Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 45. Lukas kecewa dengan maminya


__ADS_3

"Kenapa abang menghindarinya?" Tanya Aira.


"Jika Lukas janji akan menemuimu apakah kamu akan memberikan waktumu untuk dia. Sedangkan kamu tahu apa yang kira-kira akan dia lakukan jika bertemu denganmu" jawab Evan, membuat Aira terdiam.


"Sudahlah bang, Aira ga mau lagi bicara tentang itu. Aira akan belajar untuk menerima apapun yang akan terjadi nanti." Kata Aira kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.


Namun Evan langsung menarik tangan Aira hingga Aira terjatuh di pangkuan Evan. Dan Evan langsung mencium bibir Aira dengan lembut dan lama. Setelah kehabisan nafasnya baru Evan melepasnya.


Aira langsung lari pergi masuk ke kamarnya. Evan tersenyum melihat Aira lari masuk ke kamarnya. Sampai di kamar Aira mengambil handuk dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya.


"Bang Evan jangan kau berikan aku harapan jika kamu memang akan kembali dengan mantanmu" gumam Aira menangis di dalam kamar mandi.


"Selama ini aku berusaha dan belajar membuka hatiku untukmu, tapi kenapa justru aku dihadapkan dengan kembalinya mantanmu" gumam Aira kembali.


"Aku tahu kamu mencintaiku, tapi aku juga ragu akankah abang masih mencintai Aira jika Rani sudah kembali dekat dengan abang lagi" batin Aira bingung. Kemudian Aira mandi dengan air hangat di bawah pancuran shower.


Selesai Aira mandi, Aira duduk di pinggir ranjangnya dan membuka ponselnya untuk melihat apakah ada pesan masuk atau tidak.


Di tempat lain, Lukas hanya diam di dalam kamarnya memikirkan bagaimana caranya agar dia dapat kembali dengan Aira nantinya.


"Aira tolong jangan kau terima lamaran Evan. Kamu hanya milikku Aira" kata Lukas di dalam kamarnya.


Sejak Lukas tahu bahwa ibunya bekerjasama dengan Lusy untuk agar Lukas dapat menikahi Lusy, Lukas tidak banyak mau sering bertemu dengan orang tuanya. Bakan saat makan malam pun terkadang Lukas lewatkan. Dan saat sarapan pun, Lukas selalu sarapan di jalan atau di kampusnya.


Lukas kecewa dengan cara maminya memaksa agar Lukas menikahi Lusy. Foto Aira pun masih terpajang di dalam kamar Lukas. Lukas memandang foto wajah Aira yang masih menempel di dinding kamarnya.


"Aira kenapa kita harus berbeda jalan, sampai kapan kita dapat sejalan Aira. Tolong jangan terima orang lain, aku masih sangat mencintaimu Aira. Aku janji tidak akan menyentuh Lusy walaupun kami nanti sudah menikah. Maafkan aku Aira dan kembalilah padaku. Aku akan selalu menunggumu" kata Lukas sedih dengan tanpa disadari dia menangis sambil memandang foto Aira.


💥 Apartemen


Aira tertidur sambil memeluk ponselnya. Sedangkan Evan menunggu Aira keluar dari kamar untuk makan malam, di mana Evan sudah memesan makanan lewat online. Karena yang ditunggu belum juga keluar dari kamar, Evan beranjak dan mengetuk pintu kamar Aira.


"Tok tok tok Aira..." panggil Evan. Belum ada jawaban. Evan mencoba membuka pintu kamar Aira yang ternyata tidak terkunci.

__ADS_1


"Ceklek"


Evan melihat Aira tertidur di ranjangnya. Kemudian Evan mendekati Aira yang sedang tertidur dan memandang Aira lama.


"Aira apakah tadi kamu menangis, apa yang membuatmu menangis?" Gumam Evan melihat bantal Aira basah. Evan mencoba membangunkan Aira agar makan malam dulu walaupun sebenarnya Evan tidak tega membangunkan Aira. Tapi jika tidak dibangunkan, Evan kawatir Aira melewatkan makan malamnya dan besoknya akan sakit.


"Aira bangun sayang, kita makan malam dulu yuk" kata Evan membangunkan Aira dengan menepuk lengan Aira pelan.


