Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 85. Waktu kamu melamun


__ADS_3

"Foto kak Aira yang ini cantik deh ma" kata Anggi.


"Yang mana sih?" Tanya Aira penasaran, Anggi menunjukkan fotonya ke Aira dimana Aira sedang melamun menatap indahnya pantai.


"Ya ampun kok Aira ga tahu sih" kata Aira kemudian menunjukkan ke Evan.


"Abang kapan mengambil foto ini?" Tanya Aira mendekati suaminya.


"Itu waktu kamu melamun yank" jawab Evan sambil tersenyum memandang istrinya.


"Ngelamun apa hayo, sedangkan suami ada disamping lagi" goda Haikal sambil tertawa kecil.


"Ngelamunin bang Haikal sama Vina" jawab Aira tak mau kalah sambil memandang suaminya dengan senyuman membuat Evan terkekeh istrinya ngerjain abangnya.


"Nah loh kena kamu Kal" kata Evan membuat Haikal terkekeh.


"Bang Evan kenapa ikut ngebuli Haikal sih" protes Haikal.


"Itu yang Aira mau bang" kata Aira bahagia mrlihat Haikal dikerjain rame-rame.


"Bang Evan ga penasaran tuh Aira ngelamunin siapa bang" kata Haikal.


"Nanti nanyanya langsung aja ke Aira Kal" jawab Evan sambil tersenyum.


"Udah jadian nih cerita bang Haikal dengan kak Vina?" Tanya Anggi.


"Anggi jangan ikutan dong" protes Haikal.


"Kalau mereka berdua ini di diamin akan bisa panjang tuh nanti dan bisa kemana-mana ngomongnya" kata Haris. Raka tertawa melihat anak-anaknya dengan sang menantu saling bercanda.


"Bang Evan juga dulu suka ngerjain Anggi, tapi untungnya ga sampai seperti bang Haikal ke kak Aira" kata Anggi.


"Lohkok jadi bang Evan ikutan kena sih" protes Evandro.


"Berarti kalau jadi anak bungsu itu emang punya bagian tersendiri untuk di goda berarti sama abangnya atau kakaknya" kata Haris sambil terkekeh.


"Bang Haikal emang parah dek kalau lagi ngebuli kak Aira" kata Aira ke Anggi.


"Bisa semua yang pernah Aira ceritain ke bang Haikal keluar semua tuh" kata Aira membuat Haikal tertawa.


"Hay kapan abang begitu?" Sangkal Haikal sambil terkekeh.


"Iya pernah deh dulu waktu ada Vina sama Rio" jawab Aira melirik suaminya.


"Kan bener waktu itu kamu lagi..." kata Haikal terputus.


"Stop ga usah dilanjut bang" potong Aira sambil menutup mulut Haikal dengan tangannya.

__ADS_1


Evan melnatap istrinya yang sudah melirik padanya.


"Kenapa ga boleh lanjut yank?" Tanya Evan yang penasaran. Aira bingung mau menjawab suaminya.


"Tuh ditanya bang Evan yang penasaran" kata Haikal.


"Kalau udah begini ke bang Haikal itu udah banyak ga jelasnya bang nanti yang diomongin" kata Aira melihat Haikal dengan menaikkan kedua alisnya.


Haikal tertawa melihat muka adeknya yang sudah memerah karena takut kalau Haikal melanjutkan ucapannya karena akan menyangkutkan nama Lukas.


"Bang koper yang isinya oleh-oleh abang kasih dimana?" Tanya Aira berbisik ke Evan.


"Koper yang merah? Itu abang suruh kasih ke apartemen yank. Yang abang turunin hanya baju kita saja" jawab Evan.


"Yah abang, berqti Aira ga bisa bongkar oleh-oleh dong" kata Aira.


"Ya gapapa kalau begitu nanti malam aja kita pulang ke apartemen dan besok baru dibongkar" kata Evan.


"Itu sengaja mengalihkan pembicaraan dengan bisik-bisik ke suaminya" sindir Haikal sambil terkekeh.


"Sudah, nanti adekmu marah loh sama kamu" kata Raka.


"Hehehe seneng aja sih pah ngerjain Aira" kata Haikal yang mendapat pelototan dari Aira.


"Tuh melotot pah, takut ya. Atau abang lanjutin ya" tanya Haikal sengaja menggoda Aira.


