Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 86. Ada yang cemburu rupanya


__ADS_3

"Yank lepaskan papa dulu dong, kan papa udah mau masuk" kata Evan mengingatkan istrinya yang masih dengan mesra tangannya memeluk lengan papa Raka.


"Eh iya, maaf ya pah" kata Aira sadar jika papanya akan masuk ke dalam untuk cek in.


"Suaminya aja ga pernah digandeng begitu" kata Evan pelan. Raka dan Darwis terkekeh mendengar Evandro cemburu.


"Ada yang cemburu rupaya" sindir Haris.


"Emang loe nggak" kata Evan ke Haris.


"Loh kalau gue mah emang udah biasa kali istri gue peluk-peluk begini dan gue ga cemburu lihat Aira mesra sama papa" kata Haris sambil terkekeh karena istrinya sudah tidak mempunyai orang tua. Jadi mau ga mau pasti yang akan digandeng ya Haris.


"Dasar loe ya Ris" kata Evandro keki, semua tertawa melihat Evan cemburu istrinya menggandeng mesra papa Raka.


Setelah Raka dan Darwis berpamitan karena pesawat yang mereka naiki akan berangkat, Evan langsung menggandeng jemari tangan sang istri untuk segera pulang.


💥 Apartemen


Sejak masuk mobil menuju pulang ke apartemen, Aira dan Evan tidur di dalam mobil kerena lelah belum istirahat.


Evan terbangun saat sudah dekat dengan apartemennya. Sedangkan Aira masih tertidur dengan nyenyak. Evan melihat istrinya tertidur dan terlihat lelah, tidak tega untuk membangunkannya.


Setelah sampai di apartemen, Suryo mengeluarkan koper pasangan pengantin baru ini. Dan Evan akan menggendong istrinya yang masih tertidur.


Tapi pada saat Evan sedang memegang badan istrinya untuk digendong, Aira mengerjabkan matanya.


"Abang mau ngapain?" Tanya Aira.


Evan melihat istrinya yang ternyata sudah membuka matanya.


"Mau menggendong istri abang yang masih tertidur sayang" jawab Evan.


"Aira jalan sendiri aja bang" kata Aira sambil mengambil tas ransel kecilnya.


"Tapi kamu masih ngantuk yank" kata Evan yang kawatir istrinya jatuh jika masih mengantuk.


"Nggak kok bang, Aira sudah ga ngantuk lagi" kata Aira sambil keluar dari mobil.


"Terima kasih ya kak Suryo" kata Aira setelah sampai di dalam apartemennya.


"Sama-sama nyonya" jawab Suryo sambil menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari apartemen Evan.


"Abang, kenapa tadi kita tidak sekalian belanja buat isi kulkas sih" tanya Aira.

__ADS_1


"Abang tadi juga tertidur sayang di dalam mobil.


"O abang tertidur juga ya, kalau begitu nanti aja ya bang kita keluar lagi buat belanja" ajak Aira.


"Boleh kalau memang kamu ga capek" jawab Evandro sambil mengambil gelas kosong untuk diisi air putih.


Aira masuk kemarnya untuk mengganti pakaian rumah kemudian keluar lagi dan duduk di sofa.


"Loh yank katanya mau keluar lagi belanja, kok ganti pakaian rumah?" Tanya Evan melihat istrinya menggunakan celana pendek dan kaos di rumah.


"Hehehe iya lupa, ya nanti ganti lagi aja bang kalau kita sudah mau berangkat" kata Aira sambil melihat acara di televisi.


"Kalau memang masih capek tidak perlu memaksakan belanja sayang, kita pesan aja makannya" kata Evan.


"Kita belanja sekarang kan buat masak besok bang" kata Aira.


"Iya benar, tapi kalau sekarang masih capek ya besok pagi kita pesan lagi saja. Baru siangnya kita belanja" kata Evandro.


"Nggak ah, Aira maunya sekarang aja kita belanjanya sekalian makan malam. Besok kan kita rencananya mau ke rumah mama sama ke rumah bang Haris bang buat kasih oleh-oleh" kata Aira.


