Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 152. Gue udah minta maaf


__ADS_3

Reza yang mendengar ucapan dari jawaban Aira ke Vina hanya menatap penuh sayang pada wajah Aira yang semakin cantik menurutnya.


"Ternyata masih sulit untukku move on dari kamu Ra. Walaupun aku sudah mencoba berusaha  menganggapmu sebagai adikku seperti yang kau minta agar kita bisa menjadi  saudara" batin Reza.


"Bener nih ga mau semua, kak Reza dan Vina dengan es buahnya bang Ferry?" Tanya Aira sambil menghubungi Nuri untuk minta dibelikan es buah 2 porsi tanpa alpukat.


"Bener sayang, gue udah kenyang ini" jawab Vina.


"Terima kasih Ra, kamu aja yang makan. Kami lihat bumil makan es buah saja" jawab Reza sambil terkekeh.


"Ya sudah kalau begitu" kata Aira. Sambil menunggu pesanan es buahnya datang, mereka bertiga berbincang ringan.


Tak lama kemudian Nuri datang dengan membawa es buah pesanan Aira.


"Ini nyonya es buahnya" kata Nuri sambil menyerahkan es buah.


"Terima kasih Nuri" kata Aira.


Aira makan es buah bang Ferry dengan ditemani Vina dan Reza.


"Nanti ga ke butik Ra?" Tanya Vina.


"Kelihatannya sih nggak Vin karena nanti gue dijemput abang" jawab Aira.


"Masih suka beli rujak Ra?" Tanya Reza.


"Masih kak, tapi ga setiap hari sih dan sejak sakit malah belum beli" jawab Aira.


"Besok kakak mau beli, mau dibeliin sekalian ga?" Tanya Reza.


"Terima kasih kak, ga usah. Takutnya kalau Aira lagi ga ingin makan rujak ga akan ke makan nantinya, kan sayang rujaknya" jawab Aira.


"Kalau besok ingin makan rujak bilang ya ke kakak, biar sekalian kakak beliin. Soalnya belinya kan mesti antri dulu tuh" kata Reza.


"Iya kak, terima kasih banyak sebelumnya" jawab Aira.


"Loe mau kemana Vin setelah ini?" Tanya Aira.


"Gue ke kost aja mau kemana lagi memangnya" jawab Vina.


"Vin loe ga mending nyari rumah di dekat kampus ya, kan kalau suami loe ke sini ga bingung mau tidur dimana" usul Aira.


"Nggak Ra, buat apa beli rumah kalau nantinya setelah gue lulus ga akan gue tinggalin lagi" jawab Vina.


"Iya sih ya, tapi kalau suami loe ke sini gimana dong. Mau nginap di hotel aja ya nanti" tanya Aira.

__ADS_1


"Entahlah Ra, gue ga kepikir sih. Tapi bisa jadi begitu" jawab Vina sambil membuang nafasnya.


"O iya selamat ya Vin atas pernikahan kamu, semoga langgeng dan jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah" ucap Reza pada Vina sambil mengulurkan tangannya.


"Aamiin, terima kasih kak atas doanya. Semoga kak Reza juga segera diketemukan jodohnya" jawab Vina membuat Reza tersenyum sambil mengangguk dan melirik sekilas ke Aira.


"Aamiin" jawab Aira mengamini.


"Tuh Aira sudah mengamini, padahal dia janji mau bantu nyariin kakak jodoh" kata Reza.


Aira terkekeh mendengar ucapan Reza.


"Iya nanti akan Aira kenalin sama temen Aira deh kak, cuma Aira belum ketemu aja yang kira-kira cocok untuk Aira kenalin ke kak Reza" sahut Aira.


"Vin, menurut loe siapa teman kita yang dapat kita kenalin ke kak Reza?" Tanya Aira ke Vina.


"Siapa ya..." kata Vina berpikir siapa kira-kira yang dapat dikenalkan ke mantan Aira ini.


"Memang kak Reza mau dicarikan gadis yang seperti apa?" Tanya Vina..


"Yang seperti Aira" jawab Reza dalam hati.


"Hmmm yang seperti apa ya, yang baik pastinya" jawab Reza melirik Aira sekilas.


"Gue emang kalau sama loe jutek Vin, soalnya loe udah tega ma gue saat gue sakit loe tinggal nikah tanpa memberi kabar dan undangan" kata Aira.


