
"Ternyata loe juga bisa kelimpungan ya Ris" kata Evan.
"Dasar loe ya" kata Haris.
"Jadi tadi ada ga cewek yang dipacari bang Evan waktu sma bang?" Tanya Aira.
"Nggak ada sayang, abang hanya nungguin gadis kecil yang entah dimana saat itu" jawab Evandro.
"O loe ga mau pacaran karena inget Aira dan berniat nungguin?" Tanya Haris.
"Iya gue hanya mikirin dia, tapi bodohnya gue bisa lupa kalau Aira itu adik loe dan gue bisa dong ke rumah loe kan saat itu buat nemuin Aira. Tapi semua itu ga kepikir sama gue." kata Evan.
"Hahaha gue pikir loe aja yang ga normal saat itu. Banyak cewek deketin loe anggurin" kata Haris.
"Sembarangan loe ya, gue normal tahu" protes Evan.
Aira memesan tambahan minum es jeruk, karena es tehnya sudah habis tak tersisa tanpa disadari karena sambil asyik bercanda dan minum.
"Ya kan bener dulu banyak cewek yang deketin loe anggurin aja mereka" kata Haris.
"Emang loe... yang main milih aja seperti hitung kancing mau yang mana dulu yang dipacarin" kata Evan.
"Ya ampun emang banyak ya pacarnya bang Haris dulu?" Tanya Aini membuat Haris menatap tajam ke Evan.
"Ups salah ya, nanya sendiri aja deh kak, biar gue ga disalahkan Haris nanti" jawab Evan.
"Kalau Aira waktu sma pacaran ga Ris?" Tanya Evan.
"Nanyanya ke Haikal atau Rio, gue sibuk dengan kerja saat Aira sma" jawab Haris.
Aira terkekeh mendengar jawaban Haris.
"Kenapa tertawa yank, senang abang ga dapat jawabannya. Tapi kenapa tadi muka Aira tegang waktu abang nanya bang Haris?" Tanya Evan.
"Ya ga papa dong Aira hanya ingin tertawa aja" jawab Aira.
"Kamu kenal Reza ya sayang?" Tanya Haris membuat Aira langsung berhenti makan karena kaget.
"Reza siapa maksud abang?" Tanya Aira.
"Reza Hartadi yang sekarang jadi kepala direktur hotel Hartadi" jawab Haris. Evan yang awalnya makan dengan santai jadi langsung menatap Haris kemudian ke Aira meminta penjelasan.
Aira yang tahu suaminya meminta penjelasannya langsung mengalihkan dengan minum lebih dulu sebelum menjawab. Karena tiba-tiba saja lehernya seperti tercekat mendengar nama Reza Hartadi.
"Abang kenal dengan kak Reza?" Tanya Aira berusaha santai.
"Iya kenal, kan dia sering diajak sama pak Hartadi untuk terlibat di kerjaannya sejak beberapa tahun ini" jawab Haris.
"Abang dari mana tahu kalau kak Reza teman Aira?" Tanya Aira.
"Ya dari ngobrol-ngobrol, lama-lama Reza nanya kamu karena dari mana belakang abang" jawab Haris membuat Aira diam.
__ADS_1
"Reza itu teman seangkatan atau beda angkatan?" Tanya Haris.
"Dia diatas Aira 2 tahun" jawab Aira.
"O iya kamu dapat salam dari Reza dan dia meminta nomer ponselmu, tadi abang kasih gapapa kan?" Tanya Haris melihat Aira kemudian ke Evan.
"Iya gapapa sih kalau Aira" jawab Aira kemudian membuka ponselnya.
"Pasti langsung akan dapat chat nanti dari Reza" sindir Evan yang sejak.tadi hanha diam mendengarkan.
"Sepertinya ini udah chatingan ke Aira deh, karena ada nomer masuk tanpa nama" kata Aira kemudian membuka kiriman pesannya yang ternyata benar dari Reza.
"Apa dia bilang?" Tanya Evan.
"Ini abang baca aja kalau mau" kata Aira memberikan ponselnya ke Evan. Haris terkekeh melihat Evan yang begitu posesif dan cemburu jika ada nama laki-laki yang berkaitan dengan Aira.
"Gue ga nyangka loe seposesif itu ke Aira Van" kata Haris.
