Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 142. Makan sate


__ADS_3

"Lucu ya ma kalau sedang gerak" kata Evan.


"Semalam juga dia bergerak waktu Evan mengelus perut Aira" kata Evan.


"Hah bang Evan semalam mengelus perut Aira, kok Aira tidak berasa sih" batin Aira.


"Itu tandanya babynya senang jika dielus sama ayahnya" kata mama Diana


"Pasti bundanya juga tidur nyenyak semalam, karena babynya ga rewel dan nyaman dekat dengan ayahnya" lanjut mama Diana.


Evan tersenyum memandang istrinya. Evan mencium pipi sang istri.


"Babynya kangen dijenguk ayahnya" bisik Evan, Aira melotot ke Evan membuat sang suami terkekeh.


"I love you sayangku" bisik Evan membuat Aira merona.


Mama Diana sengaja keluar kamar untuk memberikan kesempatan pasangan ini merajut kasih kembali.


Evan mencium bibir istrinya setelah tahu mamanya keluar kamar.


"Abang rindu kamu sayang" bisik Evan kemudian kembali mencium bibir sang istri dan memagutnya. Aira yang juga rindu suaminya  membalas pagutan sang suami. Terdengar suara berisik dari luar kamarnya membuat Aira melepaskan pagutannya.


"Siapa sih itu, mengganggu kenikmatan orang saja" kata Evan kemudian mengusap bibir sang istri yang basah karena ulahnya.


"Sepertinya itu suara Anggi dengan Rio, kata mama sih mereka mau kesini" kata Aira kemudian berusaha berdiri dari kasurnya.


"Ya sudah kita keluar saja, nanti malam kita lanjutkan lagi ya" kata Evan sambil memeluk istrinya dan ingin menggendong sang istri untuk keluar kamar.


"Ih abang apaan sih" kata Aira malu sampai pipinya merona. Evan melihatnya ikut tersenyum bahagia dan mencium pucuk kepala sang istri.


Kemudian Evan membantu istrinya jalan keluar dari kamar untuk menemui sahabatnya.


"Eh kak Aira terbangun ya karena Anggi terlalu kencang bicaranya" kata Anggi.


"Tidak kok, sejak tadi kakak menunggu kedatangan kalian" jawab Aira.


"Senang Ra melihatmu sehat kembali" kata Rio.


"Vina mana kok ga kelihatan?" Tanya Aira.


"Vina kemarin pulang disuruh orang tuanya karena ayahnya sakit" jawab Rio.


"Tapi Vina lama ga nengok Aira, apa dia sebelumnya sibuk?" Tanya Aira.


"Mungkin" jawab Rio singkat yang tidak ingin menceritakan permasalahan Vina pada Aira saat ini.

__ADS_1


"Sayang mau makan apa sekarang, biar abang pesan online saja" kata Evan.


"Kita ke sate ayam langganan kita saja yuk bang" ajak Aira.


"Kamu baru saja pulang dari rumah sakit sudah mau ajak jalan kesana, tidak salah ini?" Tanya Evan bingung dengan keinginan istrinya.


"Bagaimana kalau pesan online saja atau biar dibelikan Suryo ya?" Tanya Evan lagi.


"Tapi Aira ingin makan disana bang" jawab Aira.


"Ya sudah kita kesana saja, tapi sebentar saja ya sayang. Habis itu kita langsung pulang karena Aira harus istirahat lagi biar badannya segera kuat" kata mama Diana.


"Iya ma, terima kasih ma" kata Aira senang bisa makan sate ditempatnya. Karena sejujurnya Aira sangat jenuh selama di rumah sakit.


đŸ’„ Sate Dulah


Sampai di tempat sate pak Dulah, Evan pesan sate 6 porsi untuk mereka berenam juga.


"Itu bukannya bang Haikal?" Tanya Anggi menunjuk meja tempat Haikal dan Reza duduk.


Rio, Evan dan Aira melihat ke arah yang ditunjuk Anggi. Evan hanya diam melihat Haikal dengan Reza duduk berdua sambil berbincang serius.


Aira kemudian mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada pesan untuknya. Evan melirik apa yang akan dilakukan oleh sang istri dengan mengeluarkan ponselnya. Karena dipikiran Evan, istrinya akan mengirimkan pesan pada Reza agar tidak terlihat oleh Evan.


Apa kabat Tante" sapa Haikal sambil mencium punggung tangan mama Diana.


"Sama Reza tan" jawab Haikal menunjuk Reza. Reza yang melihat Haikal dan keluarga Evan langsung berdiri dan ikut menyalami mama Diana dan yang lainnya termasuk ke Aira.