"Kan gue udah minta maaf ma loe Ra dan gue ga tahu kalau saat itu gue akan menikah" kata Vina sendu sambil memeluk Aira.


"Iya jangan dipikirin lagi deh, gue cuma bercanda Vin. Mungkin ya emang suami loe itu jodoh loe" kata Aira. Reza hanya mendengarkan dua orang sahabatan ini berbicara berdua.


"Kak Reza kemarin ke trio karaoke?" Tanya Aira.


"Kemarin ga jadi, hanya Haikal aja yang kesana, kakak ada meeting dadakan soalnya" jawab Reza.


"Laporan bulan ini sudah masuk kan ke emailmu Ra?" Tanya Reza ke Aira.


"Sudah sih, cuma Aira belum sempat membukanya" jawab Aira.


"Ga akan sempat kak kalau ada bang Evan disisinya, udah pasti Aira sibuk ngurusin si abang" kata Vina bercanda.


"Ah tahu aja loe Vin" jawab Aira sambil terkekeh.


"Apa bang Evang tidak mengijinkanmu ke kantor trio atau ke butik ya Ra?" Tanya Reza.


"Sebenarnya bang Evan mengijinkan kak, cuma karena Aira suka lupa waktu jika sudah sibuk disana sampai kadang lupa makan yang akibatnya suka bikin kepala pusing atau kadang maagnya kambuh itulah yang akhirnya membuat bang Evan ga mengijinkan Aira pergi kak." Jawab Aira menjelaskan, walaupun sebenarnya alasan Aira ga diijinkan karena Evan cenderung lebih pada takut jika sang istri akan sering bertemu dengan Reza di trio karaoke.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah berlalu dari jam makan siang.


"Jam berapa sekarang Vin?" Tanya Aira sambil membuka bungkusan es buah yang ke dua.


"Jam 2, kenapa udah capek ya" jawab Vina.


"Nggak sih, gue masih mau lanjut lagi nih es buahnya bang Ferry" kata Aira sambil terkekeh.


"Masih belum kenyang ya bumil?" Tanya Reza sambil tersenyum.


"Hehehe sebenarnya sih sudah kak, tapi lihat ini masih ada kenapa ga dimakan sekalian dari pada nanti ga dingin lagi" jawab Aira sambil tertawa kecil.


"Kalau kurang dingin minta aja es batu di sini" kata Reza kemudian memanggil pelayan cafe untuk memintakan es batu buat Aira.


"Makasih ya kak, tahu aja sih kalau udah ga begitu dingin" kata Aira.


"Ya kan udah dari tadi itu es buahnya Ra" kata Reza sambil tersenyum.


Tak lama kemudian datanglah Evan ke cafe itu. Melihat ada Reza di bangku sang istri, Evan langsung segera menyapa istrinya.


"Kamu masih makan yank? Mana Rio?" Tanya Evan sambil menyapa Reza dan Vina, kemudian mengambil posisi duduk di depan sang istri.


"Ini baru aja Aira buka lagi yang kedua bang, karena tadi nunggu abang lama. Rio udah pulang tadi karena Anggi juga sudah keluar" jawab Aira.


"Baru selesai meeting bang?" Tanya Reza.


"Iya tadi ketemu tuan Hartadi juga" jawab Evan.


"O iya papa katanya ada meeting juga tadi di hotel Grand" kata Reza.


"Abang mau ga es buahnya?" Tawar Aira.


"Nggak sayang abang masih kenyang. Kamu mau beli lagi buat dibawa pulang? Kalau mau biar dibelikan Nuri nanti" tanya Evan.


"Iya boleh sama rujak serut ya bang yang langganan Aira itu" jawab Aira.


"Tadi ditawarin rujak katanya ga mau" ucap Reza.


"Iya emang tadi ga ingin sih kak, tapi karena sekarang Nuri mau beli es buah biar sekalian aja beli rujak buat Aira simpan jika sewaktu-waktu ingin makan rujak kan sudah tersedia" jawab Aira sambil terkekeh.


***


maaf ya gaes jika updatenya agak lama, author lagi kurang enak badan nih. mohon doanya ..


Terima kasih buat semuanya atas doa dan dukungan kalian😘

__ADS_1


__ADS_2