
"Abang tahu antara kalian berdua mungkin masih ada sisa cinta yang masih terpendam karena kalian merasa tidak pernah saling memutuskan hubungan kalian." Kata Evan pelan membuat air mata Aira menetes membasahi dada suaminya.
"Kenapa kamu bisa pacaran dengan Lukas pada saat kamu merasa belum putus dengan Reza?" Tanya Evan lembut sambil membelai rambut istrinya dan mengurai pelukannya.
"Karena Aira merasa sudah tidak perlu menunggunya lagi yang sudah 2 tahun lebih tak ada kabar sama sekali." Jawab Aira pelan.
"Apakah Reza gak pernah menemuimu setelah kalian berpisah?" Tanya Evan mengorek keterangan dari istrinya.
Aira menggelengkan kepalanya tanpa berucap, ada rasa sakit jika mengingat kejadian itu. Rasa dimana mereka berpisah tapi tak ada kata perpisahan yang jelas. Aira merasa ditinggalkan begitu saja oleh Reza. Dan pada saat itu Aira sebenarnya masih menunggu Reza kembali.
Evan mengurai pelukannya dan memandang wajah istrinya sambil mengusap air mata yang menetes di pipi dengan kedua jempolnya.
"Jangan pernah tinggalkan abang ya sayang apapun yang terjadi" kata Evan yang begitu kawatir Aira akan meninggalkannya dan kembali ke Reza.
"Kenapa abang berpikir Aira akan meninggalkan abang?" Tanya Aira.
"Karena kehadiran Reza kamu akan kembali padanya yang mungkin selama ini sudah kamu tunggu tunggu kedatangannya" kata Evan ada rasa sesak di hatinya.
"Aira sekarang istri abang, Aira tidak lagi punya hak menunggu siapapun selain menunggu suami Aira" jawab Aira meneteskan air matanya.
"Terima kasih sayang, abang minta maaf ya atas sikap abang sama kamu tadi" kata Evan.
Aira membuang nafasnya berat.
"Sudahlah bang semua itu hanya sebuah kerikil yang harus kita lalui untuk menatap ke depan" kata Aira.
"Terima kasih sayang" kata Evan sambil mencium kening Aira.
"Kita makan dulu yuk, abang sudah lapar sejak siang belum makan" ajak Evan.
"Kenapa nggak makan siang?" Tanya Aira santai.
"Ya karena abang maunya makan dengan istri abang, tapi ternyata istri abang ninggalin abang tanpa pamit" jawab Evan.
"Ya buat apa pamit kalau jawabannya ga akan mengenakkan telinga" kata Aira.
"Maafin abang sayang" kata Evan.
__ADS_1
"Tapi kamu buat abang tidak dapat konsentrasi dan fokus ke meeting abang tadi" kata Evan.
"Kenapa ga bisa fokus?" Tanya Aira santai.
"Ya bagaimana bisa fokus sayang kalau istrinya dimana ga ada kabar" kata Evan.
"Terus abang tahu kalau Aira disini dari mana?" Tanya Aira.
"Dari salah satu anak buah abang yang abang suruh cari kamu sampai ketemu" jawab Evan jujur.
"Kita makan malam dulu yuk, baru nanti dilanjut lagi mengerjakan tugasnya" ajak Evan. Aira berdiri dan berjalan menuju meja akan yang kemudian disusul Evan dibelakang istrinya.
"Kamu masak dari jam berapa yank?" Tanya Evan.
"Dari sore setelah mandi, mau dipanasin lagi?" jawab Aira kemudian menawarkan suaminya untuk memanasi lauknya.
"Tidak perlu sayang, nasinya juga sudah panas kok. Sekarang kita langsung makan saja okey" jawab Evan.
Selesai makan malam, Evan membantu sang istri mencuci piring dan gelas bekas makannya. Aira mengelap meja makan.
"Sudah bang, biar Aira saja yang mencucinya. Abang bisa istirahat" kata Aira.
Aira mengikuti apa yang suaminya katakan.
Evan masuk ke dalam kamar dan melihat nyala ponsel Aira pertanda ada panggilan masuk.
Evan mencoba melihat siapa yang menghubungi istrinya.
"Reza, untuk apa dia menelpon Aira jam segini" Batin Evan mulai diliputi rasa cemburu kembali.
