
Setelah era krisis infected selesai, aku merasa jiwaku separuhnya pergi. Banyak hal yang terjadi saat kekacauan di Ottawa dan semuanya begitu cepat. Saat itu tak ada infeksi di Ottawa.
Hari itu mungkin satu tahun setelah kota-kota tengah di US jatuh ke zona hitam. Sumber infeksi pertama mungkin air sehingga terjadi massal di Ottawa. Dan terjadi sangat cepat hanya dalam 48 jam hampir setengah kota terinfeksi.
Tak pernah kurasakan ketakutan yang teramat sangat dalam hidupku, jaringan komunikasi kota diputus seluruhnya. Saat itu Eliza dan Albert berada di Montreal, mereka menyuruh kami pergi secepatnya, kota seperti terisolasi, dalam beberapa jam sejumlah infected langsung berkeliaran memburu orang-orang di jalanan. Bahkan Mark terinfeksi di komunikasi terakhir kami.
__ADS_1
"Kau mungkin tak terinfeksi, kau harus mencapai perbatasan Ottawa, mereka pasti mendirikan isolasi sebelum melepasmu. Albert dan Eliza pasti berusaha mencarimu jika kau mencapai camp isolasi." Ibu dan Ayah sudah menunjukkan tanda terinfeksi, suhu tubuh mereka naik tak terkendali, kepala mereka sakit, dalam 24 jam ke depan mereka mungkin sudah menjadi sesuatu yang berbeda. Entah kenapa aku tak terinfeksi, nampaknya sistem kekebalan tubuhku punya pertahanan lebih baik.
"Bagaimana dengan kalian." Aku tak mau meninggalkan mereka.
"Anak bodoh, apa yang bisa kami lakukan lagi." Ibu memelukku dan berusaha menahan tangisnya. "Kau tak boleh ada di sini, kau harus pergi sekarang. Mom tahu ini tidak mudah, kau harus mencapai perbatasan sebelum semuanya tambah memburuk."
"Ini bawa semuanya, kau harus mencapai perbatasan..." Ayah memberiku tas yang berisi tiga pucuk senapan dan semua persediaan peluru yang kami punya. Ada sedikit uang dan makanan di tas itu.
__ADS_1
"Kota ini di isolasi militer Monic, saluran komunikasi semuanya diputus, Eliza tidak diizinkan masuk, bahkan Paman David tidak bisa memberikan pengecualian. Kau harus berjuang mencapai perbatasan sendiri. Kau harus mencapai Eliza, dia menunggumu di sana dia dalam perjalanan ke perbatasan menjemputmu. Kau, Eliza dan Albert aman di Montreal, Mom dan Dad tak apa asal kalian semua selamat. Kau anak Ayah yang berani, kalian bertiga selamat, Ayah dan Ibu tidak punya penyesalan apapun lagi. Sudah suratan takdir begini, kami sudah tua, dan kalian sudah mampu berdiri sendiri." Sesaat mereka memelukku, saat itu aku berpikir inilah saat terakhir aku melihat mereka.
"Monic, kau harus bergegas mencapai perbatasan. Semua yang tidak bergejala diperintahkan ke sana. Eliza pasti menunggumu di sana. Cepat pergilah." Ibu mendorongku untuk berdiri, memasukkan botol minuman kemasan besar untukku ke ransel yang sama.
Aku tak bisa menahan tangisku, berjalan sambil menangis seperti anak lima tahun akan dipisahkan dengan orang tuanya.
"Sttt...jangan menangis lagi. Kau harus cepat oke. Kami mencintaimu, kami mencintai kalian. Baik-baiklah, kalian bertiga harus bertahan apapun yang terjadi." Aku memeluk Mom lama sekali dan tak mau melepaskannya, sebelum Mom yang memaksaku melepasnya.
__ADS_1
"Kau harus berhasil keluar sweetheart. Kami tak apa." Ayah yang kusayang mencium keningku untuk terakhir kalinya . Pelukan erat terakhir, Mom dan Dad memelukku sambil mendorongku masuk mobil. Dan aku pergi dengan perasaan hancur dan air mata berlinang.
Di luar rumah kami, sudah ada infected berkeliaran. Situasi benar-benar memburuk langsung pagi ini. Gerbang yang terkunci adalah pertahanan terakhir rumah ini.