Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 31.


__ADS_3

💥 Kediaman Darwis


Darwis malam itu setelah mendapatkan kabar dari Evan anak sulungnya akan membawa Aira ke aparteman langsung menghubungi Raka agar tidak ada kesalahpahaman.


Pagi ini Raka dengan ditemani Haikal ke rumah Darwis untuk membicarakan acara perjodohan sekaligus pertunangan Aira dan Evan yang akan mereka adakan di minggu depan.


Kenapa secepat itu acaranya, karena atas permintaan Diana mamanya Evan. Diana terlalu sayang dengan Aira dan juga melihat Evan yang terlihat begitu sayang dan bisa dekat dengan Aira. Diana merasa punya kesempatan untuk memaksa Evan agar mau dijodohkan dengan Aira.


Tapi hati seorang ibu memang tidak mudah dibohongi ternyata, Diana merasa bahwa anak sulungnya sudah mulai jatuh cinta dengan Aira. Makanya Diana memaksa Raka untuk mensegerakan mereka tunangan.


Haikal dan Anggi kaget mendengar orang tuanya yang ternyata sudah menjodohkan kedua makhluk Tuhan itu.


Darwis menghubungi Evan untuk pagi ini jam 9 ke rumah bersama Aira. Dan Haris pun juga sudah dihubungi Raka papanya untuk datang ke rumah Darwis pada pukul 9 pagi.


Evan dan Aira sudah tiba di rumah Darwis sebelum Haris dan Aini tiba. Kedua keluarga besar ini berkumpul untuk membicarakan perjodohan anaknya.


Aira yang bertemu dengan papanya di rumah Darwis sangat kaget tapi juga bahagia karena papa Raka menyambut dengan senyum dan pelukan terhangat.


"Bagaimana semalam bisa tidur?" Tanya Raka.


"Iya pah, maafin Aira ya pah yang ga bilang papa kalau Aira semalam di apartemen bang Evan" kata Aira pelan.


"Iya bang Haikal sudah cerita semua ke papa" kata Raka.


"Sarapan dulu, ayo siapa yang belum sarapan?" Tanya Diana.


"Aira, Evan, Haris, Aini ayo nak sarapan dulu" ajak Diana.


"Terima kasih tante, kami berdua sudah sarapan" jawab Aini.


"Evan sama Aira juga sudah sarapan ma, tadi Aira masak nasi goreng" kata Evan.


"Kak Aira bisa masak beneran?" Tanya Anggi.


"Bisa dong Aira gitu loh" jawab Aira membuat yang lain tertawa.


"Serius" kata Anggi kagum karena dia memang ga bisa masak.

__ADS_1


"Kan Aira di rumah suka masak sama bibi ya pah" kata Aira ke Anggi kemudian melihat papanya. Raka tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Tuh kan, makanya bangun pagi belajar masak sama bibi tuh sama seperti kak Aira" kata Diana ke Anggi. Anggi hanya tersenyum menanggapai ucapan mama Diana.


"Kita kembali ke tujuan awal ya kenapa kita sekarang dikumpulkan di sini" kata Darwis.


"Evan... papa, mama dan om Raka sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan Aira" kata Darwis


"Apakah ini semua karena semalam kami tinggal dalam satu apartemen pah, sedangkan kami tidak berbuat apa-apa dan kami juga berbeda kamar" kata Evan.


"Abang kenapa bisa jadi begini?" Bisik Aira ke Haris. Haris memberi kode dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri tanda Aira disuruh diam dulu.


"Bukan karena hal semalam kalian bermalam di aparteman Van, papa sama mama percaya kamu bisa menjaga dirimu dan menempatkan diri harus bagaimana" kata Papa Darwis menjeda ucapannya.


"Sebenarnya om Raka, papa, mama dan juga Haris, sudah sepakat dari lama untuk menjodohkan kalian berdua. Hanya saja baru ada kesempatan sekarang kami bisa bicara sama kalian berdua." Kata Darwis.


"Dan untuk Aira, papa minta putuskan hubunganmu dengan Lukas secepatnya nak. Papa kasih kamu waktu sampai hari senin. Karena papa, om Darwis dan tante Diana sudah sepakat minggu depan kalian tunangan" kata Raka membuat Evan kaget dan sebenarnya hati kecilnya Evan bahagia karena memang Evan sudah merasa mulai mencintai Aira lebih dari sekedar seorang kakak ke adeknya.


