Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 157. Rupanya ingin makan ayam bakar


__ADS_3

Nuri datang membawa makanan Aira, yaitu sate ayam.


"Nyonya ini Nuri belikan sate buat nyonya" kata Nuri sambil mengulurkan bungkusan satenya.


"Terima kasih Nuri, tapi saya ga lapar. Bawalah kembali sate itu. Berikan pada siapa yang mau memakannya" kata Aira.


"Sayang biar abang suapin ya, kasihan anak kita yang ada di dalam kandunganmu yank. Jangan kau buat dia ikut bersedih dan menahan lapar" kata Evan.


"Nuri kita pergi sekarang" ajak Aira kemudian melangkah melewati suaminya tanpa mau disentuh. Reza hanya bisa diam tanpa mau ikut campur urusan rumah tangga Aira walaupun hatinya ikut sakit melihat orang yang dicintainya sedang menangis.


Reza menyadari bahwa dirinya hanya orang lain dan tidak berhak ikut campur urusan rumah tangga mantannya walaupun sampai sekarang cinta itu masih bertengger dihatinya.


Nuri mengikuti langkah Aira meninggalkan ruangan itu dengan rasa takut kalau Evan akan memarahinya dan memecatnya juga.


"Biar abang yang antar kamu sayang" kata Evan tak henti membujuk Aira sambil berjalan mengikuti sang istri.


Aira diam tanpa menghiraukan ucapan sang suami dan terus melangkah masuk ke dalam mobilnya.


"Kita mau kemana nyonya?" Tanya Nuri.


"Ke es buah bang Faris" jawab Aira. Aira tahu Evan pasti akan mengikutinya.


"Baik nyonya" jawab Nuri.


"Tapi sebelumnya berhenti dulu di ayam bakar dan bungkuskan saja buat saya" kata Aira.


"Baik nyonya" jawab Nuri patuh.


Evan memerintahkan Suryo mengikuti istrinya.


"Rupanya dia ingin makan ayam bakar lagi" gumam Evan.


"Sur tolong kamu bayar, kelihatannya Aira minta dibungkus karena dia tidak keluar dari mobil" kata Evan memerintah asistennya untuk membayar dan membelikan lagi untuk Aira nanti sore.


"Baik tuan. Apakah tuan juga akan dibungkuskan ayam bakar?" Tanya Suryo.


"Tidak, saya makan sate yang tadi sudah dibeli Nuri ini saja" jawab Evan yang juga tidak merasakan lapar.


Setelah membungkus ayam bakarnya, mobil Evan kembali mengikuti mobil Aira menuju ke es buah bang Faris.


"Rupanya anakku menyukai es buah" kata Evan melihat mobil istrinya parkir di dekat warung es buah bang Faris dan Aira keluar dari mobilnya.


"Kenapa dia nekat makan disini sendiri, bukannya aku sudah bilang untuk tidak makan disini dan biar Nuri yang membelikannya." Kata Evan kemudian keluar dari mobilnya juga dan menyusul istrinya.


Aira sengaja duduk di tempat yang ramai yang di sebelahnya sudah ada orang yang duduk, sehingga suaminya tidak akan bisa mendekatinya lagi.


Dan benar saja, Evan bingung mau duduk di dekat Aira namun bangkunya sudah penuh dan tak ada kursi kosong di dekat Aira, ada kursi kosong tetapi agak jauh dari sang istri.


"Aira mau 2 porsi tanpa alpukat?" Tanya Faris.

__ADS_1


"Satu aja dulu bang" jawab Aira sambil tersenyum.


"Okey, sabar dulu ya Ra" jawab Faris yang di dengar Evan.


"Kenapa Aira bisa tersenyum pada pria lain, sedang denganku dia ga pernah mau menatap sedikitpun" batin Evan yang melihat Aira dari jarak agak jauh.


"Ini ya Ra tanpa alpukat" kata Faris memberikannya sendiri pada Aira.


"Makasih bang" jawab Aira.


"Vina sama Rio ga ikutan?" Tanya Faris.


"Nggak, karena Aira ga ke kampus hari ini" jawab Aira sambil memakan ayam bakarnya.


"Silahkan dinikmati ya Aira, bang Faris tinggal dulu" kata Faris.


"Iya bang silahkan" jawab Aira.


Derrt... derrt...


"Ya halo" sapa Aira.


"------"


"Iya gue di es buah bang Faris" jawab Aira.


"-------"


"-----"


"Siap" jawab Aira kemudian menutup ponselnya dan memasukkan ke dalam tasnya.


