Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 163. Hal yang bukan-bukan


__ADS_3

"Lalu bagaimana perasaanmu dengan Reza?" Tanya Evan menatap kedua bola mata istrinya dengan serius.


"Bang, jika Aira yang tidak percaya dengan cintanya abang ke Aira, kemudian Aira selalu meragukan kesungguhan hati abang ke Aira dan berpikir bahwa abang mencintai perempuan lain selain Aira, apa jawaban abang ke Aira?" Tanya Aira membalikkan pertanyaan untuk sang suami.


"Tidak akan ada wanita lain selain kamu di hati abang sayang" jawab Evandro memandang sang istri.


"Sama halnya dengan Aira saat ini bang, dihati Aira tidak ada pria lain selain abang" kata Aira membalas tatapan sang suami.


"Jika ada Rani lain atau artis lain yang akan mendekati abang dan merayu abang, apakah abang juga masih bisa bertahan? Sedangkan abang termasuk pria normal kan?" Tanya Aira.


"Sayang abang berani bersumpah bahwa hati abang hanya milikmu seorang. Namun abang ga berani berjanji untuk kesetiaan abang secara keseluruhan. Karena perempuan itu jika sudah menginginkan sesuatu, dia bisa menghalalkan segala cara, walaupun hati abang tidak akan pernah bjsa berpaling dari kamu. Misalkan dengan memberikan pada pria yang diinginkan tersebut minuman yang dapat membuatnya mabuk agar bisa selalu bersamanya, menemaninya sesuai keinginannya" kata Evan.


"Apakah abang pernah mengalaminya?" Tanya Aira menatap sang suami curiga.


"Kebetulan abang tidak pernah mengalaminya dan jangan sampai itu terjadi dalam hidup abang sayang" jawab Evan meyakinkan istrinya kemudian mencium kening sang istri.


"Sudahlah sayang jangan membahas masalah seperti itu, nanti akan membuat anak kita terganggu jika kamu berpikir hal yang bukan-bukan" kata Evan mengakhiri perdebatannya dengan sang istri.


"Ya abang duluan yang buat Aira jadi berpikir yang bukan-bukan" jawab Aira yang tidak mau disalahkan.


"Sekarang kita pulang yuk, biar kamu bisa istirahat" ajak Evandro.


Aira membuang nafasnya kasar. Sebenarnya Aira juga tidak suka dengan semua kekawatiran dan kecemburuan sang suami, namun Aira juga memaklumi jika suaminya sedang cemburu. Pasalnya memang kedua orang yang dicemburui oleh suaminya itu adalah orang yang pernah mengisi hati Aira.


Dan kenangan bersama sang mantan itu pasti akan tetap ada di hati Aira, walaupun Aira sendiri sudah berusaha melupakannya dan menggantikan posisi yang seharusnya pantas untuk berada di hatinya sekarang ini dan selamanya. Siapa lagi jika bukan suaminya yang harus bertahta di hatinya.


"Yank... sayang..." panggil Evan melihat istrinya diam dengan mata menatap ke luar jendela, menerawang jauh. Evan memeluk sang istri yang masih melamun hingga membuyarkan lamunan Aira.


"Eh ya bang" Aira kaget dengan sentuhan sang suami.


"Kamu melamunkan apa sih?" Tanya Evan sambil mencium pucuk kepala sang istri.


"Ga ada" jawab Aira singkat dengan mendongakkan wajahnya ke arah sang suami.


Evan langsung mencium bibir mungil istrinya yang membuatnya selalu ingin dan ingin lagi menyentuhnya.

__ADS_1


"Abang, ini bukan di rumah bang" protes Aira setelah suaminya melepas ciumannya.


"Ga akan ada yang lihat yank" jawab Evan santai.


"Ya memang saat ini ga ada yang lihat, tapi jika tiba-tiba ada yang datang dan langsung masuk gimana coba" kata Aira.


"Memang siapa yang biasanya langsung main masuk tanpa mengetuk pintu dulu yank?" Tanya Evan menyelidik.


"Ya memang kebetulan ga ada sih bang selama ini" jawab Aira.


"Baguslah, kirain ada pria lain selain abang yang akan masuk ke sini tanpa mengetuk pintu lebih dulu" kata Evan. Dan Aira tidak ingin menanggapinya, karena yang ada akan terjadi perdebatan lagi seperti sebelumnya.


