
"HR butik bang, pemiliknya tante Rina" jawab Aira.
"HR butik itu milik mamanya Reza sayang" kata Haikal.
"Emang iya kak, tante Rina nama mamanya kak Reza?" Tanya Aira.
"Yubs betul itu nama mama" jawab Reza di sela-sela mendengarkan lagunya Rossa yang sedang melantun lewat radio.
"Kamu lagi belanja dengan bang Evan terus ditawarin mama untuk jadi model ya?" Tanya Reza.
"Iya, kok kak Reza tahu sih" jawab Aira.
"O jadi yang mama bicarain itu kamu, soalnya tadi pagi setelah sarapan mama cerita ke kakak dan adek kakak yang juga jadi model di butik mama kalau mama nemu model lagi untuk tampil fashion show minggu depan itu" kata Reza.
"Tapi Aira ga PD kak" kata Aira.
"Kenapa ga PD?" Tanya Reza.
"Model itu kan tingginya diatas 170 cm, sedangkan Aira ga sampai" jawab Aira.
"Ya nanti kamu lihat mereka aja dulu, adeknya kakak juga ga sampai 170 cm kok" kata Reza.
"Za lagunya Rossa tadi cocok buat loe deh" canda Haikal.
"Kak Reza udah bisa move on bang, jangan dibercandain melulu" kata Aira.
Reza hanya diam dengan membuang nafasnya berat.
...Sulit ku melangkah pergi...
...Bila kau masih di sini...
...Gagal diriku melupa...
...Tiap engkau menyapa...
...Aku masih menyayangimu...
...Aku masih cinta padamu...
...Bila masih saja kita bertemu...
...Semakin susah hati ini untuk...
...Melupakanmu...
...Telah kuhapus fotomu...
...Dari bingkai di kamarku...
...Tapi masih ada wajahmu...
...Singgahi mimpi-mimpi...
"Foto yang loe pajang masih belum loe ambil kan Za yang di kantor?" Tanya Haikal yang tahu di kantor Reza ada foto adeknya bersama Reza.
"Belum, biarkan saja buat pajangan. Ga ada yang gue turunin semua tuh foto" jawab Reza berat. Foto itu mengingatkan Reza pada saat masih bersama Aira dulu.
Aira hanya diam, karena tidak tahu maksud pembicaraan abangnya dengan sang mantan kekasih Aira ini.
__ADS_1
"Emang ada berapa banyak?" Tanya Haikal heran.
"Yang di kantor ada 2, yang lain di kamar gue di rumah ada juga beberapa" jawab Reza jujur sambil melirik ke belakang.
"Gimana loe bisa move on dong Za kalau loe ga turunin itu semua" kata Haikal.
"Yah itulah gue masih belum tega, ternyata ga mudah Kal" kata Reza sambil nyengir.
"Gue masih terlalu sayang dengan pemilik foto itu" batin Reza yang sebenarnya masih berharap untuk bisa bersama kembali dengan Aira. Namun dirinya sadar bahwa Aira sudah ada pemiliknya
"Ini lagu-lagunya enak loh bang" kata Aira yang mendengarkan lagu dari radio mobil Haikal.
"Ini juga enak, lagunya Afgan" kata Reza yang mendengar potongan lagunya.
...Mengapa Tuhan pertemukan...
...Kita yang tak mungkin menyatu...
...Aku yang t'lah terikat janji...
...Engkau pun begitu...
...Ku coba lawan aturan yang ada...
...'Tuk terus bersamamu...
...S'makin ku tenggelam dalam keadaan...
...S'makin ku menginginkan lebih...
Aira ikut melantunkan lagu Afgan tanpa memberi komentar tentang liriknya.
"Apakah di hatimu masih ada namaku Ra?" Tanya Reza dalam hati.
"Ga begitu rajin juga sih mama ngadainnya, hanya kalau lagi punya mau aja" jasab Reza.
"Kamu ga ingin buka butik Ra?" Tanya Reza.
"Bukannya kamu suka design baju sendiri dek?" Tanya Haikal.
"Nah itu bisa loh buat butik sendiri atau kerja sama dengan mama aja Ra" kata Reza.
"Aira memang kepikiran mau bikin butik sih kak, tapi kan Aira harus survei ke toko kain juga" jawab Aira.
"Nanti ambil kainnya dari tempat kakak aja, kamu hubungi kakak, kita janjian ke pabrik buat lihat kain yang terbaru atau yang kamu inginkan" kata Reza.
