BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 174. Go Home 7


__ADS_3

Noah, Susan bergabung dengan kami di makan siang. Bicara pengalaman saat kami terpisah. Semuanya sudah berlalu, tak ada lagi infected yang perlu ditakuti, terakhir kami makan siang di sini, kami semua ketakutan dan tidak punya kepastian bagaimana menjalani hari-hari ke depan. Tapi sekarang kami sudah melewati saat-saat terberat kami dan akhirnya bisa berkumpul lagi bersama.


"Kami mengalami 3 orang infeksi di Hot Spring tapi untungnya semuanya selamat dengan obat yang sudah disempurnakan." Susan bercerita duluan.


"Kami juga, aku pernah kehilangan lima orang di obat generasi pertama, tapi di generasi ke dua yang lebih sempurna bisa menyelamatkan banyak orang." Giliran Noah yang bercerita.


"Kurasa kita tidak akan kehilangan orang lagi. Protokol perawatan sudah semangkin di sempurnakan. Dan infected mungkin akan punah sendiri karena tak mendapat maķanan. "


"Aku berharap demikian."


"Kemungkinan kita akan ditempatkan ulang, kurasa selama satu tahun kali ini." Susan yang berkata.


"Ya kurasa tak apa, kita sudah banyak melalui yang lebih buruk selama dua tahun ini. Sekarang rasanya sama saja, pergi ke tempat manapun sudah biasa, perlahan kita akan menuju kehidupan normal walau ekonomi kita hancur ." Susan dan D'Angelo juga akhirnya menetap di sini, menjadikan kota ini tetap sebagai rumah mereka. Tapi jika ada penugasan kemungkinan mereka akan menerima penugasan dengan kota yang sama.


"Kalian merencanakan keluarga Susan?" Sekarang James bertanya.

__ADS_1


"Belum. situasi masih sulit, akan banyak kesulitan jika kami mencoba sekarang. Kami belum berani merencanakan keluarga. Cukuplah kami berdua bisa aman dan saling mendukung dulu." Susan tersenyum. "Kalian berdua, cepatlah menikah, jika sudah menikah kalian bisa menerima penugasan ganda."


"Aku masih harus mengurus Mom. Kepulanganku kesini untuk itu. Lagipula kondisi green zone masih baru diumumkan. Kurasa belum ada penugasan tenaga medis terlalu cepat." Entah bagaimana kedepannya yang penting sekarang melewati operasi Mom dulu.


"Kau benar, semoga Bibi juga bisa ikut kalian jika ada penugasan lama."


Ketika akhirnya kami bisa bicara hanya berdua, aku mem*eluknya dengan erat begitu kami tiba di rumahnya.


"Aku meri*ndukanmu Tootsie." Panggilan sayang itu memang tak bisa dirubah lagi. Tapi sekarang panggilan itu artinya berbeda. Dia mengunci pintu saat kami masuk ke kamarnya.


"Ini kamarmu. Rapi, ..."


"Housekeepersku tinggal di sini, di merapikan kamarku, ada lima pengungsi di sini, jangan berisik." Aku tertawa kecil, ketika kalimat berbisik itu sekarang adalah tuntutan yang tak tertahankan ketika dia mulai melepaskan sw*eaterku.


"Kau sekarang buru-buru, dulu aku yang harus memaksamu. Dimana kesopananmu itu..." Aku menahannya untuk menggo*danya. Dulu dia bilang dia harus memberitahu Ibuku dulu. Sekarang dia melupakan kata-katanya dengan cepat.

__ADS_1


"Tootsie sayang, akan kupukul panta*tmu jika kau nak*al."


"Kau bukan Kakakku."


"Benar aku kekasihmu. Aku melakukannya untuk kesenangan." Sebuah pukulan kecil membuatku tertawa tertahan. Dia tak sabar kali ini, tapi aku juga terlalu menginginkannya. Terlalu lama kami tak bertemu rasanya menyiksa.


"Kau bilang kau harus memberitahu Mom dulu."


"Aku lakukan besok Tootsie, lihat kau sudah begini siap..." Tubuhmu tak berbohong jika kau menginginkannya.


"James..." Aku memanggil namanya ketika dia mengenaiku di inti tubu*hku. Terlalu panas, terlalu banyak merinduka*nnya. Dan dengan cepat dia menyelesaikanku membuat tubu*hku bergerak tak terkendali. Tubuh pahatan dewa itu, melihatnya membuatmu terlalu menginginkannya.


"Hmm, kau sangat manis. Cepat sekali, aku senang kau merindukanku begini." Tapi dia belum selesai, untuk kesekian kalinya aku menyerah di bawah kekuasaannya.


Ketika rindu itu terpuaskan. Malam masih panjang. Tampaknya episode ini masih akan berlanjut.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


__ADS_2