BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 62. Hot Spring 7


__ADS_3

"Andrew aku harus kembali, ada beberapa pasien yang perlu diawasi. Terima kasih untuk makan siangnya oke. Lain kali kita boleh mengobrol lagi." Aku senang makan siang dengannya. TapĂ­ waktu istirahat siang tidak banyak tentu saja


"Jika kau mau makan siang denganku juga besok."


"Besok juga?" Dia ingin aku di sini lagi.


"Iya jika kau mau dan punya waktu datanglah ke sini." Aku jari merasa di istimewakan sekarang. Apa ini ada maksudnya. Apa dia ingin mengatakan bahwa dia ingin punya hubungan khusus denganku.


"Hmm, kulihat besok oke. Mungkin bisa atau tidaknya tergantung situasi di emergency sana. Jika tak ada hal yang darurat."


"Baiklah. Jika kau ingin bicara apapun datangkah padaku. Aku siap untuk apapunn Aku mau tak mau tersenyum padanya.


"Akan kuingat itu, aku pergi. Bye..."


"Bye Jen." Dia tersenyum saat aku menutup pintu.

__ADS_1


Dan sekarang aku termenung seharian memikirkan arti undangan makan siang setiap hari itu. Apa aku harus menerimanya, mungkin baik juga , aku jadi bisa cepat melupakan Fred.


"Kau melamun sepanjang hari, ada apa denganmu." Susan sekarang menyenggolku.


"Hmm, tadi Andrew mengajakku makan siang berdua. Aku jadi bertanya-tanya, apa dia menyukaiku." Kuceritakan sedikit soal makan siang kami.


"Soal itu, kurasa dia memang menyukaimu, dia sangat baik padamu. Mungkin dia masih menunggu kau menerima kenyataan kalau Fred sudah ... tidak mungkin." Susan dengan hati-hati memilih kata-kata yang akan dikatakannya padaku.


"Apa aku harus menerimanya? Dia baik, tapi aku takut menjadikanya pelarian saja..." Aku bertopang dagu melamun.


"Dia tampan, itu awal yang baik untuk mengalihkan pikiran setidaknya..." Menguman sendiri dan mengatakan hal yang kupikirkan. "Aku takut masih tak bisa Susan."


"Setidaklah cobalah, siapa tahu kau ketagihan." Susan sekarang meringis lebar, istri D'Angelo ini otaknya sangat mesu*m.


"Dasar otak mesu*m. Kau tak usah pamer kau bisa melakukannya kapan saja. Dari awal kau memang sudah berpikir me*sum ke D'Angelo." Sekarang dia ngakak.

__ADS_1


"Apa boleh buat, masa ovulasi itu kadang sulit ditanggung. Aku hanya memilih priaku. Otakku juga perlu melapaskan ketegangannya." Masih cekikikan dengan muka tak berdosanya. "Mungkin nanti dia akan membuat tak bisa melupakannya karena dia terlalu hebat." Dia masih berusaha memanasiku dengan caranya sendiri.


"Aku tak seperti kau. Itu ceritamu dan D'Angelo. Cara kerjamu dan cara kerjaku itu berbeda." Sekarang aku mencibirkan bibirku.


"Kau tak akan tahu sebelum mencoba." Susan masih memancingku. "Jangan jual terlalu mahal, caraku itu paling menyenangkan."


"Aku tak mau bicara denganmu lagi, kau menyebalkan. Dasar mes*um."


"Kau akan menyesal jika Tuan walikota hot itu jatuh ke pelukan wanita lain. Jangan bilang aku tak mengingatkanmu."


"Jika dia semudah itu jatuh ke pelukan wanita lain aku akan melepaskannya."


"Terserah padamu. Aku mau melihat pasienku."


Sepeninggalan Susan aku malah memikirkan apa yang dikatakannya. Mungkin dia benar, itu cara paling menyenangkan untuk melupakan Fred lebih cepat.

__ADS_1


__ADS_2