
"Wah tinggal melanjutkan S2 dong nanti" kata Evandro.
"Iya aku suruh ambil di kampus Aira saja" jawab Haris.
"O iya sekalian anter Aira ke kampus" kata Evandro.
"Iya biar Aira juga berangkat pulang ada yang anterin" kata Haris.
"Pasti ada kali yang siap antar jemput yang satu kampus" goda Evandro.
"Aira sih maunya berangkat pulang sendiri bang, tapi bang Haris selalu melarang" jawab Aira
"Iya aku kawatir kalau dia berangkat pulang sendiri, jadi berangkat selalu ku antar sekalian ke kantor dan pulangnya kusuruh bareng teman dekatnya yang aku juga udah kenal" kata Haris. Evandro tahu sifatnya Haris yang terlalu kawatir ke adik perempuannya.
"Tapi kelihatannya sekarang sudah ada yang akan antar jemput sih bang. Jadi abang akan tenang tuh" sahut Haikal melirik Aira.
"Hah siapa, ih abang mengada ada aja" kata Aira ga terima.
Haris dan Evandro tertawa melihat Aira protes dengan Haikal.
"Tuh yang waktu itu anterin kamu dan yang suka duduk di kantin ngelihatin kamu" kata Haikal sambil menaikkan kedua alisnya sambil terkekeh.
"Siapa Rio maksud abang?" Tanya Aira.
"Rio mah abang udah tahu, yang kemarin waktu abang baru datang tuh kamu diantar sama siapa?" Tanya balik Haikal.
"Ih abang mah ngapain sih, itu hanya kebetulan aja Aira nebeng karena Rio ada urusan" jawab Aira protes.
"Idih abang usil, Aira pindah aja deh deketan sama bang Haris" kata Aira manyun.
Evandro melihat Aira terkekeh lucu menurutnya sama seperti Anggi kalau digangguin.
"Sudah, nanti nangis loh adikmu Kal" kata Evandro yang melihat Aira sudah manyun ke Haikal.
"Aira ga pernah nangis bang kalau cuma diganggu sama bang Haikal. Yang ada nanti bang Haikal nya tertawa bahagia tuh" kata Aira.
Evandro, Haris dan Haikal tambah tertawa.
"Ya begitulah kalau dua anak ini ketemu, pasti begini ributnya" kata Haris.
"Sama aja, tuh kadang juga aku kerjain dia kalau udah manyun lama-lama nangis" kata Evandro sambil menunjuk dengan kepalanya ke arah Anggi.
"Enak aja abang, Anggi ga pernah ya nangis hanya karena di ganggu abang" protes Anggi.
"Kita duduk disana aja deh kak biar ga diangguin abang" ajak Anggi ke Aira untuk pindah duduk di depan tv sambil menonton drakor.
__ADS_1
"Kamu suka nonton drakor Nggi?" Tanya Aira.
"Iya kadang kak kalau ada waktu, kakak ga suka ya" jawab Anggi.
"Kadang juga sih kalau inget hehehe" kata Aira.
Tak terasa ternyata untuk silaturahmi dua keluarga ini menghabiskan waktu seharian. Mereka terlihat sangat dekat sekali, bahkan sesekali mereka saling meledek satu dengan yang lain.
"Gimana hubungan loe dengan Aini Ris, apa om Raka sudah kenal juga?" Tanya Evandro.
"Iya kemarin Aini gue kenalkan dengan papa dan kedua adik gue" jawab Haris.
"Terus bagaimana tanggapan om Raka?" Tanya Evandro.
"Alhamdulilah papa merestui, bahkan tiba-tiba saja kemarin papa langsung melamar Aini untukku. Jadi kami sudah resmi tunangan kemarin" jawab Haris.
"Alhamdililah, selamat ya semoga segera dihalalkan" kata Evando memberikan ucapan selamat dengan menepuk bahu Haris.
"Loe sendiri kapan mau kenalin ke gue?" Tanya Haris.
"Siapa yang mau gue kenalin, Suryo asisten gue?" Jawab Evandro terkekeh.
"Masak sih loe ga ada satupun yang nyantol dari sekian banyaknya" kata Haris yang tahu banyak cewek yang mendekati Evandro sama halnya dengan Haris sebenarnya juga banyak yang mendekatinya. Hanya saja para cewek-cewek itu banyak yang sudah tahu kalau Haris sudah memiliki kekasih.
