
"Biarkan saja dia yang datang ke sini, kamu ga usah ke rumahnya" kata Evan tidak mengijinkan istrinya mendatangi sang mantan yang menurut penglihatan Evan masih ada cinta dari sang mantan untuk istri tercintanya itu.
"Kenapa bang, ga masalah kan kalau Aira harus ke sana sama Nuri? Toh yang akan di temui Aira itu kak Lukas dan istrinya" kata Aira.
"Abang tidak mengijinkan ke rumahnya sayang, dia yang butuh ya dia juga yang harusnya datang kesini untuk menemuimu" kata Evan acuh namun tegas.
Aira diam setelah melihat sang suami dengan nada bicaranya sudah naik seperti orang teriak dengan raut wajah nampak tak suka dan acuh.
"Ini nyonya ketopraknya" tiba-tiba suara karyawannya mengagetkan Aira.
"Oh iya, terima kasih" kata Aira kemudian membawanya ke meja yang di dekat sofa dimana sang suami duduk.
"Ayo bang kita makan dulu" ajak Aira seolah tak terjadi apapun pada suaminya.
"Hmm" hanya ini suara yang keluar dari sang suami.
Aira tahu bahwa saat ini suaminya sedang cemburu karena Aira bertemu dengan Lukas tadi.
"Bener nih abang ga mau makan, ya sudah Aira makan duluan ya bang" kata Aira memancing suaminya untuk makan.
"Iya kamu makan aja duluan, abang mau mengerjakan ini dulu" jawab Evan sambil melihat ke email melalui ponselnya.
"Nih bang buka dulu dong mulutnya, enak loh ketopraknya" kata Aira dengan membawa sendok yang berisi ketoprak itu di depan mulut sang suami.
Evan membuka mulutnya dan menerima suapan sang istri dengan senang hati. Evan senang dengan sikap istrinya saat ini yang menyuapinya dengan ikhlas.
Tok tok tok
"Ya masuk" jawab Aira.
"Maaf nyonya ini es buah yang tadi tuan minta" kata Nuri sambil memberikan 2 porsi es buah ke nyonyanya.
__ADS_1
"Terima kasih Nuri" jawab Aira sambil menerima es buah yang diberikan Nuri dengan mangkuk dan sendoknya sekalian.
Aira menuangkan es buahnya ke dalam mangkuk itu, kemudian melanjutkan makan ketoprak lagi berdua dengan sang suami.
"Enak ga bang ketopraknya?" Tanya Aira dengan melihat ke suaminya.
"Iya enak sayang asal abang disuapin kamu" jawab Evan sambil mencium kening sang istri.
"Abang memang manja sih, makan sendiri ga mau dan mintanya disuapi" kata Aira membuat sang suami terkekeh menatapnya.
"Kan boleh dong abang manja dan minta disuapin istrinya sendiri" kata Evan.
"Bang, seandainya tiba-tiba ada seorang wanita yang sangat mencintai abang dan dia ingin menjadi istri kedua abang gimana?" Tanya Aira serius.
"Abang sudah punya istri yank, udah ga butuh wanita lain lagi selain istri abang" jawab Evan menatap sang istri heran.
"Ya siapa tahu ada wanita yang memang bisa memuaskan abang di ranjang atau bisa membuat abang bahagia" kata Aira.
Memang Aira terkadang punya rasa kawatir jika suatu saat akan ada perempuan lain (pelakor) masuk dalam rumah tangganya untuk menggantikan posisinya.
Aira mengakui banyaknya kelebihan sang suami, memang secara fisik Evandro itu ganteng, menarik, pekerja keras dan bentuk tubuh yang sangat ideal untuk mata kaum para hawa, hampir sama dengan abangnya Haris yang begitu banyak dikagumi para kaum hawa.
Dan Aira juga tahu jika banyak perempuan yang mendekati abangnya sejak dulu sebelum abangnya menikah hingga sekarang abangnya sudah mempunyai anak. Bahkan Aira pernah melihat sendiri dulu sebelum Haris menikah, ada seorang perempuan yang selalu menempel dengan Haris baik di kantor maupun di mall.
"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan sih kok melamun sejak tadi selesai makan sih?" Tanya Evan melihat istrinya melamun.
"Hah nggak" jawab Aira singkat kemudian mengambil gelas minumnya dan meminum airnya.
