Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 50. Tolong abang berbalik dulu


__ADS_3

Evan lama menunggu Aira di depan kamarnya. Kemudian Evan menanyakan kunci duplikat kamar Aira ke pembatunya.


"Ini tuan kunci kamar nona Aira" kata kepala pembantunya lembut. Evan langsung membuka pintu kamarnya dan mencari Aira yang ternyata ada di dalam kamar mandi.


Evan menunggu Aira keluar dari kamar mandi dengan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Ceklek"


Aira keluar dari kamar mandi hanya berbalut lilitan handuk di badannya karena tadi lupa belum ambil baju ganti. Evan menelan salivanya melihat kulit putih mulus Aira yang terlihat di dada serta paha yang tak tertutup handuk.


Aira berjalan menuju lemarinya tanpa melihat ada Evan duduk di sofa. Setelah mendekati sofa, baru Aira terlonjak kaget melihat Evan duduk manis dengan tersenyum menatap Aira.


"Abang, ngapain di dalam sini bikin kaget orang aja" kata Aira sambil berjalan lebih cepat menuju lemarinya dengan kedua tangannya memegangi handuk di dada dan pundaknya.


"Abang sudah lama mengetuk pintu kenapa kamu ga buka justru kamu tinggal mandi" kata Evan.


"Tolong abang berbalik dulu, Aira mau ganti baju bang" kata Aira acuh.


"Abang udah pejamin mata ini" kata Evan sambil menahan senyum.


"Abang berbalik badan dulu sambil pejamin mata dan ga boleh melirik atau menengok" kata Aira. Evan akhirnya membalikkan badannya.


"Gimana suruh kuat nunggu lama nikahnya kalau gue harus melihat beginian" batin Evan sambil memejamkan mata dan tersenyum sendiri membayangkan Aira yang hanya memakai lilitan handuk di badannya dengan rambut setengah basah karena habis keramas.


Setelah Aira mengenakan pakaiannya, Aira duduk di sofa sebelah Evan.


"Abang mau ngapain masuk ke kamar Aira?" Tanya Aira datar.


"Kita nikah sekarang aja yuk" ajak Evan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kita batalkan saja, aku lebih setuju. Atau kita mundurkan tahun depan" kata Aira tanpa ada senyum di wajahnya.


"Sayang, kamu masih marah sama abang. Terus terang memang abang cemburu dengan Lukas karena abang sangat mencintai kamu" kata Evan.

__ADS_1


"Dan tidak akan ada mundur apalagi pembatalan." Kata Evan tegas.


"Sekarang abang pulang aja dan maaf jangan lagi temui Aira bang seperti yang tadi Aira bilang" kata Aira masih menahan kesal.


"Semakin kamu menghindari abang, maka abang akan tidur disini mulai hari ini" kata Evan.


"Nggak akan bisa, ini kamarku dan tolong abang keluar karena ga ada lagi yang perlu kita bicarakan" kata Aira kemudian berdiri untuk berjalan menuju pintu keluar. Akan tetapi saat Aira melewati Evan, tangan Aira langsung ditarik Evan hingga Aira terjatuh dipangkuan Evan dengan kepala berada di dada Evan.


Evan mendongakkan kepala Aira kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Aira melotot dengan kelakuan Evan yang tiba-tiba, Aira hanya bisa pasrah dengan kelakuan Evan. Evan melepas pagutannya untuk mengambil nafasnya dengan tersenyum melihat Aira yang pasrah.


"Abang pulang dulu dan besok pagi-pagi abang akan jemput kamu untuk kuliah" kata Evan lembut sambil mengusap bibir Aira yang basah karena ulah Evan.


"Aira mau diantar sopir papa aja, jadi abang ga usah nyamperin Aira" kata Aira. Evan tidak menanggapi apa yang dibilang Aira. Evan berdiri dan berjalan keluar menuju mobilnya.


💥 Kediaman Darwis


Darwis sampai di rumah langsung memberikan kabar ke istrinya tentang dimajukannya pernikahan Evan dan Aira sebelum dia membersihkan badannya sepulang dari kantor yang sudah malam.


