
"Gadis nak*al, kau tahu, kau sudah terlalu pintar mencari masalah sekarang."
Dia mengangkatku dengan satu gerakan dan memindahkan aku ke b*ednya, membuatku dibawah kekuasa*annya sekarang. Er*ang*an pelan tanda bagaimana aku menikm*ati bagaimana dia menyent*uhku membuatnya meloloskan baju kerja kami, kali kedua aku bisa melihatnya, tapi sekarang semuanya.
"Kau memang panas Di*ckhe*ad." Itu pujian untuknya dan semua yang kulihat.
"Jaga bicaramu Tootsie. Dimana keluguanmu yang dulu. Kenapa kau sena*k*al ini sekarang." Dia memberikan sen*tu*han pemuja*an yang kuinginkan. Pertama kalinya aku merasakan kulit kami saling menyent*uh.
"Aku memimpikanmu James...Melakukannya padaku, berulang kali." Aku begitu menginginkannya sekarang, karena sen*tuhan tak cukup lagi. Aku membayangkannya seperti wanita lain yang tergila-gila padanya. Semuanya terlalu panas, aku mengin*ginkannya sekarang juga. Dan tak ingin menunggu lagi.
"Gadis nakal. Kau memang keterlaluan sekarang."
"Aku ingin kau sekarang James."Jemariku memegang keperk*asa*annya menuntunnya melakukan yang dia harus lakukan padaku.
__ADS_1
Dia menc*iu*mku sebagai jawabannya sebelum semuanya terjadi. Itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan, tapi lebih indah karena aku bisa merasa*kannya, menyent*uhnya dan menyerah padanya saat dia menyerah pada dorongan mengua*saiku, membuatku menjadi wan*itanya.
"James..." Tub*uhku menyerah, napasku teren*gah saat aku tak bisa mengendalikan gelom*bangnya yang dibuatnya. Bersamaan dengan gera*man kep*uas*annya diatasku, rasa pan*as yang tercurah di atas tub*uhku dan berat tub*uhnya yang membuatku lupa diri.
"Gadi*s na*kal, lihat apa yang telah terjadi padamu." Aku tertawa kecil, bahagia karena telah merasakan menjadi wanitanya. Bahagia karena mimpiku menjadi kenyataan.
Kami saling memandang, dia melihatku yang bertopang tangan di sampingnya. Melihatnya memulihkan dirinya yang kubuat kelela*han dan bahagia.
"Aku yang harus mengatakan terima kasih padamu menemukanmu kembali membuatku punya tujuan hidup lagi. Walaupun kau juga membuatku takut. Apapun yang terjadi, aku disampingmu. Kuharap aku bisa memulangkanmu segera ke El Paso."
"Semoga aku masih bisa bersama Mom. Terima kasih sudah memikirkan ini. Tapi malam ini aku boleh di sini bukan."
"Kau bisa di sini jika kau ingin. Terserah padamu, aku sedang tak mau bertengkar denganmu sekarang. Anggap saja kau yang menang."
__ADS_1
"Ternyata kau sangat pengertian." Dia meringis melihatku.
"Aku tahu itu bukan pujian tapi sindiran." Dan aku tertawa bahagia. Aku mendapatkan kakak seumur hidupku dan kekasihku malam ini yang berjanji untuk tetap ada di sanpingku.
Aku memeluknya malam itu. Bisa menatapnya sepuasku.
"James, apa kau mencintaiku?" Sebuah pertanyaan kuajukan saat aku menyusup dengan tenang di pe*lukannya.
"Yang kutahu aku menyayangimu, dan ingin membuatmu bahagia. Tak ingin melihatmu menangis. Apa itu namanya cinta? Mungkin. Karena aku juga bahagia kau bersamaku sekarang." Ciuman kecil di keningku membuatku terpejam.
Masalah mungkin masih banyak di depan, tapi ada seseorang yang berada di sampingku dan berjanji tak akan pergi lagi. Itu membuatku tenang.
Semoga aku benar-benar bisa pulang ke El Paso untuk Mom.
__ADS_1