
"Jadi abang cemburu dengan pak Ridwan?" Tanya Aira sambil terkekeh.
"Bang, Aira dengan pak Ridwan itu ga terlalu dekat seperti bayangan abang. Dia sudah punya Riska dan Aira juga sudah ada abang dan baby kita" jawab Aira.
"Tapi Ridwan itu duda keren yank, masih lebih muda dibanding abang" jawab Evan membuat Aira tertawa kemudian duduk dipangkuan sang suami.
"Aira ga akan tertarik dengan pak Ridwan bang, karena Aira sudah ada bang Evan dan calon baby kita yang akan selalu bersama Aira" bisik Aira sambil mencium pipi suaminya.
Evan menatap istrinya dalam sambil tersenyum, kemudian mencium bibir sang istri.
"Terima kasih sayang, kamu hanya milik abang dan calon baby kita. Abang ga akan ijinkan siapapun untuk memilikimu" bisik Evan kemudian memperdalam ciuman bibirnya dengan menahan tengkuk istrinya.
"Tok tok tok" pintu ruangan Aira diketuk dari luar
"Siapa sih mengganggu saja" kata Evan kesal.
"Mungkin itu Lisa memberitahukan kalau Riska sudah sampai kali bang" kata Aira sambil berusaha berdiri dari pangkuan Evan.
"Masuk" jawab Evan sambil menahan tubuh sang istri agar tetap betada di pangkuannya.
"Ceklek"
"Maaf bu mengganggu, ini pak Ridwan dan nona Riska sudah datang" kata Lisa.
"Suruh masuk saja Lis" jawab Aira sambil berusaha berdiri namun masih tetap ditahan oleh sang suami.
"Abang, Aira mau berdiri dulu. Abnag juga ada meeting kan" kata Aira mengingatkan. Evan mencium pipi sang istri agar terlihat oleh Ridwan bahwa Aira hanya miliknya.
"Ehem, selamat siang" sapa Ridwan melihat Aira dicium Evan.
"Siang, silahkan pak Ridwan. O ya perkenalkan ini suami saya" Aira langsung berdiri dan memperkenalkan suaminya pada Ridwan.
"Pak Evandro" sapa Ridwan.
"Pak Ridwan" sapa Evan menerima uluran tangan Ridwan.
"Kalian sudah saling mengenal rupanya" ucap Aira.
"Iya kami rekan bisnis bu" jawab Ridwan.
"Halo tante" sapa Riska.
"Hai Riska, apa kabar sayang?" Sapa Aira.
"Baik tan, gaun princes Riska sudah jadi tan?" Tanya Riska.
"Sudah sayang ini sudah tante siapkan gaunnya, yuk dicoba dulu biar tante tahu apa kurangnya" jawab Aira.
__ADS_1
Aira mengajak Riska ke fittingroom untuk mencoba gaunnya. Setelah mengganti gaunnya, Riska menunjukkan ke sang papa.
"Cantik sayang" ucap Ridwan melihat putrinya mencoba gaun princesnya.
"Pah, Riska boleh ga besok main sama tante Aira disini?" Tanya Riska pada Ridwan setelah selesai fiiting baju ulang tahunnya.
"Besok kamu sekolah sayang, lagian tante Aira kan juga kerja, nanti kamu mengganggu pekerjaan tante dong" jawab Ridwan.
"Besok tante Aira kerja di kantor om sayang" jawab Evan agar Ridwan tidak mengijinkan anaknya dekat dengan Aira.
"Tuh tante kerja di kantor om Evan, kamu mainnya ke rumah oma saja ya besok" kata Ridwan.
"Besok kalau Riska mau main ke sini boleh saja, tapi dengan tante Lisa ya. Soalnya tante Aira tidak setiap hari ada butik sayang" jawab Aira.
"Tapi Riska maunya ada tante Aira juga" jawab Riska.
"Kapan-kapan kita ketemu lagi ya sayang, tante masih ada pekerjaan di kantor om Evan" kata Aira.
"Tapi tante harus datang ya di ulang tahun Riska" kata Riska.
"Tante usahakan kalau tidak ada halangan ya sayang" jawab Aira tidak ingin berjanji, karena tahu suaminya belum tentu mengijinkan.
"Saya harap pak Evandro dan bu Aira bisa hadir di acara ulang tahun Riska putri saya" kata Ridwan pada Evandro dan Aira.