"Anggi tadi lihat bang Haikal dengan bang Reza, tapi kelihatannya sedang serius bicara. Jadi Anggi ga jadi menyapa deh" kata Anggi. Haikal hanya tersenyum.


"Nggak papa, sapa aja" jawab Haikal.


"Kamu sudah sembuh sayang, jaga kesehatan ya jangan terlalu capek lagi" kata Haikal.


"Iya bang terima kasih" jawab Aira canggung karena adanya Reza.


"Kalian sedang sibuk kan, kami duluan pulang  salam buat papa Raka" kata Evan sambil menepuk bahu Haikal dan Reza bergantian.


"Kami pulang dulu ya bang, kak" kata Aira.


"Iya hati-hati" jawab Reza juga canggung melihat sikap canggung Aira.


"Maafkan kakak Aira. Karena kakak, kamu harus bermasalah dengan suamimu" batin Reza dengan  memperhatikan Aira yang mulai menghilang karena masuk ke dalam mobil suaminya.


đŸ’„ Apartemen

__ADS_1


Sampai di apartemen, Aira dan Evan turun. Sedangkan Suryo langsung pamit pulang karena hari sudah malam. Mama Diana dan Anggi diantar pulang oleh Rio.


"Sayang, ponselnya bunyi nih" panggil Evan yang melihat ponsel Aira berdering tanda ada panggilan.


"Dari siapa bang" tanya Aira kemudian mengambil ponselnya dan menerima panggilannya yang ternyata dari tukang jahit langgananya.


"Siapa yang menelponmu?" Tanya Evan.


"Tukang jahit Aira, dia minta bahan yang pernah Aira janjikan untuk mengirimkannya. Tapi Aira belum sempat karena keburu sakit" jawab Aira.


"Memang kainnya dimana, biar besok abang antarkan ke sana" kata Evan.


"Aira belum mengambil kainnya bang,  nanti-nanti saja kalau Aira sudah mengambil kain"  jawab Aira.


"Ambil kainnya kemana?" Tanya Evan lagi ingin tahu apa benar dugaan Evan saat ini. Aira menatap mata sang suami, ingin langsung menjawab tapi ragu kalau Evan marah.


"Emm masih di pabriknya kak Reza" jawab Aira pelan. Evan membuang nafasnya kasar sambil mengusap wajahnya.


"Benar dugaanku selama ini mereka ada hubungan kerjasama. Kenapa aku bisa kecolongan" batin Evan.


"Sejak kapan kamu kerjasama dengan Reza?" Tanya Evan menatap sang istri.


"Sejak beberapa bulan lalu" jawab Aira


"Maafkan Aira bang yang sengaja belum menceritakannya ke abang. Karena..." kata Aira terpotong dengan ucapan Evan.


"Sengaja belum menceritakan ke abang, maksudnya sengaja itu apa sayaang?" Tanya Evan menahan emosi dengan menekan kata sayang


"Aira akan cerita ke abang setelah butik Aira terlihat sudah jalan lancar" jawab Aira.


"Apa sih kurangnya abang dimatamu yank, abang tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapimu" kata Evan serius dengan menatap kedua bola mata istrinya.


"Kenapa dimatamu abang seperti bukan suami yang peduli dengan istrinya, sampai istrinya harus ikut bekerja mencari uang bahkan membuat kerjasama dengan mantannya" kata Evan menahan marah.


"Kamu selama ini minta bebas waktunya untuk tidak setiap hari ke kantor, abang kasih. Minta waktu jalan dengan temanmu tanpa ada Nuri, abang bebaskan. Lalu sekarang..." Evan tidak melanjutkan lagi ucapanannya, kawatir berakhir emosi lagi dengan Aira. Evan frustrasi menghadapi istrinya.


"Maaf bang, Aira bukan tidak menganggap abang suami Aira. Aira sangat mencintai abang dan Aira hanya mencari kesibukan" kata Aira sambil memeluk suaminya erat.


"Apakah ada lagi yang kamu sembunyikan dari abang?" Tanya Evan.


"Sayang, abang ingin kita saling terbuka untuk tidak menyembunyikan sesuatu dibelakang pasangan kita" kata Evan dengan mendiamkan istrinya masih memeluknya dari belakang.


***


Maaf ya gaes kalau terlambat updatenya, authornya lagi sibuk...

__ADS_1


Berikan komentar kalian ya dan jempolnya jangan lupakan hehehe...


__ADS_2