
"Kenapa kamu ga bilang kalau bang Evan itu abangmu aja" kata Haikal.
"Aira sudah bilang kalau bang Evan itu sudah seperti abang sendiri sama Aira, bahkan waktu kecilnya Aira aja kata bang Evan Aira suka digendongin bang Evan" kata Aira.
"Lukas cemburu ya" kata Haikal sambil tersenyum membayangkan bagaimana wajahnya jika Lukas cemburu.
"Iya, sejak itu Aira ga boleh pulang bareng siapapun kecuali sama papa, bang Haris, bang Haikal dan kak Lukas sendiri." Kata Aira. Haikal tertawa mendengarnya.
"Kalau begitu besok abang ikut mang Ujang aja deh anter kamu dek, siapa tahu abang ketemu bang Evan bisa ngobrol atau jalan bareng aja sama bang Evan." Kata Haikal.
"O iya bang Evan pasti nganterin Anggi tuh" kata Aira.
"Eh iya ponsel Aira kenapa tadi ga kubawa ya" kata Aira pada dirinya sendiri.
"Memang kenapa, takut kalau Lukas menghubungi ya" kata Haikal terkekeh.
"Mau nanya bang Evan besok mau anter Anggi ga, jadi abang bisa ketemuan dengan bang Evan" kata Aira.
"Loh kamu punya no ponselnya bang Evan dek, bagi dong ke abang" kata Haikal.
"Sebentar Aira ambil dulu deh ke kamar, soalnya tadi ponsel Aira letakkan aja di ranjang" kata Aira sambil berdiri dan segera jalan ke kamarnya.
Derrt...dert...
"Halo adik abang, sudah selesai makannya?" Sapa Suara di sebrang yaitu Evandro.
"Sudah dong, abang tumben menelpon Aira malam begini" kata Aira saat turun tangga setelah dari kamarnya.
"Abang menelpon Aira sudah berapa kali ya ga diterima" kata Evandro.
"Iya ponselnya Aira tinggal di kamar, ini baru ambil karena bang Haikal minta nomer ponsel abang" kata Aira.
"Berarti abang ini kebetulan dong telp abang diterima Aira" kata Evandro.
"Hehehe maaf bang, eh tapi kebetulan tuh ada bang Haikal ini biar bicara sendiri deh sama abang" kata Aira kemudian memberikan ponselnya ke Haikal.
"Siapa dek, kok di kasih ke abang sih?" Tanya Haikal.
"Pokoknya abang terima dulu aja, ada yang kangen sama abang" kata Aira sambil terkekeh. Evandro yang mendengarnya pun ikut terkekeh dari sebrang sana.
"Siapa dulu, abang kenal ga?" Tanya Haikal.
"Pokoknya abang terima sulu aja, kalau abang merasa ga kenal ya nanti kenalan sulu aja. Ayo bang buruan kaaihan nih yang lagi telpon" kata Aira sambil menahan tertawa.
Akhirnya Haikal menerima ponsel Aira untuk mengobrol dengan Evandro uang juga sedang terkekeh dari sebrang.
__ADS_1
"Halo..." ragu Haikal menyapa.
"Halo Kal, kenapa kamu ragu-ragu sama abang" kata Evandro tertawa.
"Ya ampun ternyata bang Evan ya, memang nih anak kecil ngerjain aja" kata Haikal.
"Memang kamu kira siapa, sampai kamu ragu terima telpon dari abang" kata Evandro.
"Haikal sih ga kepikiran kalau bang Evan yang menelpon sih hehehe maaf ya bang" kata Haikal tertawa sendiri.
"Haikal Haikal bikin tertawa abang aja kamu itu bisa dikerjain adikmu" kata Evandro.
"Emang tuh anak, awas aja nanti gantian Haikal kerjain deh" kata Haikal sedangkan Evandro hanya tertawa.
"Bang besok abang anter Anggi ke kampus Aira?" Tanya Haikal.
"Iya pagi, ada apa Kal. Mau ketemuan atau Aira mau bareng abang" jawab Evandro.
"Abang besok waktunya longgar ga, kalau longgar Haikal mau ajak ketemuan" Tanya Haikal.