"Saya usahakan jika tidak ada halangan pak Ridwan" jawab Evan.
"Terima kasih" kata Ridwan.
"Silahkan pak, kami juga mau langsung pamit pulang" jawab Ridwan.
Kemudian Aira mengantarkan ketiganya keluar ruangan hingga sampai di parkiran mobilnya.
"Nanti selesai meeting abang jemput kamu ya yank" bisik Evan sebelum masuk ke mobil sambil mencium kening sang istri. Aira mengangguk untuk menjawab sang suami.
"Dadah tante..." teriak Riska dari dalam mobilnya sambil melambaikan tangannya pada Aira.
"Dagh sayang" Aira melambaikan tangannya membalas Riska.
💥 Apartemen
Tak terasa usia kandungan Aira memasuki bulan ke sembilan, tanda bahwa sebentar lagi akan melahirkan.
"Sayang... abang ke kantor dulu ya, kamu mau sekalian diantar ke rumah mama?" Tanya Evandro.
Selama usia kandungan memasuki bulan ke sembilan, Aira lebih banyak meluangkan eaktu kesehariannya di rumah sang mertua. Agar nantinya jika terjadi sesuatu dengan kandungannya ada yang langsung membantunya.
"Aira mau ke rumah papa Raka bang hari ini, Aira kangen masakan bibi disana" jawab Aira.
__ADS_1
"Ya sudah biar abang antar kamu kesana" kata Ecandro sambil mengusap perut buncitnya sang istri.
"Hai babynya ayah, jangan nakal dan jaga bunda ya selama ayah bekerja" kata Evan sambil mengusap dan mencium perut sang istri.
Aira tersenyum melihat kelakuan sang suami setiap harinya sebelum berangkat kerja.
"Bang besok kan jadwal Aira periksa, mau sama abang atau sama Nuri aja Aira berangkatnya?" Tanya Aira.
"Sama abang dong, abang sudah janjian dengan dokternya sayang" jawab Evan.
"Siap ayah, bunda akan menunggu" kata Aira
"Kamu bikin abang ga ingin berangkat kerja aja sih yank" kata Evan gemas melihat sang istri. Aira tertawa dengan sikap suaminya yang mudah tergoda istrinya akhir-akhir ini.
"Abang kenapa mudah banget tergoda Aira sih akhir-akhir ini?" Tanya Aira.
"Bukan hanya akhir-akhir ini yank, sejak ketemu kamu abang memang selalu tergoda dengan kamu" jawab Evandro terkekeh.
💥 Kediaman Raka Saputra
Aira dan Evan turun dari mobil dan langsung memasuki pintu utama rumah mewah Raka Saputra.
"Pagi pah" sapa Aira melihat papanya duduk di meja makan untuk bersiap sarapan.
"Eh anak papa datang, pagi sayang" sapa Raka sambil mencium kening anak perempuannya kemudian menerima uluran tangan sang menantu.
"Ayo kalian ikut sarapan papa sekalian" ajak Raka.
"Bang Haikal mana pah?" Tanya Aira.
"Abangmu baru saja berangkat, dia ada meeting pagi-pagi" jawab Raka.
"Bagaimana kabarnya cucu papa sehat kan?" Tanya Raka.
"Alhamdulilah sehat pah" jawab Aira.
"Aira minta kesini katanya kangen masakan bibi pah" kata Evan.
"Ya nanti biar dimasakin bibi maunya Aira makan apa. Kapan rencana melahirkan?" Tanya Raka.
"Masih minggu depan pah perkiraan dokter" jawab Evan.
"Sebaiknya kalian tinggal disini atau di rumah mama kamu Van, agar kalau ada apa-apa lebih cepat penanganannya" kata Raka.
"Iya pah, nanti Evan diakusikan dengan Aira maunya dimana. Kemarin mama juga mintanya begitu" kata Evan.
"Aira di rumah mama saja kali bang biar ada temannya kalau butuh sesuatu ada mama" jawab Aira.
__ADS_1
"Iya papa setuju itu, mama kalian lebih tahu dan lebih pengalaman" sahut Raka.
"Ayo sarapan dulu, ngobrolnya dilanjut nanti lagi" kata Raka. Kemudian mereka memulai sarapannya dengan tanpa bersuara.