"Katakan pada abang sayang ada apa?" Tanya Evan yang kawatir jika sang istri masih memikirkan pertemuannya dengan sang mantan yaitu Lukas yang begitu membuat hatinya terbakar. Aira menatap suaminya sambil kembali menikmati es buah yang tadi dibelikan Nuri.
Evan mengakui bahwa Lukas sangatlah sempurna untuk seorang gadis seusia Aira. Lukas adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan tegas, dengan postur tubuh yang ideal dan atletis, juga sabar dan dapat memanjakan Aira selama keduanya dulu menjalin hubungan. Jadi wajar jika Aira masih mencintainya hingga saat ini menurut Evan. Dan Evan yakin jika sampai saat ini Lukas masih mencintai Aira.
__ADS_1
Namun disisi lain sebenarnya Aira sudah bisa melupakan hubungannya dengan Lukas, apalagi jika mengingat sikap dan perlakuan Lukas pada Aira sejak Lusy kembali dekat dengan Lukas. Kebetulan pada saat itu juga Aira selalu didampingi Evan setiap Lukas menyakiti Aira. Jadi mudah untuk Aira melupakan Lukas karena Evan selalu ada untuk Aira, serta dapat menenangkan Aira.
"Memang Lukas mau ada acara apaan yank sampai memakai butikmu untuk mendesign pakaian mereka?" Tanya Evan.
"Entahlah bang, Aira tadi juga tidak banyak bertanya. Besok saat kami bertemu kak Lukas atau kak Lusy pasti mereka akan cerita. Atau Aira juga harus menanyakan untuk acara apa agar designnya sesuai dengan tema acaranya jika mereka tidak menceritakannya" kata Aira.
"Oh mungkin acara 7 bulanan kali bang" jawab Aira.
"O bukannya sudah lebih ya dari 7 bulanan yank?" Tanya Evan.
"Emang iya ya, Aira juga kurang tahu sih bang" jawab Aira santai.
"Yank seandainya dulu kalian sejalan, apakah kamu akan memperjuangkan Lukas?" Tanya Evan membuat Aira menatap suaminya.
"Yang pasti bang, saat ini kami memang tidak ditakdirkan berjodoh" jawab Aira.
"Seandainya Lukas masih mencintaimu sampai saat ini dan dia ungkapnya padamu, apakah kamu juga akan mau menerimanya yank?" Tanya Evan menatap sang istri intens.
"Maksud abang apa sih bang, kami ini sudah sama-sama memiliki pasangan masing-masingĀ yang sangat mencintai pasangannya." Jawab Aira heran dengan maksud pertanyaan sang suami.
"Apa jangan-jangan abang memang sudah ga mencintai Aira lagi?" Tanya Aira yang jadi mencurigai dengan pertanyaan sang suami.
"Sayang, abang akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Sejak kamu menghilang dari abang dulu, abang selalu mencarimu yank sampai abang ga menyadari bahwa kamu adeknya Haris. Padahal Haris dengan abang itu sering pergi bersama, bahkan kuliah aja kita satu kampus dan satu jurusan" kata Evan menyesal tidak sadar bahwa Aira itu adeknya Haris pada saat itu. Yang artinya jika dirinya waktu itu menyadarinya, kemungkinan Evan bisa menjadi cinta pertama dan terakhirnya Aira sekaligus pacar pertama dan terakhirnya Aira juga.
"Terus maksud abang apa dengan bertanya begitu ke Aira?" Tanya Aira meminta penjelasan.
"Apakah karena abang cemburu melihat Aira tadi bertemu dengan kak Lukas?" Lanjut Aira.
"Ya abang memang cemburu dengan adanya Lukas menemuimu di kampus tadi. Tapi yang abang kawatirkan itu jika suatu saat Lukas akan merebutmu kembali dari abang" kata Evan jujur.
"Bang, Aira ini istri abang, milik abang dan cintanya abang. Begitupun abang bagi Aira. Abang adalah cintanya Aira dan miliknya Aira. Jadi abang tidak perlu kawatir akan adanya pria lain di hati Aira abang" kata Aira meyakinkan sang suami dengan menatap serius pada Evandro.
__ADS_1
"Lalu bagaimana perasaanmu dengan Reza?" Tanya Evan menatap kedua bola mata istrinya dengan serius.