Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 13.


__ADS_3

"Ah nggak ada niat pendekatan, dia pasti udah punya pacar. Lagian gue juga ga ada apa-apa sih sama dia." kata Aira ga ambil pusing karena merasa ga ada perasaan apapun.


Vina tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang santai dan cuek.


Selesai kuliah mereka ngumpul di kantin seperti biasa Aira dan sahabatnya Rio dan Vina makan siang di kantin. Begitupun dengan Lukas dan Leo serta beberapa temannya juga ada di kantin.


"Ting..." tanda ada notifikasi masuk ke hpnya Aira. Dilihatnya siapa yang mengirimkan pesan itu. Aira mengkerutkan dahinya melihat ada pesan masuk tanpa nama.


"Nanti pulang aku tunggu di kantin ya" 💬


"Lukas" 💬


🗨"Maaf Aira nanti masih mau ke perpustakaan dulu, kakak silahkan kalau mau pulang duluan"


🗨"Dan terima kasih sebelumnya" balas Aira


"Kakak tunggu di kantin sampai kamu pulang Aira"💬


Aira tidak lagi membalas pesan dari Lukas karena Lukas terkesan memaksa Aira pulang bersama Lukas. Aira bingung cara menolaknya. Aira tahu kalau sekarang ini Lukas ada di kantin bersama teman-temannya.


"Ah seandainya Anggi udah kuliah disini, gue bisa alasan pulang ke rumah Anggi" batin Aira.


"Kamu ngapain resah begitu Ra?" tanya Rio yang melihat Aira sejak membuka ponselnya terlihat resah.


"Tidak apa-apa Yo, o iya nanti gue pulang ga ikutan loe ya." Jawab Aira.


"Okey sudah ada yang siap mengantarkan pulanhya sekarang" kata Rio menggoda Aira.


"Gue mau ke perpustakaan dulu soalnya, ada buku yang mau gue cari buat kerjain tugas" jawab Aira.


"Gue juga belum kerjain tuh tugas, yuk kapan kita kerjain bareng aja" ajak Vina.


"Besok aja gue bisa, kalau hari ini gue ga bisa ada janjian sama kak Leo soalnya" kata Rio.


"Okey, besok aja Ra loe bisa kan?" Tanya Vina.


"Okey, besok selesai kuliah kan" jawab Aira.


"Iya dong, kita kerjain di perpustakaan aja kali ya" kata Vina memberikan ide.


"Okey setuju gue" jawab Rio


Selesai makan di kantin, Aira menuju perpustakaan untuk mencari buku yang dimaksud. Setelah menemukan bukunya Aira keluar dari perpustakaan dengan menenteng buku tersebut di tangan kirinya dengan ditempel di dadanya.


Aira keluar pintu perpustakaan sudah ditunggu Lukas yang berdiri disana.


"Sudah dapat bukunya?" Tanya Lukas. Aira menengok ke arah suara.


"Kak Lukas, kenapa disini?" Tanya Aira tanpa menjawab pertanyaan Lukas.


"Nungguin kamu untuk pulang" jawab Lukas.

__ADS_1


"Ya ampun kak, Aira ga perlu ditungguin. Yang ada lama kalau kakak nungguin Aira kan, soalnya Aira tadi masih lihat-lihat buku yang lain." Kata Aira.


"Buktinya aku masih nungguin kamu dan tidak berasa lama kok" kata Lukas ga mau mengalah.


Ya Lukas memang berusaha mendekati Aira, agar tidak kedahuluan teman yang lain. Akhirnya Aira terpaksa ikut mobil Lukas untuk pulang ke rumah.


"Kita mampir beli minum dulu ya di cafe situ" tanya Lukas menunjuk cafe di depannya.


"Terserah kakak saja, Aira kan hanya nebeng" jawab Aira.


"Jangan gitu dong, kita turun dulu yuk" ajak Lukas.


Mereka berdua masuk ke cafe untuk minum dan sekedar ngobrol ringan.


Derrt..derrt...


Aira mengambil ponselnya karena ada telp masuk.


"Halo bang" sapa Aira.


"Dimana dik, masih di kampus?" Tanya Haris.


"Aira sudah keluar kampus bang" jawab Aira.


"Kamu pulangnya sama Rio?" tanya Lukas.


"Bukan bang, Aira pulang nebeng sama kak Lukas" jawab Aira jujur.