"Ini nanti aku yang akan kena sasaran marahnya Aira kalau terus kamu gangguan Kal" kata Evan.


"Iya biasanya begitu, sama dengan gue Van yang kadang jadi sasaran kemarahan istri" kata Haris.


"Aini dengar loh bang" kata Aini sambil terkekeh.


"Seneng ya kalau ngumpul bareng begini jadi rame" kata Diana.


"Kami tuh kalau ngumpul ga ada Aira atau Haikal berasa sepi Na" kata Raka.


"Karena yang sering ribut hanya mereka berdua aja tante" kata Haris.


"Emang Aira pernah marah sama bang Evan ya?" Tanya Haikal.


"Pernah dan ngambek ga ngomong dan jujur bang Evan ga bisa didiemi Aira, mendingan dia nangis atau ngomel deh dari pada diemin" kata Evan.


"Abang pasti yang bikin Aira marah?" Tanya Diana.


"Nggak ma, hanya salah paham saja sebenarnya" jawab Evan.


"Kenapa ya perempuan kalau marah suka ngediemin suaminya?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Nah itu tanya tante Diana" jawab Darwis.


"Loh kok jadi mama dibawa-bawa sih pah" kata Diana ke Darwis, Raka dan yang lain tertawa. Kedua keluarga ini saling melempar canda sampai tak terasa sudah harus mengantar Raka ke bandara dengan Darwis.


"Kopermu dimana Wis?" Tanya Raka sambil mendorong koper kecilnya.


"Itu sudah di dalam mobil, tadi diambil ke rumah sama sopir" jawab Darwis.


"Papa berapa hari perginya?" Tanya Aira sambil bergelayut manja pada papanya.


"Hanya 3 hari saja nak" jawab Raka menatap putri kesayangannya.


Evan yang melihat kedekatan istrinya dengan sang papa teringat akan pesan papa Darwis bahwa Evan harus bisa menjaga Aira seperti papa Raka menjaga putri kesayangannya.


"Semoga nanti aku kalau punya anak juga dapat begitu dekat dengan anak-anakku walau sesibuk apapun." Batin Evandro.


Raka memang selalu meluangkan waktu untuk anak-anaknya, sekalipun beliau sibuk akan mencari waktu untuk berusaha bisa dekat dengan ketiga buah hatinya.


"Aira sekarang sudah menjadi seorang istri yang wajib dan harus nurut sama suami. Karena sekarang tanggung jawabmu ada di suamimu, bukan lagi di papa ya nak" kat Raka memberikan wejangan pada putri kesayangannya.


"Iya pah, doain Aira ya pah bisa membahagiakan papa dan bang Evan" kata Aira sambil memeluk papanya. Raka mencium pucuk kepala putri kecilnya yang sekarang sudah dewasa.


"Ini bisa sambil mewek nanti" gumam Haikal yang di dengar Aira.


"Idih abang, kan Aira udah lama ga ketemu papa" protes Aira.


"Kalau begitu biar Haikal sama bang Evan aja ya yank semobil sama Suryo, Aira ikut mobil papa Raka" kata Evan.


"Boleh bang?" Tanya Aira manja sambil tersenyum senang.


"Boleh, tapi nanti kita pulangnya langsung ke apartemen ya" kata Evandro.


"Okey, makasih bang" kata Aira sambil mengecup pipi Evandro setelah menengok kanan dan kiri tidak ada yang lihat.


"Abang lihat ya dek" teriak Haikal membuat Aira langsung memerah pipinya karena malu. Evan terkekeh melihat istrinya malu sekaligus bahagia karena baru kali ini Aira mengecup pipi suaminya tanpa diminta.


"Nanti diulang lagi ya di rumah kita ya yank?" bisik Evandro.


"Idih abang" kata Aira kemudian berlari menuju mobil papa Raka. Evandro tertawa bahagia melihat pipi istrinya langsung berubah warna merah jambu.


"Aira... Aira... bikin abang tambah gemes aja" gumam Evan sambil menggeleng-gelangkan kepalanya sambil terkekeh sendiri.


💥 Bandara


Sesampainya di bandara, semua keluar dari mobil untuk mengantarkan papa tercintanya ke luar kota.


Aira sejak keluar dari mobil hingga menuju pintu masuk bandara tangannya selalu menggandeng papa Raka.

__ADS_1


__ADS_2