"Abang itu di kampus sering jadi bahan omongan cewek kampus loh ma kalau lagi jemput kak Aira" kata Anggi.


"Memangnya abang sering keluar dari mobil kalau jemput kak Aira?" Tanya mama Diana


"Iya ma, seringnya abang nunggu di kantin ngobrol sama kak Rio" kata Anggi.


"Abangmu itu kelihatannya sudah sangat cinta sama Aira, tapi mama juga senang kalau memang mereka bisa saling mencintai" kata Diana.


"Tapi mantan kekasih kak Aira sepertinya masih sangat mencintai kak Aira. Dan ingin membatalkan pernikahan abang dengan kak Aira" kata Anggi.


"Tidak akan ada yang dapat membatalkan pernikahan abang" kata Evan tiba-tiba sambil jalan untuk mencium punggung tangan mamanya.


"Abang tumben inget pulang" sahut Diana.


"Inget dong ma, karena biasanya kalau mau mampir kesini dulu Aira suka sudah tertidur di jalan ma. Aku kasihan kalau mau bangunin" kata Evan.

__ADS_1


"Terus sekarang Airanya kemana?" Tanya mama Diana.


"Udah pulang ke rumah om Raka" jawab Evan sambil duduk di sofa depan mama Diana.


"O iya ma, rencana akad nikah Evan di majukan hari sabtu besok dan acara pertunangannya di hapus ganti akad" kata Evan memberitahu Diana.


"Kenapa kan cuma jarak 2 minggu bang, apa kamu udah ga bisa nahan?" Tanya Diana sambil terkekeh.


"Mama sama saja seperti Haris." Kata Evan terkekeh.


"Ya karena seperti yang dibilang Anggi tadi ma, juga Rani sekarang sudah kembali lagi ke sini dan sepertinya mau ajak balikan sama Evan." Kata Evan.


"Papa belum pulang ya ma?" Tanya Evandro.


"Sudah, tuh papa lagi mandi. Kamu mandi dulu sana, baru nanti kita bahas lagi masalahnya" kata mama Diana.


"Ya sudah, Evan mandi dulu ya mah gerah juga rasanya" kata Evan kemudian jalan menuju kamarnya untuk membersihkan badannya yang lengket karena aktifitas seharian di luar.


Darwis selesai mandi keluar kamar dan menyusul istrinya duduk di sofa ruang keluarga. Dan tidak lama kemudian Evan juga ikut duduk di sofa depan kedua orang tuanya setelah selesai mandi.


"Tadi Evan bilang ke mama kalau Rani sekarang sudah kembali ke sini pah" kata Diana ke Darwis.


"Terus kenapa memangnya dan apa hubungannya dengan pernikahanmu yang dimajukan Van?" Tanya Darwis ke Evan.


"Kalau mama tidak akan pernah merestui kamu sama Rani. Mama hanya ingin kamu sama Aira" kata Diana tegas.


"Ma, Evan juga ga akan mau balikan dengannya. Hati Evan sudah buat Aira bukan yang lain. Makanya Evan majukan acara akad nikahnya." Kata Evan.


"Memang Rani ngajak balikan sama kamu?" Tanya Darwis.


"Kemarin dia sempat hubungi Evan bilang begitu pah dan sebenarnya hari ini dia bilang akan ke kantor Evan, makanya tadi sengaja Evan ga ke kantor dan mendingan Evan pake ke kantor papa buat bicara ke om Raka dan papa masalah pernikahan Evan dan Aira yang dimajukan" kata Evan.


"Papa percaya sama kamu dan jangan pernah kamu mainin perasaan Aira, karena papa tahu walaupun mungkin Aira masih belum mencintai kamu sepenuhnya untuk saat ini. Tapi dia anak yang baik, papa sangat mengenal Aira karena om Raka itu sering menceritakan tentang anak gadisnya yang selalu dijaga oleh kedua abangnya." Kata Darwis.

__ADS_1


__ADS_2