Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 174. Memang kucing apa..


__ADS_3

Keduanya mulai melantunkan lagu my heart dari Acha Septriana. Evan mendengarkan lirik lagunya ada rasa cemburu melihat bagaimana kedekatan Aira dengan Lukas pada saat melantunkan lagu itu.


"Dari tatapan matamu, gue percaya masih ada cintamu untuk istriku" batin Evan menatap Lukas.


"Memang mau apa lagi sih kak yang akan kita tampilkan, paling satu lagu itu saja kan, selebihnya kakak solo bukan?" Tanya Aira.


"Kita disuruhnya minimal 2 lagu berduet, tapi kalau Aira mau lebih juga tidak masalah. Karena kita diberikan waktu agak panjang" jawab Lukas jujur.


"Atau mau kita solo saja masing-masing satu lagu bagaimana?" Usul Lukas.


"Sepertinya Aira malas deh kak, Aira lagu yang duet aja dan cukup dua kali saja ya" kata Aira.


"Okey, kalau begitu nanti waktu selanjutnya biar kakak isi aja sendirian" kata Lukas.


"Tapi kakak gapapa?" Tanya Aira menatap Lukas.


"Kakak tidak masalah Ra, kamu juga lagi hamil besar pasti juga mudah lelah. Jagalah kesehatanmu, kasihan anak yang ada di dalam kandunganmu" kata Lukas.


"Kak kenapa perhatianmu ke aku ga berubah, apakah hatimu masih belum bisa melepasku" batin Aira.


Evan memperhatikan sikap Aira yang menatap Lukas dengan tersenyum.


"Kapan kalian akan tampil?" Tanya Evan sengaja memecah lamunan Aira.


"Kalau tidak salah sih minggu depan ya Ra" jawab Lukas ragu kemudian menatap Aira.


"Hah bukannya masih dua minggu lagi kak" kata Aira. Lukas terkekeh mendengar jawaban Aira, karena dirinya lupa tepatnya kapan mereka akan tampil.


"Kamu jadi salah satu panitya ya Ra?" Tanya Lukas.


"Tadinya iya kak, tapi Aira mengundurkan diri karena terlalu capek dan bang Evan ga ngijinin Aira banyak kegiatan" jawab Aira.


"Iya saya memang tidak mengijinkan, karena Aira kurang istrirahat karena selama ini dia sudah banyak kesibukan" sahut Evan.


"Benar itu, mendingan menjaga kondisi kesehatan agar tidak mudah lelah dan harus banyak istirahat" kata Lukas menyetujui sikap Evan pada istrinya.


"Tapi kadang rindu dengan ngumpul sama teman-teman kampus kak" kata Aira tanpa melihat ke sang suami.


"Bukannya kamu masih aktif kuliah setiap hari Ra, jadi masih bisa berkumpul dong sama temanmu Rio dan Vina ya" kata Lukas.


"Iya tapi kan teman Aira bukan hanya mereka berdua saja kak" kata Aira.


"Iya kan bisa juga saat kuliah ketemuan sama mereka semua. Jadi tidak harus jadi panitya dulu yang akan membuatmu lelah" kata Lukas. Aira hanya diam membenarkan ucapan Lukas.


"Satu lagi lagu apa ya Ra?" Tanya Lukas menatap Aira sambil berpikir lagu apa yang akan mereka tampilkan. Aira juga menatap Lukas dengan berpikir yang sama.


"Kasih putihnya Glen Fredly mau ga Ra?" Tanya Lukas.


"Boleh juga, atau lagu 'sahabat tak akan pergi'  juga bisa kak untuk acara kampus kan, kelihatannya cocok deh" usul Aira.


"Ya kita coba aja latihan dulu mana yang pas ya" kata Lukas kemudian Aira mencoba memutar lagu yang dimaksud.


Sahabat, coba kita arungi


Lautan luas kita seb'rangi


Gunung yang tinggi 'kan kita daki


Tak merasa letih


Melangkah ku ke ujung samud'ra


Kar'na tanpa kamu, aku hampa

__ADS_1


Sahabatku di setiap langkah


Kau selalu ada


Kamu begitu berarti


Dan istimewa di hati


Selamanya rasa ini


Sahabat takkan terganti


Dan ingatlah hari ini


Sampai kita tua nanti


Sahabat tidak pernah pergi


Selamanya di dalam hati


Kau sahabatku, takkan terganti


Ho-oh (ho-oh)


(Kau sahabatku)


Melangkah ku ke ujung samud'ra (ke ujung samud'ra)


Kar'na tanpa kamu, aku hampa (sahabatku)


Sahabatku di setiap langkah (langkah)


Kau selalu ada (selalu ada)


Dan istimewa di hati (istimewa di hati)


Selamanya rasa ini (rasa ini)


Sahabat tak akan terganti (tak akan terganti)


Dan ingatlah hari ini (hari ini)


Sampai kita tua nanti (tua nanti)


Sahabat tidak pernah pergi (pergi)


Selamanya di dalam hati (hati), oh-oh (ho-oh)


"Boleh juga ini Ra" kata Lukas setelah mendengarkan lagu ini diputar Aira.


