Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 167. Jagoan Ra


__ADS_3

"Bu, ada tamu yang akan bertemu ibu" kata Lisa pada Aira.


"Suruh ke ruangan saya saja Lis" jawab Aira yang berada di lantai 3 tempat para penjahit berada.


Kemudian Lisa bersama dengan Aira turun menggunakan lift. Aira berhenti di latai 3 dan masuk ke ruangannya.


Sedangkan Lisa ke lantai bawah untuk meminta tamunya menemui Aira ke lantai 2 memakai lift, karena yang datang Lukas dengan istrinya yang sudah hamil besar.


"Hai Ra" sapa Lusy.


"Hai kak Lusy, kak Lukas apa kabar?" Balas Aira menyapa dengan mencium pipi kanan dan kiri Lusy.


"Kabar baik, kamu terlihat segar sekali hari ini Ra?" Kata Lusy.


"Ah masak sih kak, perasaan sama aja deh. Kak Lusy yang kelihatannya semakin cantik aja" kata Aira sambil mempersilahkan tamunya duduk di sofa ruangannya.


"Kata kak Lukas kalian mau ada acara?" Tanya Aira langsung pada poinnya.


"Iya Ra kami mau ada acara dadakan ini, tiba-tiba mami mau mengadakan acara 7 bulanan. Padahal kan ini sudah mau masuk bulan ke 8.  Kalau minggu depan, kira-kira bisa jadi ga ya Ra pesanan kami ini?" Tanya Lukas.


"Minggu depan, lumayan mendadak juga ya kak. Tapi coba Aira usahakan ya spesial buat kalian berdua deh" jawab Aira.


"Kak Lusy inginnya yang bagaimana, ini Aira punya beberapa design. Siapa tahu ada yang menarik perhatian kakak" kata Aira memberikan gambar designya pada pasangan ini.


"Ini bagus deh Ra, tapi warnanya kakak penginnya warna agak kebiruan ya" kata Lusy sambil melihat ke suaminya.


"Iya kakak ngikut kamu saja sayang" jawab Lukas yang tahu keinginan istrinya.


"Siap" jawab Aira sambil memberikan contoh bahannya yang berwarna biru.


"Iya ini deh warnanya di padu dengan warna navy cantik kali ya" kata Lusy.


"Navy yang mana kak, ini Aira ada contohnya. Kalau Aira sih sarankan yang motif ini perpaduannya" usul Aira.


"Iya bagus juga yang motif itu, tapi polosnya juga bagus loh Ra" kata Lusy.


"Iya bagus, terserah kakak mau yang mana. Sebentar Aira design dulu ya perpaduannya" kata Aira kemudian mendesign dengan ipadnya yang sudah di berikan warna sesuai dengan warna bahan, kemudian ditunjukkan ke Lusy.


"Wouw bagus juga yang motifnya, ya sudah kakak yang itu aja deh Ra" kata Lusy.


"Oke, kak Lukas biar diukur dulu ya sama Lisa dan kak Lusy biar Aira yang mengukurnya" kata Aira meminta Lisa untuk membantu mengukur Lukas.


"Kita makan siang yuk Ra bersama, kangen kakak makan sama kamu" ajak Lusy.

__ADS_1


"Boleh... ayo aja kak" jawab Aira kemudian ketiganya keluar dari ruangan Aira.


"Maaf bu, ada tuan Reza" kata Lisa setelah Aira sampai di lantai bawah.


"Eh kak Reza sudah datang, kirain nanti sore datangnya" kata Aira.


"Nanti sore kan meetingnya Ra" jawab Reza.


"Apa kabar tuan?" Sapa Lukas mengulurkan tangannya pada Reza.


"Baik tuan, apakah kalian mau pergi?" Jawab Reza ke Lukas, kemudian bertanya pada Aira.


"Kami mau makan siang, istri saya yang mengajaknya. Ikut saja biar kita bisa makan rame-rame" ajak Lukas.


"Baiklah kebetulan saya juga belum makan siang" jawab Reza.


Aira ikut mobil Reza atas ajakan Reza. Mereka menuju sebuah restoran yang agak lumayan jauh dari butik Aira.


💥 Restoran


"Lama kita tidak pergi berdua Ra. Terakhir  kita pergi berdua saat kamu menjelaskan pernikahanmu dengan suamimu" batin Reza di dalam perjalanan ke restoran melihat Aira duduk di sampingnya.


Reza membukakan pintu mobil untuk Aira setelah sampai di restoran.


"Terima kasih kak" kata Aira.


