Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 159. Panggilan sayang


__ADS_3

"Bukan ada acara apapun sayang, tapi abang memang sudah lama ingin mengajakmu dinner romantis" jawab Evan.


"Apakah sayangnya abang suka dengan kejutan ini?" Tanya Evan dengan menggenggam jemari istrinya.


"Sayang kita makan dulu ya" kata Evan setelah pelayan restoran itu membawakan steak kesukaan Aira dari restoran ini.


Aira yang tadinya sudah berniat ga mau makan, setelah melihat steak yang dihidangkan jadi tertarik untuk dinikmatinya.


Aira tiba-tiba teringat saat pertemuannya dengan Lukas sebelum mereka putus hubungannha  dulu. Dimana Lusy mendatangi Aira dan mengatakan bahwa Lusy hamil anaknya Lukas. Sangat menyakitkan memang, namun mungkin semua itu menjadi yang terbaik jika melihat saat ini.


"Ada apa sayang?" Tanya Evan melihat Aira sendu. Aira hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu ingat yank, ditempat ini kita mengukir sejarah untuk melangkah menuju masa depan kita" kata Evan. Aira menatap Evan sambil berpikir apa yang dimaksud dengan ucapan Evan.


Karena saat ini Aira masih teringat akan sakit hatinya dengan pengakuan Lusy tentang kehamilan anak dati  Lukas.


"Sayang ditempat ini ikrar suci ikatan pernikahan kita terjadi" kata Evan sambil menatap Aira.


"Ah iya kita menikah disini ya bang, yang tadinya mau untuk acara tunangan kita" kata Aira, tanpa terasa air matanya mengeluarkan kristal bening menetes.


"Sayang kenapa menangis?" Tanya Evan kemudian berpindah memeluk sang istri.


"Iya ini tempat bersejarah bagi kita, sekaligus tempat dimana kebenaran tentang kak Lusy dan kak Lukas terungkap. Dan disini juga kami memutuskan hubungan itu" kata Aira membalas pelukan  sang suami dengan suara lirihnya.


"Disini Tuhan menunjukkan semua kebenarannya sayang, jangan mengingat hal yang tidak baik. Ambilnya hikmah dari semuanya yang sudah terjadi" kata Evan memberikan kekuatan sang istri dan menvium pucuk kepala sang istri.


"Kalian berdua berbeda jalan. Sedangkan jika saat itu kita tidak bertemu mereka dan Lusy tidak mengatakan yang sebenarnya, apakah kamu akan tahu kebenarannya sampai saat ini?" Tanya Evan membuka mata Aira.


"Yang terpenting saat ini mereka sudah bahagia dengan pasangannya dan kita juga bahagia dengan calon anak kita nanti" lanjut Evan.


"I love you sayangku, tidak akan pernah ada  perempuan lain selain kamu sayang. Abang ga bisa jauh dari kamu dan calon anak kita" kata Evan sambil mencium kening istrinya lama.


Aira menatap mata sang suami, Evan menatap istrinya penuh cinta. Evan mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri dan menciumnya. Aira memejamkan matanya membalas ciuman sang suami. Evan bahagia merasakan balasan bibir dari sang istri.


Evan memberikan sebuket bunga buat sang istri.


"Terima kasih bang" kata Aira dengan mata berkaca-kaca setelah menerima buket bunga dari sang suami.


"Maaf ya yank, abang tidak memberikan cincin atau perhiasan malam ini untukmu. Karena abang merasa kamu kurang menyukainya sejak hamil ini" kata Aira.


"Iya Aira ga suka perhiasan, Aira ingin alat joging atau sepeda aja bang" jawab Aira.


"Tapi alat itu ga boleh untuk bumil sayang" kata Evan. Aira cemberut, karena memang tiba-tiba saja dia ingin dibelikan alat itu.


"Tapi Aira mau bang" kata Aita merajuk.

__ADS_1


"Nanti kalau baby kita sudah lahir baru kita beli ya" kata Evan menjanjikan.


"Ga mau, Aira maunya besok kita belinya" kata Aira.


"Sayang orang hamil ga boleh bersepeda, apalagi pake alat joging. Kita besok pagi joging aja di sekitaran apartemen okey" kata Evan.


"Nggak, Aira maunya besok kita beli sepeda atau alat joging" kata Aira keukeuh.