"Waktunya apa, loe sekarang sudah punya semua. Anggi juga sudah kuliah, mau nunggu apalagi?" Tanya Haris.
"Mentang-mentang loe udah dapat restu ya" kata Evandro
"Jujur gue belum tertarik untuk melangkah kesana, belum ada yang pas menurut gue" kata Evandro sambil membuang nafasnya berat.
"Kenapa, loe masih belum bisa move on dari Tari?" Tanya Haris.
"Gue udah ga mikir dia lagi sih, cuma belum ada yang pas aja selama ini. Semua perempuan sama yang dicari hanya kemewahan" kata Evandro.
"Dulu aku berpikir seperti itu juga, tapi setelah mengenal Aini baru gue sadar bahwa ternyata masih ada cewek yang tidak memikirkan kemewahan" kata Haris.
"Entahlah Ris, gue belum kepikiran kesana sih" kata Evandro.
"Aira, nanti menginap disini saja ya biar bisa nemeni Anggi" kata Diana agar bisa lebih dekat lagi dengan Anggi.
"Aira ada kuliah pagi tante besok" jawab Aira.
"Atau minggu depan aja ya, biar disamperin bang Evan sama Anggi" kata Diana.
"Hehehe kapan-kapan saja tan, kalau Aira lagi ga sibuk Aira akan menginap disini" kata Aira sambil tersenyum.
__ADS_1
Berhubung hari sudah sore, Raka mengajak anak-anaknya pamit pulang untuk istirahat.
Tapi Aira dengan Anggi masih asyik nonton drakor berdua.
"Ayo dik mau ikut pulang apa mau tinggal sini dulu?" Tanya Haikal yang melihat adiknya masih asyik dengan Anggi.
"Hah pulang sekarang?" Tanya Aira kemudian melihat papanya sudah berdiri pamit ke om Darwis.
Melihat Aira yang masih asyik begitu, Diana menawarkan Aira untuk tinggal.
"Aira masih mau melanjutkan nonton dulu, nanti biar diantar bang Evan kalau masih mau disini" kata Diana. Aira ga enak jika harus merepotkan Evandro mengantarkan Aira, tapi dia masih penasaran dengan cerita drakornya.
"Ah gapapa tan, Aira ikut papa pulang aja" jawab Aira.
"Gapapa nanti abang antar pulang kalau masih mau nonton dulu sama Anggi" kata Evandro.
"Hehehe nanti ngrepoti bang Evan" jawab Aira tersenyum sambil melihat ke Evandro kemudian ke Haris.
"Tuh kamu gimana, abang ngijinin kalau Aira masih mau disini" kata Haris yang tahu bahwa adiknya meminta ijinnya.
"Tapi Aira belum minta ijin papa bang" kata Aira pelan dan Evandro mendengarnya.
"Pah, Aira masih mau disini dulu sama Anggi katanya boleh nggak?" Tanya Haris ke Raka.
"Bener Aira masih mau disini dulu, terus pulangmu nanti dijemput abang?" Tanya Raka.
"Nanti Evan anter om kalau Aira masih mau disini sama Anggi" jawab Evandro membuat yang lain melihat ke Evandro.
"Benar begitu Aira?" Tanya Raka.
"Iya, papa boleh nggak?" Tanya Aira mendekati papanya.
"Papa boleh asal kamu jangan ngrepotin ya" kata Raka. Aira menganggukkan kepalanya senang, kemudian kembali duduk bersama Anggi melanjutkan nonton drakor.
Semua yang melihat tingkah Aira dan Anggi yang seperti anak kecil tertawa.
Setelah semua pulang dan yang tertinggal hanya Aira yang sedang menonton drakor dengan Anggi.
"Tadi om Raka bilang kalau kemarin Haris sudah melamar kekasihnya" kata Darwis ke Evan setelah mereka duduk di sofa.
"Iya Haris juga cerita tadi ke Evan kok pah" kata Evandro yang sudah tahu akan kemana arah bicara papanya.
"Terus kapan kamu akan mengenalkan kekasihmu sama kami nak?" Tanya Diana.
"Nanti kalau sudah ada yang pas ma" jawab Evandro malas.
__ADS_1