BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 60. Hot Spring 3


__ADS_3

Kami menempuh perjalanan hampir 8 jam via darat dengan berbagai halangan ke Hot Spring, beberapa gerombolan infected harus di tangani, jalan kadang terhalang oleh tumpukan mobil dan pepohonan yang cukup menganggu.


Walaupun tak ada rintangan berarti tapi cukup menganggu, dan terasa cukup aman karena kami dikelilingi tentara. Tetap saja perjalanan yang harusnya hanya lima jam molor ke delapan jam. Perjalanan delapan jam jelas melelahkan bagi kami.


Saat memasuki Hot Spring hari sudah gelap, lampu jalan menyala beberapa, tapi mereka berhemat listrik. Hanya di dekat perimeter gedung rumah sakit dan juga hotel dan dalam kawasan gedung itu semua lampu menyala, sebuah tanda peradaban masih bertahan.


Ketika akhirnya kami tiba di sebuah gedung yang adalah sebuah rumah sakit. Rasanya sangat melegakan. Kepala prajurit medis batallion menyambut kami.


"Dokter James, saya Kapten Hans, kepala prajurit medis batallion, kami senang Anda sudah sampai. Saya dengar Anda sudah berangkat dari jam 9, tak di sangka semalam ini baru sampai."


"Ahh iya, banyak sekali halangan di jalan, perjalanan molor hampir 4 jam kurasa."


"Mari, kami sudah mempersiapkan bangsal istirahat, kami sudah membersihkan rumah sakit ini cukup banyak walau belum semua area. Makan malam sudah diambilkan untuk Anda dan tim."

__ADS_1


"Terima kasih. Saya perkenalkan tim saya..." James memperkenalkan pangkat dan jabatan kami.


"Kami menanti Anda, ada banyak kasus tak bisa kami tangani, dan kamì benar-benar tak diajari bagaimana mengurus rumah sakit. Nona-nona perawat cantik ini lebih tahu bagaimana menjalankan rumah sakit dari kami." Semua orang tertawa.


"Ohh Nona-nona perawat ini kejam, bahkan kepala gangster saja takut dengan mereka. Kalian juga harus bertahan mendengar omelan mereka." Aku meringis mendengarnya bicara. Dia bicara geng yang kami suruh lari keliling lapangan.


"Ohh itu sangat bagus Sir, di masa ini hanya yang kejam yang bisa bertahan, kami lebìh baik di perintah oleh perawat kejam daripada membunuh pasien karena kami tak tahu apa yang kami harus lakukan kadang."


"Mereka semua perawat senior. Mereka tahu apa yang harus dilakukan, kalian bisa mempercayai arahan mereka. Jika kami sedang menangani operasi darurat."


"Apa kalian sudah menemukan ada dokter lain diantara pengungsi?"


"Kami sama sekali belum keatas Tuan. Kami belum tahu, untuk sementara masih kami yang menjalankan rumah sakit ini."

__ADS_1


"Apa pengungsi di atas akan pindah?"


"Untuk itu saya belum tahu Sir, di atas mereka cukup bagus, mereka membuka lahan pertanian dan punya ikan karena mereka bisa memancing. Di sini pun kita dikelilingi sungai dan danau jadi kita bisa cukup mandiri. Ada lahan pertanian di selatan kota, selama 3 minggu kami disini kami sudah mencoba menanam sebisanya dan ada sisa panen juga. Kita tak akan kelaparan disini. Cuma tepung mungkin bisa dikatakan barang mewah untuk saat ini, semua diganti kentang dan umbi yang lain." Benar kami saja sangat jarang mendapatkan roti, paling bagus donat kentang.


"Kedengarannya bagus. Kentang adalah makanan enak. Walaupun aku merindukan roti danmn kue." Semua orang setuju. "Kalau begitu coba nanti koordinasi ke Andrew, mungkin ada dokter diatas atau perawat Susan."


"Mengerti Doc..." Susan yang disuruh, aku harus mengatur bangsal perawatan nampaknya dan persedian perlengkapan dan obat.


"Ke atas tak jauh bukan?"


"Sekitar 3.5 km. jakur trailsmya hanya memang jalurnya cukup berat, mungkin itu alasannya zombie tak bisa mencapai ke atas Sir."


"Begitu. Baiklah, kita istirahat sambil makan dulu, ayo makan bersama Kapten Hans."

__ADS_1


Hari pertama kami selamat mencapai Hot Spring, besok kita akan lihat seperti apa kota ini.


__ADS_2