Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 151. Kenapa harus takut


__ADS_3

"Serius?" Tanya Rio.


"Serius Yo, gue langsung pergi keluar dari hotel dan duduk di tepi pantai sendirian. Tiba-tiba gue bertemu kak Lukas dan kami ngobrol di pinggir pantai itu." Kata Aira mengingat masa awal pernikahannya, terutama saat bulan madu yang ternyata bertemu dengan sang mantan yang juga bulan madu di kota yang sama.


"Terus bang Evan ga ngejar nyariin loe Ra?" Tanya Vina.


"Bang Evan nyariin gue sih dan lihat gue duduk dengan kak Lukas, tapi justru membuatnya emosi dan marah sama gue. Bahkan menuduh gue meminta cerai ke bang Evan karena dikiranya gue mau balikan lagi dengan kak Lukas. Padahal gue kesel sama abang karena merasa dibohongin gara-gara dengar mantannya minta pertanggungjawabanya itu" kata Aira.


"Tapi loe kuat ya Ra, bahkan loe seperti ga takut kehilangan bang Evan" kata Rio.


"Ya saat itu emang gue ga punya rasa takut kehilangan siapapun Yo kecuali papa. Mungkin karena gue masih baru penyesuaian dengan abang kali" Kata Aira.


"Maaf ini balik lagi ke Vina ya, terus sekarang laki loe dimana Vin?" Tanya Rio.


"Di kotanya sana, kan gue kesini mau kuliah Yo. Dan  kerjaannya suami gue juga disana" jawab Vina santai.


"Loe ga takut Vin ninggalin suami loe sendiri disana, sedangkan kalian masih pengantin baru banget?" Tanya Rio.


"Nggak Yo, kenapa harus takut. Gue percaya jika emang jodoh ya pasti tak akan bisa terpisah. Tapi kalau bukan jodoh gue, ya mau dipaksain bertahan seperti apapun pasti ujung-ujungnya akan berakhir juga kan" jawab Vina santai.


"Loe ga takut apa Ra jika suatu saat bang Evan didekatin perempuan lain atauisal ada pelakor gitu?" Tanya Vina.


"Kawatir pasti ada Vin, tapi gue ga mau mikir ke situ. Gue saat ini jujur saja mau fokus kuliah dan mikir pekerjaan gue aja dulu" jawab Aira.


"Vin kalau boleh gue usul nih ya, namanya pernikahan jangan dibuat mainan. Artinya loe sekarang  kan posisi sudah jadi istri, jadi sepantasnya loe harus ijin suami loe dulu sebelum loe ambil keputusan untuk kembali kesini lagi buat kuliah. Tapi kalau bisa, sebagai suami istri janganlah kalian hidup berjauhan begini Vin karena godaan besar." Kata Rio memberikan nasehat.


"Kawatir dia selingkuh ya Yo?" Tanya Vina.


"Ya namanya suami istri jika hidup berjauhan gimana sih, apalagi kalian belum saling mengenal lebih dekat kan" kata Rio memberi nasehat.


"Iya sih emang, tapi kata suami gue sih dia akan menyusul kesini nanti, cuma ga tahu kapan waktunya" ucap Vina santai.


"Baguslah Vin, gue setuju begitu dan benar apa yang tadi dibilang Rio" kata Aira.


"Soalnya gue bisa mengenal bang Evan juga karena kami selalu bersama Vin sejak gue ada masalah dengan kak Lukas dulu" lanjut Aira.


"Iya juga ya, tapi anehnya suami gue seperti ga kaget aja dengan pernikahan dadakan ini" kata Vina.

__ADS_1


"Mungkin suami loe udah dikasih tahu sebelumnya sama keluarganya kali Vin" kata Aira.


"Bisa jadi itu Ra, atau memang suami loe udah lama suka sama loe kali Vin" kata Rio.


"Mana mungkin suka ma gue Yo, orang gue aja baru kenal dia saat kami akad itu kok" kata Vina.


"Gue walaupun udah pernah kenal dengan bang Evan, tapi gue juga ga merasa kenal loh Vin. Dan ternyata bang Evan kenal gue dari sejak gue masih kecil. Bisa jadi kan suami loe itu kenal sama loe juga udah lama" kata Aira.