"Yuk bang kita pulang, kan kita juga masih mau ada acara lagi dengan papa" ajak Aira langsung membereskan mejanya dan mengambil tasnya.


Aira bergelayut manja  pada lengan sang suami yang membuat Evan senang sekaligus dibuat heran dengan sikap sang istri saat ini.


"Tumben istriku mau menggandeng lenganku, biasanya gue yang menggandeng jemari tangannya atau memeluk pinggangnya" batin Evandro bahagia.


Entah kenapa, hari ini Aira ingin manja dan dekat dengan sang suami yang selama ini juga selalu menanjakannya. Evan membukakan pintu mobil buat istrinya di parkiran butiknya.


💥 Apartemen


"Wah istriku semangat sekali hari ini akan berkunjung ke rumah mantan" kata Evan menggoda sang istri, namun ada rasa cemburu terbersit dari setiap ucapannya.


"Apa Aira ga perlu ikut saja bang, agar tidak ada yang cemburu" kata Aira.


"Janvan dong, nanti gimana alasan abang saat lapa menanyakanmu" kata Evan.


"Ua bilang aja Aira ga mau ikut, karena kawatir akan ada yang cemburu" kata Aira menatap sang suami.


Evan menatap istrinya dan memeluk sang istri.


"Apakah salah jika suamimu yang begitu mencintaimu cemburu dan ingin selalu melindungi istrinya dari pria lain?" Bisik Evan membuat Aira merinding.


"Tidak ada yang salah bang, hanya saja tolong abang kurangi berpikir yang sifatnya negatif pada Aira" jawab Aira sambil mengecup pipi sang suami yang berada di samping telinganya.

__ADS_1


Evan senang dengan sikap sang istri yang sudah mengecup pipinya tanpa diminta. Evan tersenyum menatap sang istri.


"Sudah yuk kita berangkat, nanti abang jadi ingin memakanmu sayang" kata Evan dengan mengurai pelukannya.


Keduanya pun berangkat menuju ke rumah papa Raka setelah Aira selesai dengan segala riasannya.


"Istriku semakin hari semakin cantik, membuat abang ga rela jika harus bertemu pria lain yang nanti pasti akan menatap istri abang" kata Evan di dalam mobilnya.


"Abang ih lebay banget, nanti kalau Aira ga tambah cantik abang melirik wanita lain" kata Aira cemberut.


"Dimata abang, wanita paling cantik adalah istri abang selain mama yank" jawab Evan sambil menggenggam jemari tangan sang istri.


"Sudah bibirnya jangan begitu, nanti kita ga jadi berangkat loh" goda Evan dengan tersenyum.


"Kenapa ga jadi?" Tanya Aira bingung.


"Ya karena ada bibir cemberut yang minta disentuh dengan ini" kata Evan sambil menunjuk bibirnya sendiri sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Idih mulai deh" kata Aira ikut tersenyum sambil keduanya berjalan menuju ke mobil.


Aira nampak begitu cantik dan terlihat lebih segar dengan gaun yang dikenakan malam ini membuat sang suami setengah tidak ikhlas jika nanti istrinya ditatap oleh mantannya.


Namun jika Evan menyuruhnya ganti pakaian, waktunya sudah tidak memungkinkan, karena mereka harus ke rumah papa Raka.


"Kenapa papa tiba-tiba mau menjodohkan bang Haikal dengan Nayla ya bang?" Tanya Aira pada sang suami selama diperjalanan menuju ke rumah papa Raka.


"Mungkin tuan Hartadi yang mengajaknya besanan kali yank" jawab Evan.


"Tapi Aira juga senang deh kalau bang Haikal dengan Nayla" kata Aira sambil tersenyum.


Evan memandang sekilas ke sang istri yang tersenyim sendiri.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri yank?" Tanya Evan.


"Membayangkan Aira bisa jadi lebih dekat dengan Nayla, jadi bisa sering jalan bareng nanti kalau abang ga bisa anterin Aira" jawab Aira.

__ADS_1


"O karena bisar diantar abangnya Nayla ya" kata Evan.


"Loh kok jadi ke kak Reza lagi sih" kata Aira kemudian diam tidak lagi mau melanjutkan bicara hingga sampai di rumah papa Raka.


__ADS_2