Berbeda Jalan

Berbeda Jalan
Eps 112. Super model


__ADS_3

"Apakah kamu karyawan baru Evan?" Tanya Rani ddngan gaya sombongnya ddngan kepala terangkat keatas.


"Tidak perlu tahu siapa saya, anda kesini untuk urusan apa nona?" Tanya Aira.


"Untuk urusan apa katamu, saya sudah bilang saya ke sini karena Evandro kekasih saya. Jadi kapanpun saya ke sini dan mau apapun yang akan saya lakukan dengan kekasih saya tidak ada urusannya dengan kamu" kata Rani sambil menunjuk pundak Aira.


"Maaf nona semua yang berhubungan dengan tuan Evandro Brahmana adalah urusan saya juga karena saya asisiten pribadi tuan Evandro" kata Aira tak kalah tegas walaupun terkesan santai bicaranya.


"Dan anda hanya kekasih yang sudah lama tak berhubungan lagi dengan tuan Evandro" tanya Aira.


"Maaf nona, silahkan anda membuat janjian terlebih dulu sebelum tuan Evan selesai meeting'" kata Lely mengusir halus Rani.


"Lel kamu itu hanya karyawan, berani sekali kamu mengusir calon istri bosmu" kata Rani dengan nada tinggi.


"Maaf nona, bos saya sudah beristri, jadi tidak lagi mempunyai calon istri. Apalagi istrinya lebih cantik dan lebih muda dari nona" kata Lely yang memang tidak pernah menyukai Rani sejak dulu.


"Kamu berani ya menghina saya, Evan tidak akan menikah dengan siapapun selain Rani sang super model" kata Rani percaya diri.


"Super model yang sedang hamil tapi tidak mau menikah dengan yang menghamilinya karena kurang tajir di bandingkan dengan sang mantan" kata Lely ketus.


Rani langsung emosi dan mengangkat tangannya akan menampar Lely. Akan tetapi tangan itu bisa di tahan Aira dengan memegangi tangan Rani saat hampir mrnyentuh pipi mulus Lely.


"Kamu jangan ikut campur tangan urusan saya" kata Rani.


"Sekali kamu berani menampar Lely, saya tak akan segan menampar balik anda nona" kata Aira dengan tak kalah tinggi nada bicaranya.


"Siapa kamu berani sekali dengan saya calon istri bos kamu" kata Rani maju sekangkah dengan menatap Aira tajam.


"Siapa calon istri?" Tanya Evandro dari belakang Rani.


"Sayang, siapa perempuan itu, berani sekali dia akan menampar aku" kata Rani manja sambil mendekati Evandro dan akan memeluk Evan.


Namun Evandro mengibaskan tangan Rani yang memegang pipi Evan. Aira hanya diam tanpa mau bersuara lagi setelah melihat suaminya datang.

__ADS_1


"Kamu ngapain datang ke kantor saya?" Tanya Evan dingin.


"Sayang kamu ga kangen dengan aku ya. Aku kangen loh sama kamu" kata Rani manja dengan suara mendayu.


"Maaf kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi, jangan pernah menggangguku lagi" kata Evan kemudian mendekati Aira. Namun Aira berusaha menghindari Evan.


"Kamu ngapain memperbolehkan karyawanmu itu ada di ruanganmu selama kamu meeting yank?" Tanya Rani manja.


"Lel tolong bawa pergi dia dulu" kata Evandro sambil menunjuk ke Rani.


"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini. Seharusnya yang pergi dia karyawan barumu itu yang sok berkuasa" kata Rani menatap Aira tajam.


"Maaf nona tanpa ada yang mengusir saya pun, saya juga pasti akan pergi kalau saya sudah selesai dengan urusan saya. Tapi karena tadi anda mau menampar sekertaris Lely, maka saya yang akan membalas menapar anda" kata Aira tegas tanpa memperdulikan suaminya yang kaget dengan sikap Aira yang tiba-tiba berani bicara lantang dan tegas.


"Sayang usir dia yank, aku ga suka dengan perempuan ga tahu diri itu" kata Rani sambil memeluk Evandro. Aira kaget saat Rani memeluk suaminya dan Evan hanya diam tanpa berontak. Evan kaget dengan sikap Rani yang tiba-tiba memeluknya didepan sang istri.


