Thomas itu hanya anak manja, berbeda dengan Alexsey itu Monica, kau tak bisa menyamaratakan semua orang."
"Kenapa memangnya Alexsey ini. Gayanya sombong sekali, dua kali bertemu denganmu aku tidak melihat blonde terkenal itu."
"Blonde terkenal, memang tidak, jika dia membawanya aku akan menganggapnya menyinggungku tentu saja." Aku tertawa dengan sebutannya.
"Iya Blonde pirang terkenal itu, seperti dia punya wanita penjaga di sampingnya menyebalkan sekali."
__ADS_1
"Dari gerak-geriknya dia tahu berkelahi. Bukan seperti Dave yang hanya banyak omong saja. Mereka di kelas yang berbeda, dan blonde itu aku juga pernah melihatnya. Dia orang yang menjaga citra. Nampaknya tak sembarang wanita bisa mendekatinya kecuali dia menginginkannya."
"Memuakkan, citra eksklusif yang terlalu dibuat-buat. Lihat saja santunan yang diberikannya berapa, jika kecil aku akan menyindirnya dengan sebutan kikir jika aku bertemu dengannya lagi dengannya, dan akan kukatakan itu di depan semua orang."
"Aku percaya kau akan melakukannya." Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Orang seperti itu harus dipermalukan Kakak. Biar dia tak berani muncul lagi dan pamer seenaknya. Pengawalnya saja yang banyak, lihat saja apa aku bisa mempermalukannya atau tidak jika dia berbohong."
"Untuk catatanmu yang membunuh Harrold bukan bagian dari orangnya. CEO CSL Technology merekrut tenaga bayaran dari US."
Aku meringis, kelihatannya jika dia bertemu Alexsey Mashkov lagi, pria itu tak akan berani merespon kata-kata Monica terlalu jauh dan memilih mengiyakan apa yang dikatakannya. Gadis cerewet ini membencinya dengan segenap hatinya.
"Dia sudah membuat permintaan maaf resminya hari ini, nanti kau coba cek saja dengan keluarga Harrold apa dia menempati janjinya."
Albert masuk kemudian.
__ADS_1
"Monic, kau kesini. Mama tak ikut?"
"Tidak, dia sedang pergi bersama teman-temannya." Adikku tinggal bersama Mama. Mereka berdua sangat dekat. Apalagi kondisi Mama kadang perlu perhatian khusus sejak Papa tak ada. Untunglah dia sedikit bisa terhibur dengan adanya Monic. Jika aku tak ada pekerjaan aku pasti menemani mereka makan malam, Albert sudah berkeluarga dan punya satu anak berusia sudah 7 tahun.
Kakakku itu berbeda 6 tahun dariku, dia sudah belasan tahun berada di perusahaan bersama Papa sedangkan aku baru dua tahun ini fokus membantunya. Dia bisa mengantikan Papa, sebagai pemikir dan penentu arah perusahaan, sedangkan aku mengambil peran penghandle masalah dan negosiator keluarga, aku punya hubungan baik dengan orang-orang pemerintah dan militer.
"Kudengar kau membuat Mashkov mengeluarkan permintaan maaf resmi dan membayar santunan?" Sekarang Albert bertanya padaku.
"Aku juga membuatnya membayar kontribusi kota dan partai sebenarnya. Itu syarat pembatalan deportasi, tapi sama sekali tak menghentikan kasus hukumnya."
"Baguslah. Akhirnya dia menyerah juga."
"Kepala keluarga Thomas meminta pertemuan, coba kau temui dia lihat apa yang dia inginkan besok, tapi dia nampaknya juga tak berani menuntut apapun walaupun Dave kau hajar sedemikan rupa di NY."
"Apa yang bisa dia tuntut, mau perang denganku akan aku ladeni."
__ADS_1
"Eliza yang terbaik dalam menghajar orang!" Albert meringis mendengar Monica bersemangat mendukungku.