Tetapi Aira sangat kaget dan tak dapat berkata apa-apa, dia hanya teringat pembicaraannya tadi selesai sarapan dengan Evan yang akan mengatakan ke Lukas bahwa dirinya dengan Evan sudah dijodohkan dari kecil.


Aira yang duduk diantara Aini dan Evan langsung memandang ke Evan bingung. Evan yang tahu Aira memandangnya langsung bertanya.


"Abang inget ga apa yang tadi kita bicarakan saat selesai sarapan?" Tanya Aira pelan


"Tentang?" Tanya Evan sambil mengingat apa saja yang mereka bicara tadi.


"Kan Aira bilang kalau mau pake alasan bahwa kita dijodohkan sama orang tua kita ke kak Lukas" jawab Aira pelan agar tidak di dengar yang lain.


"Bagaimana Evan, apakah kamu setuju jika minggu depan kalian tunangan?" Tanya Raka.


"Evan ikut bagaimana baiknya saja menurut semua" jawab Evan.


"Kalau aku rasa Aira tinggal ikut saja ya dek" kata Haris membuat Aira melotot.


"Emmm apa tidak terlalu cepat pah waktunya ya" kata Aira menawar ke papanya.


"Bagaimana menurutmu Darwis, Diana?" Tanya Raka.

__ADS_1


"Sayang, kalian kan sudah cukup mengenal satu sama lainnya selama ini, jadi itu waktunya sudah pas. Atau mau hari ini saja kalian tunangan" kata Diana menahan tawa melihat Aira melotot sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Evan melihat gerakan Aira yang kaget terkekeh sendiri kemudian mengacak-acak pucuk rambut Aira.


"Abang kenapa malah ngetawain Aira sih?" Protes Aira.


"Ya habis kamu lucu aja dek" jawab Evan pelan sambil mencolek hidung Aira.


Haris melihat sikap Evan ke Aira sudah jelas jika Evan memang mencintai Aira.


Dan itu membuat Haris merasa tidak salah mendukung keputusan papanya.


Evan dikenal bukan orang yang hangat dan ramah pada semua orang. Dia akan baik hanya orang yang benar-benar dekat sekali dengannya. Ke Haris dia baik karena kenal dari kecil dan juga sangat dekat hubungannya, apalagi papanya Evan orang kepercayaan papanya Haris.


Evan pun bisa jadi seperti sekarang juga atas didikan Raka dan Darwis yang selalu mendorong untuk berani maju dari awal Evan merintis usahanya.


"Terus rencana untuk pernikahannya akan diadakan kapan pah?" Tanya Haris ke Raka.


"Kalau papa rencananya sebulan setelah pertunamgan, tapi tante Diana dan om Darwis maunya 2 minggu setelah tunangan" jawab Raka.


"Kan lebih cepat lebih bagus" sahut Diana tersenyum.


"Mama, persiapannya mana mungkin secepat itu?" Tanya Evan.


"Bisa Van, bikin bajunya bisa mulai hari ini saja kalian ke butiknya yang sama seperti aku dulu" kata Haris.


"Untuk persiapannya nanti mama yang akan mengurusya sama Aini ya nak, bantuin tante?" Kata Diana.


"Siap tante, kapan pun Aini dibutuhkan" jawab Aini


Akhirnya semua sudah diputuskan bahwa minggu depan adalah pertunangan Aira dengan Evan dan 2 minggu setelahnya adalah hari bersejarah bagi keduanya yang tidak bisa lagi diganggu gugat.


Aini dan Diana membicarakan bagaimana acara nanti pertunangan serta pernikahan Evan dan Aira seperti catering, dekorasi, baju seragam untuk keluarga, panitya dan sebagainya.


Sedangkan Darwis, Raka, Haikal dan Haris serta Evan berbincang sendiri tentang bisnis dan rencana kedepannya.


"Van, loe mendingan berangkat ke butik dulu aja sama Aira buat bikin baju pengantin kalian. Dan Aira biar sekalian buat kebaya untuk tunangan nanti" kata Haris.

__ADS_1


"Iya benar itu, lebih baik dari sekarang kalian ke butik dulu deh untuk cari kebaya buat minggu depan" kata Aini.


"Kamu temani aja Aina, mungkin Evan dan Aira ga kenal langganan kalian" kata Diana.


__ADS_2