"Maaf saya sudah selesai dengan tugas saya dan saya akan pamit pulang. Silahkan lanjutkan pelukannya" kata Aira sambil menyahut tas sempangnya kemudian keluar dari ruangan sang suami.


"Aira.." teriak Evandro setelah dirinya sadar bahwa sekarang dalam pelukan Rani.


"Lely kejar Aira jangan biarkan dia keluar dari gedung ini" kata Evan.


"Baik tuan" kata Lely kemudian mengejar Aira.


"Kamu, aku sudah bilang kita tidak lagi ada hubungan apapun. Aku sudah menikah dan akan mempunyai anak dengan istriku" kata Evan emosi.


"Sayang, aku masih mencintaimu dan aku juga sedang hamil yank" kata Rani mencoba merayu mantan kekasihnya.


"Kamu hamil dengan siapa terserah kamu, yang jelas aku bukanlah ayah dari anak yang ada dalam kandunganmu. Aku juga tidak pernah melakukannya ddnganmu sdlain dengan istriku. Pergi kamu dan jangan pernah lagi kembali kesini" kata Evan.


"Bukankah kamu masih mencintaiku dan masih mengharapkan aku kembali kan sayang" kata Rani lagi mencoba merayu Evandro dengan mencium bibirnya.


Tapi Evan langsung menjauhkan dirinya dari Rani sang mantan kekasih yang sudah hamil dengan laki-laki lain. Rani maaih berusaha merayu Evandro agar dirinya dapat kembali lagi dengan mantan kekasihnya ini.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku yang dulu meninggalkanmu karena kerjaan aku yang padat dan ga bisa kembali ke sini sementara waktu. Kamu tahu sendiri bagaimana kekaaihmu ini kan, jadwal pemotretannya sangatlah padat" kata Rani percaya diri dengan kebohongannya mencari kelemahan Evandro.


Rani tahu bahwa dulu Evan begitu mencintainya walaupun tanpa Evan tahu Rani punya kekasih lain di negri orang hingga dirinya hamil sekarang ini.


Sedangkan di luar ruangan Evan, Lely sedang mengejar Aira dan membuat Aira berhenti dari larinya.


"Kak Aira tolong tunggu bang Evan, dia sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan Rani kak" kata Lely setelah dapat membuat Aira berhenti sebelum mencapai lift.


"Maaf, katakan pada bosmu jangan pernah mencari Aira dalam seminggu ini karena dia tak akan mendapatkanku" kata Aira tegas kemudian masuk ke dalam lift menuju lantai bawah.


Lely langsung menghubungi Suryo yang diperkirakan ada di lantai bawah untuk bisa menahan Aira agar kembali ke ruangan Evan.


Ting...


Bunyi lift berhenti tanda pintu terbuka.


"Maaf nyonya, apakah nyonya akan pulang?" Tanya Suryo.


"Iya dan tolong kak Suryo minggir dulu" kata Aira.


"Biar saya yang akan mengantarkan nyonya pulang" kata Suryo yang sudah dihubungi Lely dan menceritakan apa yang sudah terjadi.


"Ya sudah kalau memang kak Suryo mau mengantarku pulang, ayo kita pulang sekarang" ajak Aira.


"Baik nyonya, tapi sebaiknya nyonya dan saya berpamitan dulu dengan tuan Evan agar saya tidak terkena kemarahan tuan" kata Suryo.


"Bosmu ridak akan marah jika kakak hanya mengantarkanku pulang" kata Aira.


"Kalau begitu mari nyonya kita kembali dulu ke atas untuk berpamitan sebsntar dengan tuan, sekalian saya akan mengambil kunci mobil" kata Suryo.


"Saya akan tunggu di lobby, silahkan saja kakak ke atas untuk mengambil kunci mobil" kata Aira.


"Tidak, saya maunya nyonya ikut dengan saya agar saya tidak terkena marah dan pecat dari tuan. Tolong bantu saya nyonya" kata Suryo memohon.

__ADS_1


"Baiklah saya akan ikut dengan kak Suro ke atas tapi saya tidak akan masuk ke dalam ruangannya" kata Aira.


"Baiklah nyonya" kata Suryo kemudian masuk ke dalam lift dan memencet tombol ke lantai di mana  ruangan Evan berada.


__ADS_2