Evan membuka pesan yang begitu banyak masuk ke ponsel Aira yang ternyata bukan hanya dari dirinya saja. Melainkan ada dari beberapa temanΒ Aira juga ada Reza yang belum dibalas Aira.
Evan membuka pesan dari Reza.
π¨"Aira kalau benar kamu sudah menikah, bolehkah kakak tahu siapa suamimu?"
π¨"Jujur kakak masih mengharapkan kita bisa kembali seperti dulu"
__ADS_1
π¨"Bahkan selama ini kakak sengaja menutup hati untuk perempuan lain selain kamu, karena harapan kakak kita akan kembali bersama setelah kakak selesai study"
π¨"Tapi ternyata keadaannya semua begitu berbeda, apakah kamu belum bisa menerima penjelasan kakak tadi?"
π¨"Tolong balas sayang, kakak menunggu balasanmu"
Ada rasa cemburu Reza memanggil istrinya dengan kata sayang. Evan ingin bertemu Reza untuk memperingatkan agar tidak mendekati istrinya. Namun Evan tahu jika Aira mengetahuinya pasti Aira akan marah pada Evandro.
Evan tahu bagaimana rasanya mencintai orang yang sudah dimiliki orang lain. Evan ingat bagaimana posisinya waktu bertemu bertemu Aira, pada saat itu Aira masih menjadi kekasih Lukas. Evan merasakan patah hati sebelum menyatakan cintanya pada Aira.
Evan kembali menscrol keatas pesan Reza yang masuk ke ponsel Aira. Evan menemukan foto istrinya berdua dengan Reza memakai seragam putih abu-abunya dengan saling memangdang begitu mesra.
"Aira kamu memang cantik dari kecil, abang ga heran jika banyak laki-laki yang mengejarmu. Apalagi sifatmu yang begitu baik, tidak sombong walaupun kamu anak orang kaya tapi sederhana dalam berpenampilan. Dan itu juga yang membuat abang selalu jatuh cinta padamu" gumam Evan sambil melihat foto Aira yang dikirim Reza melalui ponselnya.
"Ceklek" pintu kamar mandi terbuka.
Evan meletakkan kembali ponsel istrinya.
"Tadi ponselmu berbunyi yank, ada telp dari Reza" kata Evan sambil memasuki kamar mandi bergantian dengan sang istri yang keluar dari kamar mandi.
"Kak Reza?" Tanya Aira mengernyitkan dahinya. Kemudian Aira mengambil ponselnya dan membukanya. Evan memperhatikan istrinya yang sedang membuka pesan sambil duduk di pinggiran ranjangnya.
"Kak Reza banyak sekali mengirimkan pesannya" gumam Aira yang masih didengar Evan. Aira membaca satu persatu pesan dari Reza.
Walau bagaimanapun Reza adalah cinta pertama Aira dan Reza pernah ada di hati Aira tanpa cacat sebelum mereka berpisah karena Reza harus melanjutkan kuliah ke luar negri.
"Maaf kak, Aira baru buka pesan. Aira minta lupakan masa lalu kita dan cobalah membuka hati kakak untuk gadis lain yang mungkin jauh lebih segalanya dari Aira"Β jawab Aira melalui pesan singkatnya. π¬
π¨"Aira tolong beri kakak waktu untuk kita bisa bicara dan ngobrol, agar kakak lebih leluasa mengatakan semuanya yang selama ini mengganjal dihati kakak."
π¨ "Jika kamu tidak mau meluangkan waktumu, maka kakak akan mencari tahu dimana kamu tinggal dan akan kakak datangi kamu Aira" ancam Reza.
"Maaf kak bukan Aira tidak mau ketemu kakak, tapi karena Aira memang benar sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah Aira yang menumpuk" kata Aira membalas pesan Reza. π¬
π¨"Bawa saja laptopmu, kita bisa ketemu sambil kamu mengerjakan tugasmu Aira" kata Reza.
Aira terlalu fokus dengan membalas pesan dari Reza sampai tidak sadar jika suaminya sudah sejak tadi duduk dibelakangnya ikut membaca chatingan Aira dengan Reza.
__ADS_1
"Sayang, katanya masih mau melanjutkan mengerjakan tugas kuliah loh" Bisik Evan mengingatkan sambil memeluk istrinya dari belakang.