BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 54. Margarita Jovovich 4


__ADS_3

Kekuatan timku sekarang 12 orang dengan 6 mobil, Kepala keamananku membuat persiapan hanya dalam satu jam sebelum aku keluar dari acara di pub sekitar jam 11 malam.


Mereka bahkan punya paramedic bersiap dekat lokasi dan beberapa pengawal tambahan.


"Sir, kami siap. Anda bisa mempercayai kami. Saya punya polisi yang juga menyamar dengan pakaian sipil? kita punya delapan banding tiga." Pesan di ponselku mengatakan saatnya aku memasang diriku sebagai umpan.


"Baik, lanjutkan." Sopirku telah merundingkan semua kemungkinan yang terjadi di ruteku dengan kepala keamanan? Dia membawa senjata, aku juga membawa senjata untuk membela diri.


Beberapa hari ini ruteku sama, dan mereka telah mengikuti kami beberapa saat, kepala keamanan sudah punya tebakan dimana mereka akan menjegal mobilku. Dan tempat itu memang sudah direncanakan oleh kami.


"Mengerti." Aku di beri alat komunikasi yang membuatku tahu setiap pergerakan mereka. Mereka punya mata diatas untuk memantau pergerakan mereka.


"Satu mobil telah tiba di Arden Avenue. Positif mereka memilih itu sebagai tempat penyergapan." Itu adalah tempat tepat dimana kami menduga mereka pasti melakukan penyergapan.


"Perintahkan tenaga kesehatan standby dalam 15 menit lagi." Mereka menyiapkan paramedic untuk kondisi terberat yang kami hadapi. Aku menghela napas panjang, kepala keamananku sudah memberikan langkah yang harus kulakukan untuk menghindari cedera parah tubrukan samping, dibawah kaki kursiku sudah ada pelingdung kepala dan leher, serta posisi yang harus kuambil nanti. Walaupun dia berkata harusnya teknik penghindaran kami akan memastikan mobil kami lolos dari kerusakan berat.


"Sir, bersiap kita akan masuk ke area sergap." Menurut perhitungan mereka akan menabrakku dari belakang untuk mengiringku ke persimpangan sebelum kami ditabrak dari samping. Itu skenario yang sudah di antisipasi.

__ADS_1


"Bersiap, satu mobil lagi sudah di belakang kalian" Kepala keamananku ternyata menebaknya dengan benar. Aku sudah memasang seat beltku walaupun aku duduk di belakang. "Sir, bersiap untuk tabrakan."


"Dia mendekati kalian 20 meter impact. Bersiap!" Aku tegang, walaupun ini sudah dipersiapkan tetap saja ini tabrakan.


"Impact! 3..2..1." Suara tabrakan di belakang tercipta saat yang sama aku terlontar ke depan, dadaku sakit saat seat belt menahan tubuh kami saat ditabrak dari belakang, tapi momentum itu juga dipakai sopir untuk menginjak gas dengan kencang sehingga bagian samping depan tempatku duduk lolos dari benturan tabrakan, dan berganti ke samping belakang.


"Sergap! Amankan Boss! Carl terus maju!" Carlos sopirku terus tancap gas menuju titik aman, ada satu mobil berisi dua orang pengawal disana, mereka berjaga jika ada satu lagi orang yang tidak kami perhitungkan.


"Sir? Anda baik?" Carl memeriksa kondisiku.


Tapi sepanjang aku bisa menyingkirkan wanita itu. Ini lebih murah daripada yang dibayangkan , sebanding dengan membuat Ayahku percaya bahwa dia adalah ular.


Kami belum mencapai titik aman 1500 meter di depan. Ketika dari samping sebuah mobil menghajar pintu samping dari arah yang berbeda. Aku hanya punya waktu sepersekian detik untuk melindungi kepala.


"****!" Charlos berteriak ketika mobil kami terseret lalu berhenti tapi tak terbalik karena mobil ini berat. Aku berhasil lolos dengan kepala terbentur, kaca retak, dan mobil tambah tak berbentuk. "Kami tertabrak! Ada satu lagi penyerang tak terlihat." Charlos berteriak di mikrofonnya sambil dia berusaha menjauh dari mobil yang menabrak kami cukup telak.


"Charlos! Bantuan akan segera sampai! Menjauh dari sana! Kau bisa bergerak?"

__ADS_1


"Si*al, aku sedang mencoba bos, banku tersangkut di jalanan tak rata." Mobil kami berusaha masuk ke jalan yang rata segera.


Kepala keamanan memberi arahan yang dia bisa karena dia tak melihat kondisi mobil kami yang terhenti. Charlos berusaha keras mengarahkan mobil kembalĂ­ ke jalan.


Dalam kegelapan kulihat seseorang berlari ke kami. Pikiranku bekerja, kenapa dia kesini, satu-satunya alasan karena dia membawa senjata.


"Senjata, Charlos! Pergi secepatnya dari sini." Letusan senjata mulai terdengar, bagian depan masih baik, tapi bagian tengah retak, aku tak tahu apa itu bisa bertahan.


"Sir ke bagian bawah! Berlindung ke bawah!" Decitan ban terdengar ditimbali dengan letusan senjata, aku masuk ke row kursi bawah, berlindung dari pandangan penembak, kami terguncang naik ke aspal, sampai akhirnya Charlos bisa melaju cepat dengan aman ke titik aman pertama. Kami aman!


"Charlos!?" Kepala keamanan meminta konfirmasi status.


"Kami aman. Kami aman! Sudah bertemu dengan Harmon."


"Dapatkan bede*bah penembak itu sekarang!" Kepala keamananku berteriak di alat komunikasi kami. Seterusnya aku tak tahu apa yang terjadi, baru kusadari kepalaku terluka dan mereka harus membawaku ke UGD terdekat. Tidak terasa sama sekali karena adrenalin yang beredar. Tapi akhirnya kami berhasil.


Mereka yang akan mengurusnya sekarang. Seharusnya kami sudah berhasil memburu ular yang keluar dari semak-semak.

__ADS_1


__ADS_2