Aira mengerjabkan matanya dan melihat Evan duduk di tepi ranjangnya.


"Abang, ada apa?" Tanya Aira kaget melihat Evan masuk ke kamarnya.


"Bangun dulu, kita makan malam yuk" ajak Evan dengan sabar.


"Abang makan aja, Aira belum lapar dan masih mengantuk" kata Aira.


"Ayo Aira, kita makan dulu baru nanti tidur lagi. Ini sudah malam sayang, nanti kamu sakit kalau tidak makan" kata Evan mencoba membujuk Aira.


"Apakah Aira masih marah denganku karena Rani?" Batin Evan. Kemudian melihat Aira yang membalikkan badan memenggungi Evan.


"Aira, kalau kamu ga mau makan malam maka abang juga tidak akan makan malam. Sedang makanannya sudah abang belikan tadi buat kita berdua makan." Kata Evan.


"Tapi Aira masih kenyang bang, jadi biarlah abang saja makan duluan" kata Aira masih sambil memunggungi Evan.


"Kenapa kamu ga mau makan bareng abang, apa Aira masih marah sama abang?" Tanya Evan


"Abang makan aja duluan, nanti Aira akan menyusul" kata Aira tanpa mau menjawab pertanyaan Evan.


"Abang akan tungguin Aira disini sebelum kamu benar-benar bangun." Kata Evan sengaja.


"Baiklah, Aira akan bangun" kata Aira kemudian duduk di ranjangnya sebentar. Kemudian Aira masuk kamar mandi untuk mencuci muka agar bekasnya dia menangis tidak terlihat oleh Evan.


Kemudian Aira dan Evan jalan menuju meja makan. Aira ke dapur mengambil dua gelas yang langsung diisi air putih untuk Evan dan dirinya.

__ADS_1


Aira membuka bungkusan makanan yang dibelikan Evan. Dan Aira hanya membukanya tanpa menyentuh makanannya.


"Sayang ayo makan dulu jangan hanya dilihatin aja" kata Evan melihat Aira tidak menyentuh makanannya.


"Iya bang, tapi Aira belum lapar" kata Aira dengan ekspresi yang memang sedang malas makan.


"Kamu kenapa ga mau makan, apa ga suka dengan makanannya yang abang beli?" Tanya Evan.


"Bukan, memang Aira baru tidak ingin makan bang" jawab Aira jujur.


"Kenapa ga ingin makan, apa ada yang mengganggu pikiran Aira?" Tanya Evan menatap Aira. Tetapi Aira hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa mau bersuara.


Evan menyuapi Aira makan dari makanannya Evan. Tetapi Aira hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Aira ayolah dimakan dulu, kalau sampai kamu ga mau makan malam ini, abang tidak akan mengijinkan kamu besok untuk pulang ke rumah." Ancam Evan.


"Aira ingin malam ini pulang aja bang" kata Aira.


"Kenapa harus malam ini, apa kamu marah sama abang? Tolong jujurlah sama abang Aira, terus terang bang Evan ga tahu kenapa tiba-tiba Aira seperti marah sama abang sejak mendengar nama Rani tadi pagi?" Tanya Evan menatap Aira.


"Kan dari tadi pagi sebenarnya Aira juga udah mau pulang dan Aira ke sini karena janjian sama bang Evan untuk dengerin abang cerita" jawab Aira agak ketus.


"Abang ga akan mengijinkan Aira pulang malam ini. Kita sudah janji untuk selalu terbuka dan jujur, jadi jika Aira ada sesuatu yang mau dikatakan ke abang tolong katakan saja" kata Evan tegas.


"Okey, Aira akan pulang besok, sesuai janji Aira dulu" kata Aira terpaksa makan makanan yang sudah dibelikan Evan.


"Terima kasih sayang" kata Evan.


"Sama-sama bang" jawab Aira datar.


Sejujurnya Evan bingung bagaimana cara menghadapi Aira yang sedang marah. Karena menurut Evan, Aira ga mau jujur dan terbuka apa yang membuatnya bersikap begini dengan Evan.


Selesai mereka makan, Aira langsung mencuci piring dan gelas kotor. Kemudian masuk ke kamarnya tanpa bicara ke Evan.

__ADS_1


__ADS_2