"Bagus kan kak, kita bisa sambil ajak mereka untuk bernyanyi rame-rame dengan kita. Jadi suasqananya akan lebih meriah lagi kan" kata Aira sambil membayangkan suasananya.


"Iya benar itu" kata Lukas.


Keduanya saling mencari lagu dan terus latihan bersama, kadang Aira istirahat sambil minum jus. Sedangkan Lukas meneruskan karaokenya sendiri.


"Kapan kak Lusy rencana mau lahiran kak?" Tanya Aira setelah melihat Lukas istirahat sambil meminum jusnya.


"Bulan depan, doain lancar ya Ra" jawab Lukas.


"Iya kak, semoga lancar dan sehat semua kak" kata Aira.


"Kalau kamu kapan melahirkan, apakah sudah tahu jenis kelaminnya?" Tanya Lukas.

__ADS_1


"Aira masih 2 bulan setelah kak Lusy melahirkan kak" jawab Aira.


"O begitu, kirain hanya selisih sebulan kalian itu" kata Lukas.


"Nggak kak, selisihnya sebenarnya 2 bulan lebih hampir ke 3 bulan deh kalau tidak salah" jawab Aira.


"Ya yang penting nantinya melahirkannya lancar dan sehat Ra" kata Lukas mengingat Lusy memang sudah hamil lebih dulu.


"Aamiin" jawab Evandro.


"Jenis kelaminnya apa tuan?" Tanya Evan.


"Panggil aja saya dengan Lukas, jangan pake tuan terlalu formal" kata Lukas canggung.


"Baik, kalau begitu jangan panggil saya juga dengan tuan jika kita tidak bertemu untuk urusan kerjaan" kata Evan.


"Baik kak" jawab Lukas.


"Jenis kelamin anakmu apa Kas?" Tanya Evandro lagi.


"Laki-laki kata dokternya" jawab Lukas.


"Wah jagoan dong kak" kata Aira.


"Kalau kamu inginnya apa Ra?" Tanya Lukas.


"Kami sih apa aja kak" jawab Aira.


"Iya apa saja, apalagi ini anak pertama kami" jawab Evan.


"Memang rencana mau punya anak berapa kak?" Tanya Lukas.


"Berapa ya yank, banyak kali ya" jawab Evan sambil terkekeh, Aira langs melotot.


"Banyak?? Memang kucing apa kak" protes Aira membuat Lukas dan Evan tertawa melihat raut wajah Aira.


"Kan biar kamu ga kesepian di rumah sayang, jadi ramai dengan anak-anak kita" kata Evan.


"Aku senang melihatmu bahagia Aira" batin Lukas melihat mantan kekasih sudah bahagia dengan pasangannya.


"Iya juga ramai dan ga kesepian, tapi kalau kebanyakan ya pusinglah bang" kata Aira.


"Yang penting jangan satu aja Ra kasihan nanti anakmu kesepian sepetyi aku yang ga punya saudara" kata Lukas.


"Tuh bener kata Lukas" kata Evan sambil terkekeh.


"Iya ga cuma seorang, tapi ya jangan terus vanyak anak dong bang" kata Aira sambil menoel hidung suaminya.


"Kita makan malam dulu ya sebelum pulang nanti" ajak Evandro.


"Mau makan dimana memangnya bang" tanya Aira.


"Eh ke sop iga saja yuk kak seger deh sepertinya, Aira jadi ingin makan iga bakarnya" usul Aira.


"Kamu masih suka dengan iga bakar Ra?" Tanya Lukas membuat Evan mengkerutkan dahinya heran.


"Masihlah kak, enak soalnya iga bakarnya" jawab Aira.


"Ya sudah yuk kita ke sana sekarang" ajak Evan.


"Iya yuk" kata Aira.


Kemudian mereka bertiga menuju di restoran yang menyajikan sop iga.

__ADS_1


__ADS_2