"Besok biar mereka saja yang kesini yank, biar disini rame setuju nggak?" Tanya Evan.


"Ya kalau begitu besok pagi Aira masak banyak dong. Ya sudah kita berangkat belanja sekarang aja deh bang biar Aira ganti baju dulu." Kata Aira kemudian masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya kembali.


"Yuk bang kita berangkat sekarang aja" ajak Evan.


Evan melihat tangan istrinya melingkar dilengannya tersenyum bahagia dalam hati.


"Ternyata bahagia juga ya diperlakukan begini oleh istri sendiri tanpa disuruh" batin Evan kemudian mencium pucuk kepala istrinya.


💥 Supermarket


Kedua sejoli ini jalan berjajar dengan Evan mendorong trolynya.


"Yank ga ambil buah?" Tanya Evandro.


"Iya bentar bang, abang mau apa?" Tanya Aira.


"Apa aja abang suka semua" jawab Evan.


"Sama kita ambil jeruk buat besok waktu ngumpul ya bang biar segar" kata Aira.


"Iya sayang" jawab Evan sambil mengirimkan pesan ke mama Diana dan Haris juga Haikal untuk berkumpul di apartemennya.

__ADS_1


Evan menghubungi Suryo untuk memesan sate ayam kesukaan istrinya dan es kelapa muda kesukaan Evan serta makannya yang lainnya untuk makan bersama keluarga besar besok.


"Besok buat makan siangnya mau dimasaki apa ya bang?" Tanya Aira yang sudah di depan etalase daging sapi.


"Abang sudah pesan sate dan lainnya yank buat besok biar istri abang tidak perlu masak" jawab Evan sambil tersenyum.


"Terima kasih bang" kata Aira.


"Kok abang tahu sih kalau Aira suka sate ayam?" Tanya Aira.


"Tahu dong, apa yang abang ga tahu tentang istri abang" jawab Evan.


"Idih..." kata Aira, Evan terkekeh melihat istrinya mengerutkan bibirnya sambil menoel pipi Evan.


Evan bahagia melihat tingkah laku istrinya yang sudah terlihat mulai bisa menerima dan membuka hatinya untuk Evan.


"Ambil udang yank buat beaok pagi bikin nasi goreng" kata Evan.


"Abang mau nasi goreng udang?" Tanya Aira.


"Mau dong kalau yang masak istri abang" kata Evan yang awal ga suka makan nasi goreng yang ada udangnya.


"Enak kan nasi goreng udang Aira. Makanya abang cobain dulu suatu saat kalau di kasih nasi goreng yang ada udangnya" kata Aira. Evan hanya tersenyum melihat istrinya.


Karena pada waktu di kota Lombok Aira masak nasi goreng udang gara-gara melihat ada udang di kulkas. Kemudian Aira memasaknya dengan dicampur nasi goreng.


Evan awalnya menolak sarapan saat melihat di nasi gorengnya dicampur udang oleh Aira. Karena pernah Evan makan di suatu restoran dengan kliennya makan nasi goreng udangnya masih belum matang dan bau amis.


Setelah di paksa dengan berbagai cara oleh sang istri, akhirnya Evan mencoba mencicipi masakan nasi goreng sang istri dan sekarang membuatnya jadi ketagihan.


Setelah semua kebutuhan untuk isi kulkas selesai, Aira dan Evan mengantri di kasir untuk membayar semua  belanjaannya.


"Sekarang kita mau makan apa dan dimana yank?" Tanya Evan setelah di dalam mobil.


"Hehehe Aira juga bingung bang" jawab Aira.


"Kita ke kedai sop iga kali bang" ajak Aira.


"Okey sayang, kita berangkat" kata Evandro.


"Kaya seger deh kalau makan sop panas" kata Aira.


"Jangan-jangan istri abang sudah mulai ngidam" kata Evan asal.

__ADS_1


"Ah abang baru juga kita menikah, masak ngidam" protea Evan.


"Ya kan nggak tahu juga kalau ternyata abang sudah di percaya untuk jadi papa" kata Evan.


__ADS_2