"Ya sudah besok kita beli alat joging, tapi tidak untuk digunakan selagi kamu masih hamil ya" kata Evan, Aira menganggung dan memberikan kode dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v tanda setuju.


"Terima kasih abang sayang" kata Aira kemudian mencium pipi suaminya.


"Tapi mulai sekarang panggil abang dengan sayang ya atau hubby" kata Evan. Aira melotit dengan permintaan sang suaminya.


Lidah Aira masih kaku memanggil suaminya dengan sebutan sayang.


"Ayo sekarang coba panggil abang dengan sayang atau hubby" kata Evan meminta sang istri.


Aira diam sejenak sambil tersenyum malu.


"Aira ga bisa bang" kata Aira.


"Bisa sayang" kata Evan


"Emm, ga ah malu" kata Aira lagi, Evan terkekeh.


Lama Aira terdiam, membayangkan dirinya memanggil sang suami dengan sebutan sayang.


Evan menunggu sang istri dengan menahan tawa, pipi merona menahan malu Aira terbaca oleh Evan.


"Sa sayang" suara lirih Aira memanggil sang suami dengan ragu dan menahan malu.


"Apa, abang ga dengar yank" kata Evan.


"Coba ulangi" lanjut Evan.


"Suamiku sayang" panggil Aira lebih keras.


"Ulangi lagi, kurang jelas" kata Evan menggoda istrinya.


"Suamiku sayaaang" kata Aira sambil mencium pipi sang suami.


"Terima kasih sayangnya abang" jawab Evan dengan hati bahagia kemudian mengecup bibir sang istri.


Cup

__ADS_1


"Mulai sekarang panggil abang dengan sebutan itu okey yank" kata Evan dengan tatapan kasih sayangnya.


"Siap sayang" jawab Aira sambil tersenyum malu, lidahnya terasa kaku.


"Ayo kita lanjutkan makannya lagi yank" ajak Evan


Aira menganggukkan kepalanya dan menikmati hidangan yang disajikan di meja mereka.


"Banyak sekali sih bang makanannya" kata Aira.


"Kok bang lagi sih" protes Evan.


"Ih denger aja sih, kan Aira belum terbiasa" jawab Aira.


"Ya makanya mulai sekarang dibiasakan" kata Evan sambil tersenyum.


"Iya" jawab Aira singkat.


"Ini semua makanan kesukaan sayangnya abang kan, ada ikan bakar, kepiting saos mentega dan udang saus padang" kata Evan.


"Iya tapi Aira ga akan bisa habisin semua makanannya sendiri. Ikan bakarnya sama udangnya dibungkus aja ya yank. Aira mau buat besok." Kata Aira.


"Iya nanti biar abang minta lagi untuk dibungkusin sendiri, tapi kalau sekarang kamu masih mau makan semuanya dimakan aja" kata Evan senang istri mulai mau membiasakan memanggilnya dengan sayang.


💥 Apartemen


Setelah sampai di parkiran apartemen, Evan yang mau keluar dari mobil melihat sang istri yang masih terlelep dengan mimpinya tak langsung membangunkan.


Evan menggendong sang istri dan membawanya ke dalam kamar di apartemennya.


"I love you sayang dan terima kasih untuk mau menemani abang makan makan" kata Evan kemudian mencium kening sang istri setelah meletakkan istrinua diatas ranjang mereka.


"Selamat malam dan selamat bermimpi sayangku"


"Anak ayah, selamat malam dan terima kasih ya sayang. Jaga bunda dan buat bunda bahagia selalu ya nak" kata Evan sambil mengelus dan mencium perut Aira.


Evan merebahkan tubuhnya disisi sang istri setelah mengganti pakaiannya dengan piyama dan memeluk sang istri sambil memejamkan matanya untuk ikut tidur.


💥 Kediaman Hartadi


Pagi ini Nayla bangun dan langsung menuju ke dapur untuk membantu mamanya menyiapkan sarapan pagi buat keluarga.


"Sayang mau bikin sarapan apa ini?" Tanya mama Rina.


"Nayla sih pengin bikin bologneis mam, pengin bikin makaroni bologneis" jawab Nayla.

__ADS_1


"Makaroni, bukan spagetti ya?" Tanya mama Rina.


__ADS_2