Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 154. Kejutan buat abang


__ADS_3

"Tapi Aira malu bang dilihat orang" kata Aira.


"Nggak ada yang lihat yank, tuh mana ada orang disini. Yang ada hanya kita berdua sama kamera cctv tuh" kata Evan sambil membuka pintu apartemennya. Kemudian merebahkan sang istri ke dalam kamarnya dengan sangat hati-hati.


Evan mencium perut sang istri kemudian ke pipi Aira dan langsung ke bibir Aira sekilas.


"Abang mandi dulu ya yank, kamu mau ikut mandi sama abang?" Tawar Evan.


"Nggak, ntar mandinya jadi lama" jawab Aira cuek. Evan tertawa melihat istrinya yang cemberut sambil menjawab.


"Jangan begitu dong yank bibirnya, nanti abang ga jadi mandi loh" kata Evan menggoda sang istri.


"Suka-suka Aira dong, kan yang punya bibir Aira" jawab Aira santai.


Evan berjalan mendekat ke sang istri.


Cup


Evan mecium bibir tipis istrinya sekilas.


"Abang, katanya mau mandi" kata Aira yang sudah duduk di pinggiran ranjangnya.


"Ya gimana abang mau mandi kalau kamu menggoda abang begitu hmm" kata Evan kembali mencium bibir tipis itu dengan lembut. Tapi lama kelamaan ciumannya saling menuntut hingga Evan membawa sang istri ke ranjangnya dan direbahkannya yang istri dengan lembut hingga terjadilah pergumulan panas di sore hari.


Evan tumbang dan langsung menjatuhkan tubuhnya disebelah Aira dengan nafas yang masih belum beraturan.


"Mau mandi sama abang sayang?" Tanya Evan setelah nafasnya teratur.


"Abang mandi aja dulu, Aira mau masak buat makan malam.


"Tidak usah masak yank, abang udah pesan ayam bakar" kata Evan menahan agar sang istri tidak masak karena sudah terlalu lelah dan biar bisa segera istirahat.


"Aira aja juga bisa kok masak bang, kenapa harus pesan sih" kata Aira.


"Tidak mengapa sayang, kamu istirahat saja biar tidak kelelahan" kata Evan lembut agar istrinya tidak tersinggung.


"Oiya bang, tadi Nuri jadi beli rujak dan es buah bang Ferry nggak ya?" Tanya Aira melihat sang suami.


"Sudah sayang, sudah ada di dalam kulkas semua" jawab Evan.


"Okey, makasih ya bang" jawab Aira sambil mencium pipi sang suami.


"Sama-sama yank, tapi akan lebih bagus lagi cara berterima kasihnya kalau kita mandi bersama deh" kata Evan sambil menggendong istrinya yang masih polos tanpa sehelai benang itu ke dalam kamar mandi.


"Abang ih bener-bener ya" kata Aira yang kaget dengan gerakan sang suami.


Evan tersenyum kemudian mencium bibir tipis sang istri yang selalu menggodanya.

__ADS_1


Baru selesai memakai baju di rumah, tiba-tiba terdengar suara bel pintu apartemennya berbunyi.


Ting tong...


Suara bel pintu membuat Evan keluar kamar untuk membukakan pintu setelah Evan memakai pakaian di rumahnya dan Aira juga menggunakan dasternya buat tidur.


"Mungkin itu ayam bakarnya sudah sampai sayang, yuk kita makan malam" ajak Evan sambil berjalan untuk membuka pintu.


Dan Aira menyiapkan minum serta peralatan makannya di meja makan.


"Hmmm baunya enak, lama ya bang kita ga makan ayam bakar" kata Aira.


"Emang kita sudah lama ga makan ayam bakar?" Tanya Evan.


"He'em" jawab Aira sambil mengangguk.


"Perasaan minggu lalu keluar dari rumah sakit ada yang minta ayam bakar deh sampai abang ngantri lama" sindirĀ  Evan.


"Oh iya, hehehe maaf bang Aira lupa" jawab Aira sambil tertawa kemudian mencium pipi suaminya lagi.


Yang dicium kaget, karena ga pernah Aira mencium sang suami tanpa diminta suaminya.


"Wouw kejutan buat abang malam ini" kata Evan.