Lukas dan Lusy duduk bersebelahan, sedangkan Aira bersebelahan dengan Reza. Keempatnya sedang memesan menu yang diinginkannya pada sang pelayan restoran.


Sambil menunggu pesanannya jadi, Reza berbincang dengan Lukas dan Aira dengan Lusy.


"Rencana acara akan diadakan dimana kak?" Tanya Aira pada Lusy.


"Di hotel Sanjaya Ra, nanti kamu datang loh ya. Undangan pasti akan kami kirim ke apartemenmu atau ke kantor suamimu. Kamu juga sering ditanyakan mami karena lama ga ketemu, katanya mami kangen sama kamu Ra" kata Lusy.


"Iya ketemu mami Andriana itu saat Aira sedang belanja sama bang Evan, kalau ga salah 2 bulan yang lalu" kata Aira.


"Iya mami juga cerita itu, katanya pernah ketemu kamu lagi belanja" kata Lusy.


"Udah USG ya kak, anaknya laki-laki atau perempuan?" Tanya Aira.


"Jagoan Ra" jawab Lukas.


"Wah kak Lukas ada temannya dong, nanti tinggal yang kedua program perempuan ya biar kaka Lusy juga ada teman belanjanya" kata Aira.

__ADS_1


"Entahlah Ra, mungkin kakak hanya sanggup memberikan satu ini saja" kata Lusy dengan wajah memelas namun berusaha untuk tetap tersenyum.


"Maaf kak, tapi satupun juga harus disyukuri yang penting sehat semuanya okey" kata Aira sambil menggenggam tangan Lusy untuk memberikan semangat debgan tersenyum memandang Lusy.


Lusy tersenyum memandang Aira yang juga tersenyum tulus padanya untuk memberikan semangat.


"Iya, kakak jadi semangat lihat kamu begitu semangat Ra" kata Lusy.


"Harus dong" kata Aira.


"Ra jika suatu saat kakak pergi jauh, kakak titip anak kakak ya Ra. Biarkan dia juga bisa menjadi anakmu dengan memanggilmu sebagai maminya. Agar nanti anak ini tetap merasakan memiliki seirang ibu" kata Lusy.


"Sayang..." kata Lukas memeluk istrinya tanpa dapat melanjutkan ucapannya.


"Boleh ya kak anak kita nanti memanggil Aira dengan mami, bunda, mama atau apapun itu" kata Lusy meminta ijin pada suaminya.


"Iya kakak tidak masalah, tapi bagaimana dengan Aira dan suaminya nanti" kata Lukas mencium pucuk kepala sang istri.


"Iya kak, anak kakak akan memanggil Aira bunda sama seperti anak Aira juga nantinya" jawab Aira ikut menangis melihat Lusy menangis.


"Ini pesanan kalian sudah datang, ayo kita makan dulu" kata Lukas mengalihkan pembicaraan. Sedanfkan Reza hanya diam dengan mendengarkan pembicaraan mereka.


Mereka berempat menikmati makan siangnya dengan suasana damai dan Lusy senang bisa makan bersama dengan Aira sesuai keinginannya.


"Ra nanti kalau kakak bosan dirumah boleh ya kakak main ke butikmu?" Tanya Lusy.


"Boleh kak silahkan saja, tapi tidak setiap hari Aira ada di butik loh ya" jawab Aira sebelum mereka berpisah.


"Iya nanti kakak pasti akan janjian dulu denganmu" kata Lusy sambil tersenyum.


"Siap, akan Aira tunggu selalu ya" kata Aira sambil mengelus lengan Lusy dengan tulus.


💥 Butik


"Silahkan kan masuk kak" kata Aira mempersilahkan tamunya masuk ke ruangannya.


"Terima kasih Ra. Ini kakak ada sample baru tapi belum jadi ya, mungkin baru akan jadi beberapa hari lagi" kata Reza memberikan samplenya sambil duduk di sofa ruangan Aira.


"Bagus sekali tuan samplenya, butik ini siap menerimanya" kata Aira.


Reza tertawa melihat Aira serius memanggilnya dengan tuan.


"Maaf nyonya boleh saya meminta pendapat kerjasama yang akan kita lakukan untuk kedepannya nanti?" Tanya Reza.

__ADS_1


Aira tertawa mendengar Reza ikut bicara serius berdua dengan Aira.


"Tapi sepertinya untuk kerjasama ini baru akan berjalan beberapa bulan yang akan datang deh kak, setelah Aira melahirkan. Soalnya sekarang Aira sedang tidak bisa terlalu capek dan sibuk" kata Aira kemudian memencet telp untuk memanggil Lisa asistennya di butik.


__ADS_2