
Saat itu bahkan yang memberikankan rincian rencana untuk melakukan pekerjaan ini adalah pihak pemesan, tim eksekutor setuju, dia membayar.
Yang kuduga yang melakukan ini adalah salah seorang di keluarga Jovovich. Yang meminta ini seperti sudah terbiasa melakukannya, siapa lagi yang bisa melakukan seperti itu selain orang-orang profesional KGB yang berada di keluarga Jovovich.
Suara dan nomor telepon yang setiap kali berbeda dan hanya dia yang bisa menghubungi. Snake tak mau ambil pusing, jika tak berhasil maka uang hilang, jasanya hanya mencari orang yang bersedia melakukan pekerjaan kotor yang sesuai rincian yang diharapkan.
Saat kami tahu nomor yang memintanya dari Rusia itu sudah cukup.
"Kau memfitnahku, kau pikir kau akan mendapatkan sesuatu dari memfitnahku seperti itu." Ular ini masih menudingku dengan sengit.
"Aku mendapatkan sesuatu? Kapan aku pernah mendapatkan sesuatu selain dikirim meyeberangi benua dan lautan? Sekarang kau ingin mengambil nyawaku?" Dia sengit, aku juga membalasnya dengan sengit.
__ADS_1
"Kau hanya tahu memfitnahku!" Dia berkeras tidak mau kalah. Baru kali ini kami terlibat di perdebatan terbuka satu sama lain dengan ular tua ini. Walaupun dengan kemungkinan Ayah melihat kami sekarang aku tak takut. Ketika dia sudah berani bertindak meminta nyawaku, maka aku akan dengan senang hati memulai perang terbuka.
"Fitnah? Kau hanya tahu bagaimana menutupi jejakmu dengan baik dan kau membanggakannya di depanku. Dasar wanita licik." Berlawanan dengan suara tingginya aku tetap tenang dengan kata-kataku.
"Kau anak tak tahu diuntung! Percuma aku bersikap baik padamu!"
"Kau bersikap baik padaku... Kurasa itu terjadi saat Natal saja."
"Ada apa ini?!" Sekarang Ayah, Paman dan Bibi keluar dari ruang kerja, dengan melihat ular tua itu masih menunjukku dengan sengit.
"Anakmu ini, dia mengatakan aku yang mengirim orang yang mencelakannya. Dia memfitnahku habis-habisan." Ayah melihatku yang duduk dengan tak perduli dengan kemarahannya.
__ADS_1
"Jika seseorang dipukul tentu saja dia akan memukul kembali, kau pikir dia seorang saint yang memberikan dirinya untuk dirajam." Ular tua itu menatapnya dengan ekspresi tak percaya.
"Jadi kau percaya omong kosong penuduhan ini?!" Kata-kata Ayah membuatnya semangkin marah. Orang yang bersalah memang bersuara keras agak tak semangkin disalahkan.
"Aku punya cara sendiri yang bisa kugunakan untuk menyelidiki ini. Dan walaupun kau bilang tak ada bukti, jelas apa yang kutemukan tak bisa diabaikan." Ayah menghempaskan diriya ke kursi di depannya. Dengan Bibi dan Paman duduk di sampingku kemudian di meja besar itu.
Salah satu keuntungan yang kupegang sampai saat ini adalah Bibi. Walaupun Bibi tidak berhasil menemukan pemilik nomor ini, Bibi membawa bukti-bukti yang kami temukan ke Paman Valerie.
Tiga bersaudara ini adalah keluarga yang kompak dan saling mendukung. Walaupun pemilik nomor itu tidak dapat ditetapkan indentitasnya, orang Paman berhasil melacak dimana nomor itu pernah diaktifkan dan itu berada di Moskow dan di area dimana kantor keluarga Jovovich berada. Kremlin, tak ada yang berkantor di sana selain keluarga Jovovich.
Dan setelah itu dia mengaitkannya ke Ibu tiriku. Tidak ada kebetulan yang sangat tepat seperti itu, dan mendengar Ibu tiriku pernah mengancamku agar mundur Ayah percaya ular tua itu yang mengatur kecelakaanku.
__ADS_1
Tapi sekali lagi, itu tidak bisa dijadikan bukti kuat. Itulah kenapa sekarang Ayah ada di pihakku, walaupun dia tidak mengubah kesempatan kami untuk bersaing.