"Emang kantor kak Reza bikin kain ya?" Tanya Aira.
"Iya kan kantor kakak dibidang garment sayang, eh maaf" kata Reza keceplosan. Tapi Aira berusaha untuk pura-pura tidak mendengar.
"Iya deh, kapan-kapan Aira hubungi kak Reza kalau kak Reza pas ada waktu bisa dong tunjukin ke Aira ya bahan yang bagus" kata Aira.
"Boleh atau mau besok kita ketemu langsung di kantor baru nanti kita ke pabriknya bersamaan." Kata Reza.
"Ya nanti Aira lihat dulu ya waktunya, kalau besok Aira ga ada kuliah bisa deh Aira ke kantor kak Reza" kata Aira.
"Okey, kakak tunggu ya" kata Reza.
Haikal hanya menjadi pendengar. Haikal percaya dengan adeknya yang tidak akan mungkin untuk selingkuh dengan Reza di belakang Evan suaminya. Walaupun mereka berdua nantinya akan terlibat sebuah bisnis berdua.
__ADS_1
💥 HR butik
Mereka bertiga sudah sampai di butik Rina Hartadi.
"Itu mobil bang Evan baru sampai dek" kata Haikal yang kemudian memarkirkan mobilnya disebelah mobil Evandro.
"Wah tepat banget itu abang nyampenya bisa barengan sama kita" kata Aira.
Reza keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Aira. Evan yang kebetulan sudah keluar dari mobilnya melihat sang istri dibukain pintu mobil oleh rivalnya ada rasa cemburu.
"Terima kasih kak" kata Aira
"Sama-sama" jawab Evan.
"Besok kakak tunggu di kantor ya atau mau kakak jemput di kampus?" Tanya Reza.
"Nanti aja Aira kabari kak Reza kalau besok Aira bisa.
"Okey" jawab Reza sambil menutup pintu mobil.
Aira langsung nyamperin sang suami yang hanya diam memandang Aira dan Reza bergantian yang sedang bicara serius.
"Abang..." sapa Aira sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Nih Aira bawain asinan sayurnya bang" kata Aira, kemudian memeluk sang suami dan mencium pipi Evan.
Evan tersenyum melihat tingkah Aira yang seperti kangen karena lama tidak bertemu.
"Aira kenapa kangen ya dengan abang, padahal cuma sehari ga ketemu" bisik Aira membuat Evan tersenyum dan memandang sang istri dengan hati bahagia.
"Abang juga kangen dengan kalian berdua" bisik Evan membalas istrinya.
"Bagaimana apakah baby kita senang karena sudah mendapatkan asinan?" Tanya Evan sambil memeluk sang istri dan mengusap perut datar Aira.
"Selamat sore bang" sapa Reza dengan mengulurkan tangannya ke Evan setelah Haikal bersalam dengan Evan.
"Sore, terima kasih ya kalian sudah mengantarkan istri abang beli asinan" kata Evan menekan kata istri.
"Ayuk kita masuk kedalam bang" ajak Reza.
"Iya silahkan kalian duluan, saya mau simpan ini dulu ke dalam mobil" jawab Evan kemudian meletakkan asinanya di dalam mobil.
"Ternyata HR butik ini milik mamanya kak Reza bang" kata Aira membuat Evan langsung menatap sang istri.
"Tapi kamu janji hanya sekali ini ya sayang ikutan. Kalau sampai nanti ditawarin lagi abang ga akan ijinin kamu apapun alasannya" kata Evan sambil jalan dengan tangan merangkul pundak sang istri.
Evan kawatir kalau Aira terlalu dekat dengan mamanya Reza dan Reza akan bisa menjauhkan Aira dari Evan.
"Selamat sore tuan" sapa pelayan butik dengan menundukkan kepalanya memberi hormat ke Reza.
"Mama ada dimana mbak?" Tanya Reza.
"Diatas tuan" jawab pegawai butiknya.
"Yuk kita langsung ke atas aja nemuin mama dan kelihatannya Naila juga sudah datang" kata Reza mengajak pasukannya.
"Siapa Naila?" Tanya Haikal
"Adek gue yang gue ceritakan tadi yang dijadikan mama modelnya juga" jawab Reza. Haikal hanya manggut-manggut.
__ADS_1
"Ma" sapa Reza dengan mencium punggung tangan mamanya.
"Eh tumben anak ganteng mama datang ke sini" kata mama Rina.