"Iya bang" jawab Aira.


"Hati-hati dijalan" kata Haris.


"Iya terima kasih bang" kata Aira.


Lukas menjadi pendengar selama Aira ngobrol dengan Haris melalui ponselnya.


"Kamu cantik dan menarik Aira, tapi apa mungkin dia mau terima cinta gue" batin Lukas karena ada perbedaan diantara mereka.


"Siapa tadi yang menghubungimu?" Tanya Lukas.


"Abangnya Aira kak, soalnya tadi abang bilang kalau Aira pulang agak sore mau sekalian dijemput" kata Aira.


"Oh, abangmu perhatian sekali ya sama kamu?" Tanya Lukas.


"Iya dong kan sama saudaranya sendiri" jawab Aira.


"Kamu sama Rio dekat ya hubungannya?" Tanya Lukas. Aira diam menerka maksud dari perkataan Lukas.


"Rio teman Aira dari sma" jawab Aira.


"Seberapa dekat hubungan kalian?" Tanya Lukas.

__ADS_1


"Maksud kakak?" Tanya Aira sambil mengkerutkan dahinya.


"Emm maksudnya kan kamu dekat sama Rio, apa kalian pacaran?" Tanya Lukas.


"Ah kami hanya teman saja kak" jawab Aira jujur kemudian melihat jam dipergelangan tangannya.


"Kenapa, kamu udah mau pulang? Ditungguin abangmu ya?" Tanya Lukas yang melihat Aira menengok jam dipergelangan tangannya.


"Maaf ya kak, Aira kawatir abang sudah sampai di rumah dan nungguin Aira" jawab Aira. Ada gurat kecewa di hati Lukas, karena niat hati mau menyampaikan isi hatinya ternyata belum dapat terlaksana.


"Ya sudah yuk aku antar pulang" kata Lukas dan Aira tahu ada kekecewaan di raut muka Lukas hanya saja Aira tidak tahu kecewa karena apa.


"Biar Aira pulang sendiri saja kak, sudah dekat juga kok rumah Aira dari sini. Jadi kakak bisa lanjutkan minum dulu disini" kata Aira.


"Gapapa Ra, minum kakak juga sudah habis kok, yuk aku antar kamu pulang" ajak Lukas kemudian berjalan menuju kasir untuk membayarnya lebih dulu sebelum pulang.


Ditengah perjalanan pulang, di dalam mobil Lukas mengajak berbincang dengan Aira.


"Besok kamu kuliah pagi kan Ra, aku jemput ya" Lukas menawarkan diri.


"Terima kasih kak, tapi Aira biasa diantar abang Aira." Tolak halus Aira.


"Pulangnya aja kalau begitu aku akan antar kamu, jadi kita akan pulang bersama" kata Lukas


"Aira ga janji ya kak" kata Aira kemudian mereka saling diam hingga tiba di tempat tujuan.


💥 Kediaman Saputra


Sampailah mereka di depan pintu gerbang rumah Aira. Aira turun dari mobil Lukas.


"Terima kasih kak atas tumpangannya" kata Aira kemudian masuk ke dalam rumahnya.


"Sama-sama Aira, jangan lupa besok kita pulang bersama lagi" kata Lukas dengan tersenyum kemudian melajukan mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Aira.


Aira sebenarnya sudah mau menjawab jika dia tidak dapat menjanjikan akan pulang bersama karena Aira baru ingat bahwa dia ada janji dengan Rio dan Vina., tetapi Lukas sudah menutup jendela dan melajukan mobilnya.


Aira masuk ke dalam rumahnya kemudian langsung menuju ke kamar untuk sekedar mengistirahatkan pikirannya. Aira jadi canggung sejak kedua sahabatnya menggodanya bahwa Lukas pendekatan dengan dirinya.


💥 Hall Hotel


Dengan berjalannya waktu tak terasa hari ini adalah hari bersejarah untuk Haris dan Aini dimana pagi ini akad nikah mereka akan dilaksanakan dan malamnya akan dilanjutkan dengan resepsi.


Wajah tegang dan gugup nampak pada Haris yang sebentar lagi akan menghalalkan sang kekasih.


"Saya nikahkan Anggraini Budiarto binti Budiarto dengan mas kawin dibayar tunai" ucap Haris


"Bagaimana sah...." penghulu


"Sah"


"Sah"

__ADS_1


"Alhamdulilah"


__ADS_2