BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Episode 25. Infected Breaches 2


__ADS_3

Penguncian level berlangsung sepanjang malam hingga pagi. Untungnya kami tidak menerima pasien emergency.


Sepanjang malam keamanan berkeliling komplek memastikan bahwa kami tidak kemasukan infected lagi. Dibagian barat ada pagar yang rusak sistem listriknya dan diterobos oleh infected.


Walaupun sudah diperbaiki tapi sukses mengakibatkan kami semua hanya tertidur beberapa jam saja karena ketakutan.


Aku mengambil perkerjaan di ruang isolasi yang lebih  tidak mensyaratkan bergerak terlalu banyak untuk kakiku yang cedera. Aku bekerja dengan satu perawat lainnya.


Aku melihat satu-satunya pasien kami. Tampaknya tidak ada catatan dia infeksi di chartnya. Suhu tubuhnya stabil walau dia mengeluh sedikit sakit kepala kemarin.


"Hallo Bobby, ingat padaku..." Aku menyapanya di awal pagiku untuk memeriksa kondisinya.


"Ohh kau perawat yang ada di ER, ..." Ternyata dia masih mengenaliku.


"Benar sekali, ternyata kau masih mengingatku. Kau merasa baik?"


"Aku baik-baik saja..." Aku melihat matanya, merah. Kenapa matanya merah? "Hanya aku cepat merasa haus belakangan, entah kenapa... Aku selalu memikirkan jus merah strawberry atau apapun yang merah enak."


Kenapa aku merinding sekarang? Tapi dia tidak panas sama sekali, tunggu dulu tiba-tiba ada ledakan  di Pleasant Groove, mungkinkah sebagian mereka tidak punya tanda panas atau muntah.


"Aku akan mengambil obatmu dulu..." Sial aku meninggalkan pisauku di meja perawat. Harusnya aku membawanya!


"Obat apa? Boleh aku minta jus strawberry Nona  perawat...."


"Tentu saja... Akan kuambilkan. Tunggu disana..." Aku berjalan ke ruang perawat, tapi dia juga ikut turun.


"Kau mau kemana?" Aku masih mencoba tenang dan menghadap ke arahnya. Dia maju selangkah aku juga mundur selangkah. "Kau tidak bisa ikut keluar kamar, aku akan mengambilkannya untukmu... " Aku memegang pulpenku. Ini bisa jadi senjata darurat.


"Aku rasa aku akan mengikutimu mengambilnya..." Dia tetap maju.


"KAU TAK BOLEH MAJU LAGI!" Bentakanku kerasku sejenak menghentikannya. Dan membuat rekanku Luisa melihat kearahku.

__ADS_1


"Kenapa..." Air liurnya menetes sekarang. Sial! Dia jadi infected! Aku bersiap.


"Luisa, code red!" Teriakanku bergema diruangan itu. 


Gerakan Luisa memencet tombol panik  langsung terjadi dibelakangku. Dan dia dengan kecepatan tinggi dan rahangnya langsung mengganga ke arahku. Aku langsung terjatuh karena dia melompat kearahku dengan begitu cepat. 


Luisa berteriak ngeri dan aku mulai berjuang untuk hidup.


Aku  reflek berusaha mencengkram lehernya menahan rahangnya yang mulai mengangga tidak mencapaiku dan tambahannya aku berusaha keras agar air liurnya tak mengenai wajahku. 


Sementara jari-jarinya berusaha membuka kuncian lenganku terbuka. Aku beruntung memakai baju lengan panjang jika tidak aku akan menderita luka gores cukup parah nampaknya. Sial! 


Kumiringkan lenganku dan kuarahkan kakiku untuk mendorongnya ke samping dengan teknik yang diajarkan di pelatihan. Dia terdorong ke samping. 


Suara seseorang datang menyelamatkanku kemudian. 


"Pasiennya dia Infected!" Luisa berteriak histeris dan aku harus bertahan sebentar lagi. 


"Jen!" Luisa menghampiriku.


"Luisa disinfectan!" Luisa dengan cepat mengambil semprotan disinfectant  dan menyemrotkannya ke mukaku. Dan aku menuangkannya sekaligus untuk  aku membersihkan mukaku dari percikan cairan infected tadi dengan bantuan tissue.


Mukaku langsung panas terkena cairan disinfectant kuat itu.


Tentara lain dan dokter datang kemudian. Dan aku bisa berdiri kembali dan duduk


"Apa yang terjadi! Jennifer kau baik-baik saja!?" Mayor Joseph langsung tercengang melihat pasien yang sudah ditembak dan terkapar.


"Detektor antibodiesnya tidak berhasil dok, ada varian lain yang tak bisa kita deteksi. Dia bahkan tidak menunjukkan gejala peningkatan suhu tubuh. Hanya matanya yang memerah dan sakit kepala! Test antibodiesnya bahkan negatif " Aku menjelaskan apa yang terjadi.


Kami biasa mendeteksi keberadaan parasitnya dengan mendeteksi antibodi khusus yang dihasilkan tubuh saat parasit itu masuk. Dan entah bagaimana evolusi parasit ini bisa dengan sempurna mengelabuhi tubuh manusia.

__ADS_1


Jika begitu test yang negative belum tentu negatif. Kami harus mencari cara mengenali siapa yang positive secepatnya.


"Bilang CDC untuk segera datang kemari! Dan jelaskan apa yang kita temukan.." Dia memerintahkan salah seorang assistennya.


"Kalian baik-baik saja?" Dia melihatku dan Luisa.


"Yes Sir!" kami menjawab berbarengan.


"Ceritakan padaku kejadian lengkapnya...." Aku dan Luisa bergantiam bicara tentang apa yang kami alami sekarang sementara Mayor Joseph dan yang lainnya terdiam mendengar kami.


"Kau dan Luisa istirahat. Syukurlah kalian baik-baik saja. Pràjurit segera sterilkan ruangan ini. Aku akan mengurus sisanya dengan CDC. Mungkin keterangan kalian diperlukan nanti."


Aku dan Luisa kembali ke ruangan istirahat kami. Aku membuka semua pakaianku dan mandi membersihkan diri. Berusaha mengenyahkan bayangan menganggu pergulatan tadi, kemudian dan duduk di ruang istirahat dengan Lily yang juga tampaknya sama schoknya dengan aku.


James dan Andrew tiba kemudian.


"Kalian menghadapi infected?!" Mereka menanyai kami yang sebenarnya tak berniat membicarakannya.


"Iya... pasien yang kita amputasi, dia sudah tewas." Aku memberikan keterangan pasti.


"Tidak ada tanda mereka terkena, bahkan chartnya hanya menunjukkan sakit kepala..."


"Benar sekali bahkan dia bisa bicara denganku dan meminta jus strawberry, lucu sekali bukan. Sebelum air liurnya menetes melihatku..."


Dan aku tertawa sekarang. Karena merasa lucu dia bisa bertanya soal jus strawberry.


Apakah sekarang aku tertawa disaat yang salah.


Sepertinya aku perlu memastikan hasil tesku negativ.


Jangan-jangan aku juga terkena virusnya?

__ADS_1


__ADS_2