"Longgar sih seharian penuh, boleh aja mau ketemuan dimana abang okey aja" jawab Evandro santai.
"Ketemuan di kampus Aira aja bang, kan abang mau anterin Anggi dan Aira akan diantar mang Ujang dan Haikal mau ikut aja.
"Hehehe iya juga sih, tadinya memang Haikal males banget yang anterin karena lagi ingin bangun siang sih, setelah inget sama bang Evan baru kepikir kenapa ga janjian aja jalan sama bang Evan" kata Haikal.
"Kamu itu, ya sudah nanti kita ketemu aja di kampus terus kita jalan kemana gitu juga boleh pake mobil abang aja, kalau kamu bawa mobil ya dititip aja di kampus." Usul Evandro.
"Okey bang, kalau begitu Aira besok aku antar aja deh" kata Haikal.
"Okey sampai besok Haikal salam buat om Raka ya" kata Evandro mengakhiri panggilannya.
💥 Kampus
Hari ini hari pertama untuk anak mahasiswa baru atau maba masuk ke kampus untuk pengenalan. Pagi-pagi Aira sudah sampai di kampus sebagai seorang panitya ospek. Walaupun acara masih jam 7, akan tetapi Aira jam 6 sudah sampai di kampusnya dengan diantar Haikal. Tak lama kemudian Anggi datang dengan diantar Evandro. Mereka duduk-duduk di kantin yang masih sepi.
"Memang bang Evan sama bang Haikal nanti mau kemana?" Tanya Aira.
Evan memandang Haikal begitupun dengan Haikal yang juga tidak menjawab namun malah hanya memandang Evandro.
"Kok malah jadi saling lihat-lihatan sih" kata Aira tertawa.
"Loh kalau abang terserah Haikal aja maunya kemana, mau disini aja juga boleh kok" jawab Evandro santai.
"Haikal juga terserah aja sih bang, tapi mendingan nanti siang aja bang kita perginya. Sekarang disini dulu aja kali sambil nungguin tempat lain buka" kata Haikal.
__ADS_1
"Okey" kata Evandro sambil membetulkan duduknya dengan santai.
"Bang Anggi ke sana dulu aja mau cari teman" kata Anggi ke Evandro.
"Okey sayang" kata Evan
"Pacar Aira yang mana, bang Evan penasaran deh" tanya Evandro.
"Bang jangan mulailah.... ini masih pagi" jawab Aira.
"Tuh yang baru datang dan jalan dari sana" jawab Haikal, Evandro melihat arah yang ditunjuk oleh Haikal.
"Abang ga dikenalin nih dek?" Tanya Evandro.
"Aira kesana dulu ya bang, itu teman Aira sudah ngumpul semua" kata Aira melihat Rio yang jalan menuju kantin.
"Tuh kan pura-pura ga dengar kalau abangnya minta dikenalin" sindir Evandro.
Rio yang sudah sampai di kantin melihat ada Haikal kemudian menyapanya.
"Eh bang Haikal, tumben disini" sapa Rio sambil melirik ke Evandro.
"Iya tuh nganterin" jawab Haikal sambil menunjuk Aira dengan dagunya.
"Ini mantankah?" Bisik Evandro ke telinga Aira.
"Idih abang gitu deh sama Aira" protes Aira sambil nyubit punggung tangan Evandro.
"Auwh sakit dong" Evandro meringis.
"Yuk Rio kita kesana aja deh, tuh udah pada ngumpul" ajak Aira.
"Bentar gue mau beli permen dulu" jawab Rio. Aira langsung mengekor Rio yang membeli permen kemudian kembali berkumpul dengan teman-temannya. Evandro tertawa melihat tingkah laku Aira yang menurutnya lucu untuk diusilin.
"Itu siapanya Aira Kal?" Tanya Evandro.
"Sahabat Aira dari sma yang dulu suka nganterin Aira pulang kuliah.
"Mereka pernah pacaran?" Tanya Evandro melihat ke Haikal.
"Setahu Haikal ga deh bang, pacar Aira yang tadi Haikal bilang itu. Tapi sepertinya mereka sedang ada masalah" kata jawab Haikal.
"O..." kata Evandro.

__ADS_1