"Kejutan apaan bang?" Tanya Aira tidak menyadarinya apa yang baru saja dilakukan.


"Idih abang, kirain apaan sih" kata Aira dengan pipi yang merona karena malu.


"Sering-sering ya kasih kejutan begini ke abang, dengan senang hati abang akan menerimanya yank" kata Evan sambil terkekeh.


"Sudah makan dulu bang, kaya anak kecil aja" kata Aira pelan.


Evan tertawa sambil menggelengkan kepalanya, ada rasa bahagia istrinya mau menciumnya tanpa Evan minta.


"Ada tugas dari kampus?" Tanya Evan melihat Aira sibuk di depan laptopnya setelah makan malam.


"Ga sih bang, abang kalau mau tidur duluan aja Aira masih belum mengantuk" kata Aira dengan memandang suaminya sekilas kemudian kembali menatap layar laptopnya.


"Abang juga belum mengantuk yank, terus ngapain sibuk di depan laptop begitu?" Tanya Evan.


"Hanya melihat email aja" jawab Aira.


Evan duduk di sofa sebelah sang istri kemudian memainkan ponselnya dengan buka email dari sang asisten.


"Yank besok kamu mau ada acara kemana setelah kuliah?" Tanya Evan.


"Besok Aira mau ke butik dari pagi bang, karena ga ada kuliah" jawab Aira.

__ADS_1


"Kamu ada janjian?" Tanya Evan.


"Nggak sih bang, cuma Aira kan mesti ke butik juga bang ada kerjaan Aira yang belum terselesaikan" jawab Aira.


"Apa yang belum terselesaikan?" Tanya Evan.


"Gambar design Aira ada yang belum selesai" jawab Aira.


"Diselesaikan di kantir abang aja ya" kata Evan.


Aira memandang suaminya heran.


"Kok diselesaikan di kantor abang, kan kertas dan peralatannya ada di butik bang" kata Aira.


"Ya besok kita ambil ke butik dulu baru ke kantor sama abang" kata Evan.


"Nggak ah ribet, mungkin siang Aira baru ke kantor abang" jawab Aira.


"Kamu pasti ada janji sama orang di butik tanpa mau bilang abang kan?" Tebak Evan dengan nada kurang suka.


"Bang tolong dong percaya sama Aira, buat apa Aira bohong sama abang" kata Aira.


"Apa janjian dengan Reza lagi, tadi kamu bilang ketemuannya dengan Rio dan Vina. Tapi buktinya yang abang lihat di cafe tidak ada Rio dan yang ada Reza" kata Evan.


"Rio sudah pulang lebih dulu bang sebelum kami pulang dan tiba-tiba kak Reza datang sendiri ke sana. Jadi kami tidak ada janjian sama sekali untuk bertemu" jawab Aira kesal.


"Mulai hari ini ga ada acara ke butik atau kemana pun tanpa abang, kecuali kuliah" kata Evan.


"Ya sudah terserah abang, Aira besok diantar aja ke rumah papa dari pagi" kata Aira kemudian menutup laptopnya dan berjalan ke kamar tanpa menghiraukan suaminya lagi.


Evan menatap kepergian sang istri dengan rasa heran, kenapa istrinya justru minta di antar ke rumah papanya dari pada ke kantor sang suami.


"Yank kamu ke rumah papa Raka mau ngapain kan sama aja dengan di kantor abang" kata Evan yang sudah menyusul sang istri ke dalam kamar.


"Mau pindah tidur" jawab Aira ketus.


"Kok marah sih, kan abang maunya dekat dengan kamu dan juga anak kita yank" rayu Evan sambil merebahkan badannya disamping sang istri yang memunggunginya.


"Ah Aira mau tidur dulu bang, itu dipikir besok aja" kata Aira malas.


"Sayang..." panggil Evan sambil mencium pipi sang istri yang memunggunginya.


"Kok abang dipunggungi sih" protes Evan, namun Aira tak merespon ucapan sang suami justru memajamkan matanya.


"Sayang abang kan hanya mau dekat dengan kalian berdua, jadi besok abang ikut ke rumah papa Raka aja ya" kata Evan.


Aira tak ingin terlalu panjang membahas hal ini, jadi apapun yang diucapkan Evan tak dihiraukan dan Aira berusaha untuk segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2