"Siapa yang menghubunginya, kenapa dia santai sekali seolah ga ada terjadi apapun" batin Evan yang sejak tadi memperhatikan sang istri.


Aira kembali membuka ponselnya dan mengetikkan pesan pada sahabatnya yang baru saja selesai menghubunginya. Isi pesannya meminta Vina menjemputnya menggunakan taksi online dan baru mereka akan pergi ke cafe berdua.


Aira membayar es buah ke bang Faris kemudian langsung masuk ke dalam taksi online yang di dalamnya sudah ada Vina tanpa boleh keluar dan membuka jendelanya agar tidak terlihat oleh Evan ataupun Suryo.


Evan kaget melihat Aira masuk ke dalam taksi online dan langsung pergi. Aira menghubungi Nuri untuk menunggunya di butik Aira, semua itu membuat Evan geram dan marah dengan cara Aira pergi menghindarinya.


"Sial dengan siapa tadi dia pergi. Aku seperti melihat ada orang di dalam mobilnya." Kata Evan bicara sendiri.


"Sur tolong lacak dimana istriku sekarang berada" kata Evan.


"Baik tuan" jawab Suryo.


💥 Cafe


"Gue tadi lihat bang Evan di sana ngejar loe Ra, ada masalah apa kalian?" Tanya Vina setelah berada di dalam cafe.

__ADS_1


"Gue lagi malas dengan bang Evan" jawab Aira pelan.


"Suami loe sudah datang ke sini?" Tanya Aira mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, sekarang suami gue kerja dan kami tinggal di apartemen dekat loe tinggal hanya berbeda gedung" jawab Vina.


"Berarti tadi loe dari sana?" Tanya Aira kaget.


"Nggak, kebetulan gue tadi lagi di kosan makanya gue bisa langsung jemput loe cepat" jawab Vina.


"Kalau begitu nanti kita pulang bareng aja Vin, biar Nuri nanti aku suruh pulang" kata Aira.


"Kenapa ga dijemput Nuri saja kesini?" Tanya Vina curiga dengan Aira yang pasti sedang ada masalah dengan suaminya.


"Biar saja Nuri pulang, gue ga ingin terlalu bergantung padanya" jawab Aira.


"Kenapa bukan bang Evan yang menjemputmu, jangan bilang kamu sedang menghindari suamimu Ra?" Tanya Vina.


Aira membuang nafasnya berat.


"Gue lagi ga ingin ngebahas tentang suami gue Vin." Kata Aira sambil menatap ponselnya yang sengaja di matikan.


"Aira, kamu bilang bahwa setiap orang atau rumah tangga akan ada masalah masing-masing dan semua berbeda-beda. Tapi jika loe ada uneg-uneg ceritakanlah ke gue, jangan dipendam." Kata Vina.


Aira hanya tersenyum dan menatap kearah luar cafe.


"Ada apa dengan bang Evan, apakah dia menyakitimu?" Tanya Vina lembut.


Aira mencoba menahan airmata sudah dipelupuk matanya agar tak menetes lagi dengan senyum terpaksa pada sahabatnya itu.


"Jangan bohongi hatimu Aira, ingat kamu lagi hamil anak bang Evan. Dan kamu juga sering sekali punya karakter yang berubah-ubah sejak hamil. Ceritakanlah, barangkali gue bisa membantu loe Ra" kata Vina.


"Kita kesini mau ngopi bersama Vin, mau saling bercanda bukan membahas masalah" kata Aira.


"Okey, tapi gue juga mau kalau loe ga jujur ke gue jika sedang ada masalah." Kata Vina.


"Suatu saat pasti gue akan cerita ke loe" kata Aira.


"Tapi jangan lagi pergi dari suami loe tanpa memberitahukan ke siapapun seperti dulu Aira" kata Vina.


"Nggak Vin, gue nanti tetap pulang ke apartemen" kata Aira.


"O iya loe ga ngehubungi Nuri dulu untuk ga jemput loe?" Tanya Vina.


"Nanti saja, biar mereka ga bisa ngelacak dimana gue sekarang" jawab Aira.


"Ya sudah sekarang loe mau makan apa bumil?" Tanya Vina.


"Gue jus aja deh, masih kenyang rasanya tadi habis makan ayam bakar" jawab Aira.

__ADS_1


"Okey, gue pesenin dulu" jawab Vina karena sejak tadi Aira ga mau pesan apapun di cafe alasannya masih kenyang.


__ADS_2