"Ya gue hanya ngejaga apa yang menjadi hak dan milik gue aja" jawab Evan.
"Tapi ke yang dulu ga begitu deh" kata Haris lagi yang didengar Aira.
"Bedalah, dulu kan bukan hak dan milik gue" kata Evan.
"Niatnya kan gue hanya iseng doang" kata Evan melirik Aira.
"Tuh Reza ga dibalas sayang chatingannya?" Tanya Evan mengingatkan Aira.
"Mati gue gara-gara bahas Rani, istri gue marah lagi" batin Evan.
"Mau dibalas apa, sini biar abang yang ketik Aira yang ngomong" kata Evan.
"Nggak ah, Aira lagi malas" jawab Aira.
"Udah ga usah bahas masa lalu lagi, dari pada gue ga dapat jatah nanti" gumam Evan yang didengar Haris.
Haris tertawa mendengar gumaman sahabatnya yang sekaligus adik iparnya ini.
"Tuh yank ada notifikasi lagi masuk pasti dari Reza deh" kata Evan lagi yang kemudian diraihnya ponsel sang istri kemudian dibukanya chat dari Reza.
🗨"Apa benar ini Aira Saputra?" Tanya Reza
🗨"Saya Reza"
🗨 "Aira kamu masih ingat saya kan kak Rezamu dulu"
"Iya ini Aira Saputra" balas Aira💬
Yang menulis balasan chat dari Reza adalah Evan.
Evan penasaran apa hubungannya Aira dan Reza dulu, kenapa Reza bilang kak Rezamu dulu.
__ADS_1
🗨 "Kamu apa kabar Aira, apakah sekarang kamu sudah punya pacar lagi dan sudah melupakan kakak ya?" Tanya Reza membuat Evan yang membaca mulai kesal.
"Sudah" balas Evan💬
🗨 "Maaf kalau pertanyaanku membuatmu tak nyaman"
🗨 "Kapan kamu ada waktu, kita jalan yuk ke taman tempat dulu saat kita mulai jadian" ajak Reza.
Evan tidak melanjutkan membalas chatingannya Reza, hatinya mulai panas setelah tahu Reza mantan Aira.
"Ternyata diam-diam adek loe banyak juga mantannya Ris" kata Evan membuat Haris tersenyum. Aira langsung menatap Evan dan meminta ponselnya, kemudian membuka chat dari Reza.
"Memang siapa saja?" Tanya Haris.
"Tuh nanya sendiri saja langsung" jawab Evan menahan api cemburu.
Aira membuang nafasnya setelah membaca chat dari Reza yang mengajaknya bertemu untuk mengingat masa lalu.
🗨 "Aira... kok cuma dibaca saja, kakak minta maaf karena dulu meninggalkanmu begitu saja tanpa bisa memberikan kabar, karena kakak langsung kuliah ke luar negri dan ponsel kakak hilang sebelum keberangkatan kakak" Reza.
Aira membaca kembali chat dari Reza kemudian mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Kalau kalian mau pulang duluan pulang saja, nanti biar gue yang bayar Van" kata Haris kemudian Evan memandang ke istrinya yang sejak tadi diam.
"Mau pulang sekarang sayang?" Tanya Evan ke Aira.
"Iya" jawab Aira tanpa sadar ada tetesan air mata yang jatuh. Dan itu terlihat oleh mata Evan.
"Selesaikan permasalahan kalian dengan kepala dingin dan sabar" kata Haris sambil menepuk pundak sahabatnya.
"Siap bang" jawab Evan kemudian mengajak istrinya pulang.
"Bang, kok Aini curiga kalau Aira hamil ya" kata Aini.
"Darimana kamu bisa menilai sayang?" Tanya Haris.
"Aira kelihatan lebih sensitif dan tersinggungan deh kulihat tadi sempat menangis waktu berdiri ada air mata yang menetes" jawab Aini.
"Ya sudah biar saja itu jadi urusan Evan" kata Haris.
"Besok kalau sempat biar abang tanya ke Evan atau bisa abang ke kantor Evan untuk menanyakan keadaan mereka" kata Haris.
****
Terima kasih atas dukungan kalian selama ini 😘
Jangan lupa masukkan ke dalam rak favoritmu 🧡
Jangan lupa juga LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE
Peluk sayang author untuk kalian semua 🥰
__ADS_1