"Ya sudah ga perlu diperdebatkan lagi, toh sekarang kan dia juga sudah jadi suami sah loe Vin, jadi tinggal bagaimana loe membina hubungan itu untuk bisa semakin mengenal pribadinya. Semoga pernikahan kalian bisa awet sampai nanti tua" kata Rio.


"Aamiin" jawab Aira dan Vina bersamaan.


"Loe kapan dijemput bang Evan Ra?" Tanya Vina.


"Entahlah, gue santai aja sih. Apalagi Nuri masih ada disini kok pasti abang juga masih meeting" jawab Aira santai.


"Bilang aja loe masih mau menikmati waktu bersama Vina. Tapi gue pamit duluan ya, soalnya Anggi udah keluar dan loe ada Nuri kan Ra" kata Rio.


"Okey Yo, makasih banyak ya atas masukkannya" kata Vina.


"Iya gue ada Nuri kok, salam ya bua adik ipar gue" kata Aira


Aira tertawa mendengar ucapan Rio yang memanggilnya bu ibu.


"Loe ga mau bulan madu Vin?" Tanya Aira setelah kepergian Rio.


"Hah ga mau ah, gue belum siap Ra" jawab Vina kaget dengan pertanyaan sahabatnya ini.


"Lagian diantara kami belum saling mencintai Ra, gue mana bisa begituan." Kata Vina lagi.


"Apakah suami loe ga mencium loe saat malam pertama?" Tanya Aira penuh selidik.


"Kenapa pertanyaan loe begitu sih, gue malas bahas itu. Yang penting sekarang gue udah ga punya hutang sama loe ya" kata Vina malas.


Aira tertawa melihat raut muka sahabatnya yang bingung mau menjawab apa.


"Jangan bilang kalian tidak bersentuhan setelah acara pernikahan loe selesai" kata Aira menebak.

__ADS_1


"Gue mau nanya sama loe saat loe bertemu kak Reza setelah loe nikah bagaimana perasaan loe Ra?" Tanya Vina mengalihkan pembicaraan.


"Ya begitulah, ada rasa bersalah, rasa yang dag dig dug, rasa coklat, strowberry..." jawab Aira bercanda sambil tertawa, karena Aira memang tidak mau mengingat hal itu lagi yang akan membuatnya merasa bersalah pada Reza yang hingga saat ini Reza masih belum bisa move on.


"Gue serius Raaaaa" kata Vina gemas.


"Gue duarius Vin" kata Aira ga mau kalah sambil tertawa.


"Aira..." panggil seseorang.


Aira menengok ke arah suara yang berada di sebelah kanannya.


"Eh kak Reza, kok sini? Sendirian kak?" Tanya Aira ga menyangka akan bertemu dengan orang yang baru saja dibicarakan.


"Iya sendirian, kamu belum pulang?" Jawab Reza santai kemudian balik bertanya.


"Nungguin abang jemput" jawab Aira sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nuri.


"Boleh kakak duduk disini?" Tanya Reza menunjuk kursi tempat duduknya Rio tadi.


"Silahkan kak" jawab Aira kemudian memanggil pelayan untuk membersihkan meja dan mengambil gelas serta piring kotor bekas Rio.


"Terima kasih" jawab Reza sambil duduk di depan Vina.


"Loe mau es buah ga Vin, biar gue minta Nuri beliin ke tempat bang Ferry sekalian. Kak Reza mau es buah segar juga ga, enak loh" tanya Aira menawari sahabatnya dan juga Reza.


"Terima kasih, kakak ga Ra. Kakak mau pesan kopi aja" jawab Reza.


"Kenapa loe ga kesana aja langsung, kan deket Ra dari kampus" tanya Vina.


"Gue ga boleh sama bang Evan ke tempat bang Ferry Vin, harus dibeliin Nuri atau siapapun yang penting gue ga boleh ketemu bang Ferry" jawab Aira membuat Vina tertawa.


"Suami loe sampai segitunya ya tingkat cemburunya, loe ga capek apa Ra?" Tanya Vina yang membayangkan jika suaminya juga cemburuan nantinya.


"Yah mau gimana lagi Vin, udah gue bilang ke bang Evan kalau kami ga pernah ada hubungan apapun dan hanya sebatas teman saja. Ya tetap aja ga akan merubah aturannya bang Evan ke gue" jawab Aira santai.


***

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua pada author selama ini,


Ditunggu masukkannya ya agar author selalu mendapat inspirasi untuk melanjutkan dan membuat yang baru 😘


__ADS_2